Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sering Dianggap Sepele, Tiga Gerak Tubuh Ini Bikin Kesan Kurang Asyik
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Sering Dianggap Sepele, Tiga Gerak Tubuh Ini Bikin Kesan Kurang Asyik

Tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan kecil yang kerap dilakukan sehari-hari justru bisa membuat seseorang terlihat cuek, jutek, atau kurang menghargai lawan bicara. Menariknya, sebagian besar dilakukan bukan karena sengaja.

Nugroho P.
Last updated: Juni 24, 2026 9:39 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Menghindari kontak mata.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banyak orang mengira sopan santun hanya terlihat dari pilihan kata saat berbicara. Padahal, sebelum sebuah kalimat selesai diucapkan, bahasa tubuh sering lebih dulu “berbicara” dan meninggalkan kesan di mata orang lain.

Tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan kecil yang kerap dilakukan sehari-hari justru bisa membuat seseorang terlihat cuek, jutek, atau kurang menghargai lawan bicara. Menariknya, sebagian besar dilakukan bukan karena sengaja.

Pakar etiket menyebut bahwa komunikasi nonverbal memiliki pengaruh besar dalam membangun hubungan sosial. Gestur sederhana bisa membuat suasana menjadi hangat, tetapi juga bisa menciptakan jarak jika tidak disadari.

Karena itu, memahami bahasa tubuh menjadi hal penting, terutama saat berinteraksi di lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga.

Salah satu kebiasaan yang paling sering menimbulkan kesan negatif adalah menghindari kontak mata ketika berbicara.

Sekilas terlihat sepele, namun kebiasaan terus memalingkan wajah atau melihat ke arah lain saat seseorang sedang berbicara dapat dianggap sebagai tanda kurang tertarik terhadap percakapan yang sedang berlangsung.

Konsultan etiket Nikki Sawhney menjelaskan bahwa kontak mata menunjukkan kehadiran dan perhatian terhadap lawan bicara.

Menurutnya, seseorang bisa saja memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan, tetapi jika terus menerus menghindari pandangan lawan bicara, kesan yang muncul justru sebaliknya.

Kebiasaan lain yang kini makin sering ditemui adalah terlalu fokus pada ponsel saat sedang berbincang.

Tidak sedikit orang yang tanpa sadar membuka notifikasi, membalas pesan, atau sekadar melihat layar ketika orang lain sedang berbicara.

Ahli etiket Genevieve Dreizen menilai perilaku tersebut dapat membuat lawan bicara merasa diabaikan.

Meski ada kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang mengecek ponsel, memberi penjelasan singkat lalu kembali fokus pada percakapan dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap orang lain.

Selain soal perhatian, posisi tubuh juga ikut menentukan bagaimana seseorang dipersepsikan.

Sikap menyilangkan tangan di depan dada misalnya, sering dilakukan karena merasa nyaman atau sedang kedinginan.

Namun bagi sebagian orang, gestur itu dapat terbaca sebagai sinyal penolakan atau sikap defensif.

Akibatnya, lawan bicara bisa merasa kurang diterima meski sebenarnya tidak ada niat seperti itu.

Tak hanya posisi tubuh, ekspresi wajah juga memiliki pengaruh yang tak kalah besar.

Gerakan kecil seperti memutar mata, tersenyum sinis, menaikkan alis, atau memberikan tatapan tajam sering kali mengirimkan pesan negatif tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun.

Yang menarik, banyak orang bahkan tidak menyadari ekspresi tersebut muncul saat sedang mendengarkan orang lain berbicara.

Padahal, lawan bicara bisa menangkapnya sebagai bentuk sindiran, penilaian, atau ketidaksukaan.

Karena itulah kesadaran terhadap ekspresi wajah menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga komunikasi tetap nyaman.

Sementara itu, kebiasaan berikutnya yang sering memicu kesan kurang sopan adalah datang terlambat tanpa kabar.

Para ahli etiket menegaskan bahwa keterlambatan memang tidak selalu bisa dihindari karena berbagai situasi tak terduga.

Namun ketika seseorang datang melewati waktu yang disepakati tanpa memberi informasi atau permintaan maaf, hal itu bisa dianggap sebagai bentuk kurang menghargai waktu orang lain.

Selain terlambat, menguap saat orang lain sedang berbicara juga kerap memunculkan persepsi negatif.

Meski penyebabnya bisa saja karena kurang tidur atau kelelahan, orang yang melihatnya sering menafsirkan sebagai tanda bosan terhadap percakapan.

Tak kalah penting, menjaga ruang pribadi juga menjadi bagian dari etika dalam berinteraksi.

Berdiri terlalu dekat, menyentuh orang lain tanpa izin, atau menunjuk langsung menggunakan jari dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Pakar etiket Kristi Spencer menjelaskan bahwa menjaga jarak yang wajar membantu menciptakan interaksi yang lebih nyaman dan saling menghormati.

Menurutnya, menunjuk langsung dengan jari sering dianggap terlalu agresif dan dapat menimbulkan kesan menghakimi.

Pada akhirnya, bahasa tubuh merupakan bagian penting dari komunikasi yang sering kali bekerja tanpa disadari.

Dengan sedikit perhatian terhadap gestur, ekspresi wajah, dan cara berinteraksi, seseorang bisa meninggalkan kesan yang lebih hangat, ramah, serta menyenangkan dalam setiap pertemuan. (*)

You Might Also Like

Rumah Bau Wangi Malah Tikus Kabur, Ramuan Dapur Jadi Andalan

Enam Ide Nasi Lima Ribu yang Tetep Nendang

Napas Terasa Berat? Tujuh Sinyal Paru-Paru Minta Diperhatikan Serius

Tips Agar Tidak Terjebak Gogle Maps yang Ngaco

Tips Bangkit dari Galbay Pinjol, Mulai Lagi Tanpa Drama Finansial

TAGGED:kebiasaan buruktips
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Buron Bikin Geger Berakhir, Bonus Rp250 Juta Jadi Sorotan
Next Article Nyeri Gigi Menyerang, Dzikir Ini Jadi Teman Menenangkan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KPK Sebut Banyak Celah Korupsi di BPJS

Gaji Guru Rp5 Juta Mengemuka, DPR Buka Harapan

Nyeri Gigi Menyerang, Dzikir Ini Jadi Teman Menenangkan

Sering Dianggap Sepele, Tiga Gerak Tubuh Ini Bikin Kesan Kurang Asyik

Buron Bikin Geger Berakhir, Bonus Rp250 Juta Jadi Sorotan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Dipikir Sehat, Ternyata Air Kelapa Bisa Jadi Pantangan untuk Orang Ini

September 16, 2025
Tips

Saat Hutan Jadi Tempat Pulang, Cara Jepang Redakan Penat

Juni 6, 2026
Tips

Nikah Saat Hamil Zina, Benarkah Hukumnya Bisa Fleksibel?

November 22, 2025
Tips

Merbabu Rehat Dulu, Jalur Pendakian Libur Dua Bulan

Januari 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sering Dianggap Sepele, Tiga Gerak Tubuh Ini Bikin Kesan Kurang Asyik
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?