Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lagi Ngetren Makanan Kukus, Sehat Beneran atau Cuma FOMO?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Lagi Ngetren Makanan Kukus, Sehat Beneran atau Cuma FOMO?

Dari kacamata gizi, tren ini justru sinyal bagus. Makin banyak orang mulai balik ke real food alias makanan alami yang minim proses. Artinya, kesadaran soal makan lebih sehat pelan-pelan tumbuh, nggak melulu soal diet ekstrem.

Nugroho P.
Last updated: Januari 12, 2026 9:50 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ubi rebus.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Belakangan ini, makanan kukusan dan rebusan lagi naik pamor. Jagung kukus, ubi, singkong, sampai pisang rebus makin gampang ditemuin, dari pasar tradisional sampai konten health di media sosial. Tren ini kelihatan sederhana, tapi bikin banyak orang bertanya-tanya: ini emang sehat atau cuma ikut-ikutan gaya hidup?

Dari kacamata gizi, tren ini justru sinyal bagus. Makin banyak orang mulai balik ke real food alias makanan alami yang minim proses. Artinya, kesadaran soal makan lebih sehat pelan-pelan tumbuh, nggak melulu soal diet ekstrem.

Dosen Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, bilang makanan yang diolah dengan cara dikukus sebenarnya punya nilai gizi yang solid buat tubuh. Bukan sekadar bikin kenyang, tapi juga bermanfaat jangka panjang.

“Jagung, pisang, ubi jalar, singkong, sampai labu kukus itu sumber karbohidrat kompleks, serat, dan vitamin yang penting buat kebutuhan gizi,” jelas Ai Imas.

Karbohidrat kompleks ini dicerna lebih pelan, jadi bikin kenyang lebih lama dan bantu jaga gula darah tetap stabil. Seratnya juga berperan penting buat pencernaan biar tetap lancar.

Kalau dibandingin sama gorengan, metode kukus atau rebus jelas lebih unggul. Alasannya simpel: hampir nggak pakai minyak. Lemak jenuh dan kalorinya otomatis lebih rendah.

“Pengukusan itu minim minyak, jadi lebih ramah buat kesehatan,” kata Ai Imas.

Selain itu, proses kukus bikin nutrisi lebih terjaga. Suhunya nggak se-ekstrem menggoreng, dan beda sama direbus, bahan makanan kukus nggak langsung kena air.

“Karena nggak kontak langsung dengan air, vitamin dan mineralnya lebih sedikit yang hilang,” tambahnya.

Soal bahan, ternyata banyak pangan yang justru paling pas dikukus. Umbi-umbian seperti ubi, singkong, talas, dan kentang jadi sumber energi yang baik. Sayuran berwarna cerah kayak brokoli, wortel, dan labu kuning juga kaya vitamin dan antioksidan.

Kacang-kacangan seperti kacang tanah dan edamame juga cocok dikukus karena tinggi protein nabati dan mineral. Jagung manis punya kombinasi karbohidrat dan vitamin, sementara telur kukus bisa jadi sumber protein hewani yang praktis dan rendah lemak.

Menariknya lagi, sebagian besar bahan ini adalah pangan lokal. Jadi selain sehat buat tubuh, juga ikut mendukung konsumsi pangan dalam negeri.

Terus, aman nggak kalau dimakan tiap hari? Jawabannya: aman, bahkan dianjurkan, asal tetap seimbang.

“Makanan kukusan aman dikonsumsi setiap hari, tapi variasi tetap penting,” tegas Ai Imas.

Ia juga mengingatkan jangan cuma fokus ke karbohidrat. Tetap perlu dipadu dengan protein hewani atau nabati supaya kebutuhan gizi terpenuhi.

“Makan kukusan jangan cuma biar kenyang atau ikut tren, tapi harus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh,” tutupnya.

Intinya, makanan kukusan bukan sekadar hype. Kalau dikombinasikan dengan menu yang beragam dan seimbang, kebiasaan ini bisa jadi fondasi pola makan sehat yang tahan lama, bukan cuma tren musiman. (*)

You Might Also Like

Rekomendasi Sepatu Wanita Paling Nyaman untuk Jalan Kaki

Sering Mimpi Kematian Bikin Deg-degan Ternyata Bukan Pertanda Buruk

Jangan Salah Taruh Cermin di Kamar, Bisa Ganggu Tidur dan Energi Positif!

Dari Meja Kerja Jadi Cuan Sampingan Mbak Kantor Kekinian

Resep Karumeyaki, Jajanan Jadul Jepang yang Manisnya Bikin Nostalgia dan Bisa Jadi Ide Jualan

TAGGED:jagung rebusmakanan sehatrebusanubi rebus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kenapa Korban Love Scamming Banyak Perempuan? Ini Polanya
Next Article Batik Pintar Buat Badan Berisi, Bikin Tampilan Makin Ramping

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Badan Langsing Tapi Kolesterol Tinggi, Kok Bisa Sih?

Desember 23, 2025
Tips

Olahraga Tetap Penting, Tapi Penderita Jantung Jangan Asal Gas

Desember 18, 2025
Tips

Gas Mudik Gratis Jakarta 2026, Ini Klik Linknya!

Februari 22, 2026
Tips

Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan?

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lagi Ngetren Makanan Kukus, Sehat Beneran atau Cuma FOMO?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?