Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

Dialek Semarangan ternyata bukan bahasa yang lahir dari rapat resmi atau pelajaran sekolah. Bahasa khas wong Semarang justru tumbuh dari obrolan receh di pasar, terminal, sampai orang-orang yang nongkrong nunggu film bioskop mulai. Jadi kalau sekarang ada yang ngomong medhok Semarang sambil nyeletuk santai, bisa jadi itu warisan dari generasi tukang nongkrong zaman dulu.

T. Budianto
Last updated: Mei 15, 2026 8:14 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERMINAL JURNATAN: Terminal Induk Semarang yang menempati bekas Stasiun Trem Jurnatan di kawasan Bubakan, Semarang sekitar tahun 1980. Terminal menjadi salah satu tempat dialek Semarangan tumbuh dan berkembang di masa lalu. (Foto: Ist)
SHARE

 

BACAAJA, SEMARANG- Dialek Semarangan nggak lahir dari ruang kelas atau dari balik tembok keraton. Bahasa khas wong Semarang berkembang di tempat-tempat yang penuh obrolan rakyat.

“Di Semarang itu karena sebagai bahasa tutur dulu berkembang di terminal, di pasar, di stasiun, kemudian di seputar gedung-gedung bioskop,” kata pemerhati bahasa, Hartono Samidjan saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026).

Hartono bercerita, Semarang zaman dulu punya sekitar 32 gedung bioskop. Bioskopnya berdiri sendiri, tidak numpang di dalam mal seperti sekarang.  Di sekitar bioskop itu biasanya ada halaman luas dan deretan warung tempat orang nongkrong sambil nunggu film diputar.

Baca juga: Dialek Semarangan Ternyata Cuma Hidup di Lima Kecamatan

“Karena dulu transportasi masih susah, paling naik sepeda atau naik angkot sehingga orang datang lebih awal sebelum jam pertunjukan,” ujarnya. Dalam momen itulah obrolan ngalor-ngidul terjadi, menggunakan kosakata dan gaya bicara Semarang. “Nah, ketika menunggu pertunjukan film dimulai, terjadilah dialog. Di situlah bahasa Semarangan berkembang,” katanya.

Fenomena serupa juga terjadi di pasar tradisional. Tapi menurut Hartono, sekarang ruang-ruang sosial seperti itu mulai hilang karena kebiasaan masyarakat ikut berubah.

“Sekarang pasar sudah sepi, orang belanja online. Bioskop juga sudah menyatu dengan mal,” ujarnya. Menurut dia, dialek Semarangan selama ini berkembang sebagai bahasa tutur, bukan bahasa tulis. Akibatnya, banyak penulisan kosakata Semarangan jadi semrawut.

Arti Berbeda

Misalnya kata “loro” yang bisa punya dua arti berbeda. Bisa berarti sakit, bisa juga angka dua. “Kalau sopo sing loro? ditulisnya pakai ‘o’ artinya jadi dua, tidak pas. Kalau sakit harusnya pakai ‘a’ atau ‘lara‘,” jelasnya.

Hartono lalu mencontohkan asal-usul nama kampung Petolongan di Semarang. Menurut dia, nama aslinya dulu sebenarnya “Petalangan” karena pusatnya orang buat talang.

Baca juga: Dialek Semarangan Sangat Egaliter, “Ndasmu” Pun Dianggap Wajar

Namun karena dulu penulisannya memakai huruf Jawa lalu dialihaksarakan secara keliru, nama itu berubah jadi Petolongan seperti sekarang. Di sisi lain, Hartono menyebut dialek Semarangan punya daya serap yang unik.

Siapapun yang lama tinggal atau kuliah di Semarang, lambat laun bakal ikut ngomong ala wong Semarang. “Orang Ambon, orang Batak, orang mana pun pada akhirnya akan berbahasa (dialek) Semarangan,” katanya.

Mungkin itu sebabnya dialek Semarang susah punah. Selama masih ada tongkrongan, warung kopi, dan obrolan receh tengah malam, bahasa ini bakal tetap hidup, meski bioskop legendarisnya sekarang sudah kalah sama suara notifikasi belanja online. (bae)

You Might Also Like

Nama AHY Disebut Sonny Sonjaya Ikut Nikmati Korupsi MBG, Demokrat Pasang Garis Tegas

Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

Pembangunan Tanggul Dikebut, Grobogan Balapan Sama Debit Air

Setahun Prabowo-Gibran: PHK di Mana-mana, Buruh Makin Sengsara

Dua Investasi Senilai Rp 730 Miliar Masuk Jateng

TAGGED:budaya semarangdialek semaranganheadlinehedlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hormuz Memanas, Trump Santai Sebut Amerika Kini Mirip Bajak Laut
Next Article SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TITIK GEMPA--BMKG merilis titik lokasi gempa di Banjarnegara, Jateng. (ist)

Hari Ini Banjarnegara Diguncang Gempa, BMKG Sebut Dampak Sesar Aktif

Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot: Jangan Sampai Kejar Viral Malah Kena Masalah

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Warga Aceh kibarkan bendera putih, mereka nyerah bantuan seret.
Info

Pemerintah Keras Kepala Tak Mau Tetapin Status Bencana Nasional, Muhammadiyah Menggugat!

Desember 19, 2025
Daerah

Rowo Jombor Disiapkan Jadi Destinasi Ekowisata Tahunan, Gibran Tebar 50 Ribu Benih Ikan

Juli 9, 2025
SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)
Info

30 Tahun Kudatuli, Sekjen PDIP Desak Pemerintah Bongkar Kasus hingga Tuntas: Jangan Tutup Mata!

Juli 27, 2026
WAYANG ORANG--Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti (tengah) menghadiri peringatan HUT ke-89 Wayang Orang Ngesti Pandowo di TBRS, Sabtu (18/7/2026) malam. (ist)
Info

Wali Kota Semarang Siapkan Pentas Rutin Wayang Ngesti Pandowo di TBRS

Juli 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?