Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Adakah Vaksin Hantavirus?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Adakah Vaksin Hantavirus?

Di tengah dunia medis yang terus berlomba menciptakan vaksin untuk berbagai penyakit menular, hantavirus justru masih jadi teka-teki yang belum benar-benar selesai. Banyak orang mengira semua virus sekarang sudah ada vaksinnya, apalagi setelah era pandemi membuat teknologi kesehatan melesat cepat.

Nugroho P.
Last updated: Mei 15, 2026 4:08 pm
By Nugroho P.
8 Min Read
Share
ilustrasi Hantavirus. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA –Nama hantavirus memang belum sepopuler flu, COVID-19, atau demam berdarah yang tiap tahun ramai dibicarakan. Tapi begitu muncul kasusnya, apalagi sampai ada korban meninggal dunia, para ahli kesehatan langsung pasang alarm serius. Virus ini memang tergolong langka, namun efeknya bisa ganas dan berkembang sangat cepat kalau telat dikenali.

Di tengah dunia medis yang terus berlomba menciptakan vaksin untuk berbagai penyakit menular, hantavirus justru masih jadi teka-teki yang belum benar-benar selesai. Banyak orang mengira semua virus sekarang sudah ada vaksinnya, apalagi setelah era pandemi membuat teknologi kesehatan melesat cepat. Faktanya, hantavirus sampai sekarang belum punya vaksin global yang benar-benar dipakai luas di seluruh dunia.

Kondisi ini bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa virus yang berbahaya justru belum punya perlindungan vaksin yang jelas? Padahal tingkat kematiannya tidak bisa dianggap remeh. Beberapa jenis hantavirus bahkan punya fatalitas mencapai 30 sampai 40 persen pada kasus tertentu.

Buat memahami kenapa vaksinnya belum tersedia secara luas, orang perlu tahu dulu seperti apa hantavirus bekerja. Virus ini berasal dari kelompok Hantaviridae dan biasanya menyebar lewat hewan pengerat, terutama tikus liar. Penularannya sering terjadi saat manusia menghirup udara yang sudah tercemar urine, air liur, atau kotoran tikus yang membawa virus.

Yang bikin menyeramkan, banyak orang tidak sadar kapan mereka terpapar. Virus bisa beterbangan di udara ketika seseorang membersihkan gudang lama, loteng, atau ruangan tertutup yang ternyata jadi sarang tikus. Jadi bukan cuma soal digigit tikus, tapi justru partikel kecil di udara yang diam-diam masuk ke tubuh.

Saat virus berhasil menginfeksi manusia, gejalanya sering mengecoh karena mirip penyakit biasa. Awalnya penderita hanya merasa demam, pegal, lemas, atau nyeri otot seperti flu ringan. Namun pada sebagian kasus, kondisinya bisa berubah drastis hanya dalam waktu singkat.

Beberapa strain hantavirus diketahui dapat memicu dua penyakit berat. Yang pertama adalah hemorrhagic fever with renal syndrome atau HFRS yang banyak ditemukan di Asia dan Eropa. Penyakit ini menyerang ginjal dan bisa menyebabkan gangguan serius pada tubuh.

Jenis kedua adalah hantavirus pulmonary syndrome atau HPS yang lebih sering ditemukan di kawasan Amerika. Tipe inilah yang dikenal sangat berbahaya karena menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Banyak pasien awalnya terlihat baik-baik saja, lalu mendadak mengalami sesak napas berat hingga gagal napas.

Meski kasusnya relatif jarang dibanding penyakit menular lain, para ahli tetap menaruh perhatian besar terhadap hantavirus. Penyebabnya sederhana, virus ini punya kombinasi yang bikin ngeri: gejalanya samar di awal, berkembang cepat, dan tingkat fatalitasnya tinggi.

Sampai sekarang memang belum ada vaksin hantavirus yang tersedia secara global dan direkomendasikan luas oleh organisasi kesehatan internasional seperti World Health Organization. Jadi kalau seseorang datang ke rumah sakit lalu bertanya soal vaksin hantavirus, kemungkinan besar jawabannya masih belum tersedia.

Meski begitu, bukan berarti para ilmuwan gagal total menciptakan vaksin. Beberapa negara ternyata sudah punya vaksin lokal yang digunakan secara terbatas untuk kelompok tertentu yang dianggap berisiko tinggi terkena infeksi hantavirus.

China misalnya, sudah menggunakan vaksin hantavirus inaktif sejak awal tahun 1990-an. Vaksin ini dipakai terutama untuk mencegah HFRS yang dipicu oleh strain Hantaan virus dan Seoul virus. Biasanya vaksin diberikan kepada pekerja pertanian, tentara, atau kelompok yang sering terpapar lingkungan rawan tikus.

Korea Selatan juga mengembangkan vaksin bernama Hantavax yang sempat dikenal sebagai salah satu vaksin hantavirus komersial pertama di dunia. Fokus utamanya sama, yaitu mencegah infeksi HFRS yang cukup banyak ditemukan di kawasan Asia Timur.

Sayangnya, efektivitas jangka panjang vaksin-vaksin tersebut masih jadi bahan perdebatan ilmiah. Beberapa penelitian memang menunjukkan tubuh bisa membentuk antibodi setelah vaksinasi, tetapi perlindungannya belum selalu stabil dalam jangka panjang.

