Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Dorong Artefak Solo Pulang dari Belanda
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Pemkot Dorong Artefak Solo Pulang dari Belanda

Benda sejarah kadang nggak hilang, cuma nyasar. Dan di Loji Gandrung, obrolan santai berubah jadi misi: membawa pulang jejak masa lalu Solo yang lama singgah di negeri orang.

T. Budianto
Last updated: Januari 27, 2026 2:44 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SERAHKAN CINDERAMATA: Wali Kota Surakarta, Respati Ardi memberikan cinderamata berupa keris kepada Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen usai keduanya bertemu di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (27/1/2026). (Foto: Pemkot Surakarta)
SHARE

BACAAJA, SOLO– Wali Kota Surakarta Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (27/1/2026). Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan diplomatik, tapi jadi pintu masuk kerja sama budaya, termasuk upaya pengembalian artefak bersejarah asal Solo yang kini berada di Belanda.

Respati menyebut, Pemkot Solo dan Pemerintah Belanda memiliki visi yang sejalan: menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai pondasi masa depan kota.

Baca juga: Buruan Daftar! Siapa Tahu Kamu-lah Sebenarnya CEO yang Dicari Pemkot Solo

“Kami punya kesamaan visi soal sejarah Kota Solo. Hubungan dengan Belanda ini sudah lama dan erat. Ke depan, kami ingin membangun kerja sama, termasuk short course delapan minggu yang fokus pada sejarah, arsip negara, dan arsip-arsip sejarah,” kata Respati.

Program tersebut dirancang sebagai kemitraan budaya antara Pemerintah Kota Surakarta dan Belanda, dengan fokus pada pengelolaan arsip sejarah dan peninggalan budaya. Tak berhenti di kerja sama akademik, Respati juga mengungkapkan upaya serius Pemkot Solo untuk memulangkan artefak peninggalan sejarah asal Kota Bengawan yang saat ini berada di Belanda.

Surat Resmi

Artefak yang diupayakan kembali mencakup manuskrip kuno, arca, gamelan, tosan aji, berbagai jenis wayang, hingga koleksi sejarah lainnya. “Nanti kalau sudah kembali, artefak itu akan ditempatkan di Museum Radya Pustaka, untuk melengkapi koleksi peninggalan Solo seperti Canthik Rajamala, senjata, dan alat-alat tradisional,” jelasnya.

Respati menambahkan, Pemkot Solo telah berkirim surat resmi kepada Kedutaan Besar Belanda terkait permohonan pengembalian koleksi tersebut. “Ada barang-barang dari kolektor yang merupakan milik Kota Surakarta. Itu yang sedang kami mohonkan agar bisa kembali dan menjadi bagian dari Museum Radya Pustaka,” ujarnya.

Dubes Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga dan merawat sejarah Kota Solo, mengingat panjangnya relasi historis antara Belanda dan Surakarta.

Baca juga: Respati Siapkan Jalan Pemuda Solo Kuliah di Belanda

“Hubungan Belanda dan Solo sudah terjalin berabad-abad. Kami berbincang tentang bagaimana sejarah itu bisa digunakan untuk kebaikan masa depan,” kata Gerritsen.

Ia juga menyebut, pihaknya membahas keberadaan artefak di Belanda yang menyimpan informasi penting tentang sejarah Solo, serta peluang untuk mengakses dan mengelolanya secara kolaboratif. “Pertemuan ini sangat baik dan produktif,” imbuhnya.

Artefak boleh jauh-jauh merantau, tapi rumahnya tetap Solo. Tinggal menunggu waktu. Sejarah pulang, museum makin lengkap, dan masa lalu akhirnya bercerita di tempat yang seharusnya. (tebe)

You Might Also Like

Dicatut Jadi Bestie Pemerintah, Media Ramai-ramai Bantah Klaim Qodari

Pilot Malaysia Penyelundup 70.000 Ekstasi Terancam Hukuman Mati, Sudah Tiga Kali Beraksi

Wali Kota Agustina Serukan Doa Bersama untuk Kedamaian Kota Semarang

UMK Semarang Nggak Bisa Seenaknya, Semua Harus Ikut Aturan Pusat

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

TAGGED:artefak kunodubes belandaheadlinepemkot surakartarespati ardi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Respati Siapkan Jalan Pemuda Solo Kuliah di Belanda
Next Article Wali Kota Solo Respati Ardi hadiri momen sakral Tingalan Dalem Jumenengan ke-4 KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1/2026). Hadiri Jumenengan Mangkunegara X, Respati Gaspol Kolaborasi Budaya di Solo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Hidran Terkubur Cor, PDAM Gas Evaluasi

Januari 6, 2026
Info

Dari Anggrek ke Geopolitik: Megawati Diminta Turun Tangan Redam Panas Timur Tengah

April 11, 2026
PEDAGANG MENGELUH - Pedagang kecil di Pasar Ngaliyan mengeluhkan mahalnya kedelai impor sebagai harga bahan baku tempe. (dul)
Ekonomi

Rakyat Gak Butuh Dolar tapi Ukuran Tempe Jadi Kecil, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

Mei 26, 2026
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Info

MBG ‘Ngerampok’ 70 Persen Anggaran Pendidikan, JPPI Siapkan Gugatan ke MK

Desember 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Dorong Artefak Solo Pulang dari Belanda
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?