Itulah sebabnya vaksin-vaksin itu belum diakui sebagai standar internasional. Banyak ilmuwan masih menilai data perlindungannya belum cukup kuat untuk dipakai secara global seperti vaksin influenza atau hepatitis.

Tantangan terbesar lain datang dari sifat hantavirus sendiri yang ternyata bukan cuma satu jenis virus. Ada banyak strain berbeda seperti Hantaan virus, Seoul virus, Andes virus, Puumala virus, hingga Sin Nombre virus yang punya karakteristik berbeda-beda di tiap wilayah dunia.

Membuat satu vaksin universal yang mampu melindungi semua strain jelas bukan pekerjaan gampang. Setiap jenis hantavirus punya perilaku dan pola infeksi yang berbeda, sehingga pengembangan vaksinnya jadi jauh lebih rumit dibanding virus lain yang lebih stabil.

Masalah berikutnya adalah jumlah kasus hantavirus relatif sedikit. Dari sisi industri farmasi, kondisi ini membuat pengembangan vaksin jadi kurang menarik secara bisnis karena biaya riset dan uji klinis sangat mahal, sementara target penerima vaksinnya tidak terlalu besar.

Namun paradoksnya, meski kasusnya jarang, dampaknya bisa sangat fatal. Karena itulah banyak peneliti tetap berusaha mencari formula vaksin yang lebih efektif dan lebih aman untuk digunakan luas di masa depan.

Saat ini salah satu teknologi yang paling banyak diteliti adalah vaksin DNA. Teknologi ini bekerja dengan membawa materi genetik tertentu agar tubuh manusia bisa memproduksi protein virus dan membangun sistem kekebalan sendiri.

Beberapa uji klinis awal menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Tubuh peserta penelitian diketahui mampu membentuk respons antibodi yang baik terhadap beberapa strain hantavirus, dan efek sampingnya juga dinilai cukup aman.

Selain vaksin DNA, ilmuwan kini mulai melirik teknologi mRNA yang sempat melejit saat pandemi COVID-19. Banyak peneliti percaya teknologi ini bisa jadi jalan baru untuk menciptakan vaksin hantavirus yang lebih cepat dikembangkan dan lebih fleksibel menghadapi banyak strain sekaligus.

Walau begitu, penelitian vaksin mRNA untuk hantavirus masih berada di tahap awal. Artinya masyarakat masih perlu waktu cukup panjang sebelum vaksin jenis ini benar-benar tersedia dan dipakai secara luas.

Sambil menunggu perkembangan vaksin, langkah pencegahan paling penting tetap berasal dari kebiasaan sehari-hari. Rumah perlu dijaga agar tidak jadi sarang tikus, makanan harus disimpan rapat, dan area kotor yang lama tertutup sebaiknya dibersihkan dengan cairan disinfektan, bukan langsung disapu kering.

Penggunaan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, loteng, atau ruangan berdebu juga sangat dianjurkan. Banyak kasus hantavirus justru terjadi karena seseorang tanpa sadar menghirup partikel virus yang beterbangan saat membersihkan area yang terkontaminasi tikus.

Sampai hari ini, hantavirus memang masih jadi ancaman yang diam-diam mengintai. Tidak terlalu sering muncul di berita, tapi ketika menyerang, dampaknya bisa serius. Karena itu, meski tergolong penyakit langka, hantavirus tetap bukan sesuatu yang layak disepelekan. (*)

You Might Also Like

2 Kali Dikasih Makanan Basi, SD Muhammadiyah 1 Temanggung Kapok: Tak Terima MBG Lagi

5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?

Gus Baha Bongkar Dzikir Langit Full, Malaikat Sampai Ngeluh Capek Nyatet Pahalanya

Mudik Seru, tapi Nahan Pipis Bisa Jadi Masalah

Aniaya Anak Sambil Rekam, Ayah Kandung Bejat Diciduk Polisi

TAGGED:hanta virusvaksin hanta virus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sst.. Libur Iduladha Bisa Panjang Kalau Pintar Ngatur Cuti

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Adakah Vaksin Hantavirus?

Sst.. Libur Iduladha Bisa Panjang Kalau Pintar Ngatur Cuti

Jangan Asal Konten, Aturan Saudi Buat Jemaah Ternyata Ketat Banget

Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Real Madrid dicukur 4 gol tanpa balas oleh PSG, dalam semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, di Stadion Metlife, New Jersey, Kamis (10/7/2025) dini hari WIB.
Sepak Bola

Madrid Menangis di Kaki Enrique, PSG Bantai Pasukan Xabi 4 Gol Tanpa Balas

Juli 10, 2025
Daerah

Pemkot Dorong Artefak Solo Pulang dari Belanda

Januari 27, 2026
Info

Apresiasi Kinerja Gubernur-Wakil Gubernur Jateng, Saleh: On The Track, tapi . . .

April 8, 2026
Terdakwa korupsi Bank BNI, Cik Mel (baju putih) menunduk sambil menangis saat dengar pembacaan tuntutan di pengadilan, Senin (13/10/2025). (bae)
Hukum

Cik Mel Merengek sampai Tersungkur di Depan Hakim, Dituntut 8,5 Tahun karena Korupsi

Oktober 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Adakah Vaksin Hantavirus?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?