Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

Kalau biasanya ogoh-ogoh identik sama Bali, akhir pekan ini Semarang juga nggak mau kalah vibes-nya. Bukan cuma pawai biasa, tapi jadi ajang “show off” keberagaman, dari barongsai sampai warak ngendog, semua turun ke jalan dalam satu barisan.

T. Budianto
Last updated: April 24, 2026 12:24 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PAWAI OGOH-OGOH: Warga menyaksikan Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar Pemkot Semarang tahun lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang bakal kembali bikin jalanan jadi panggung budaya lewat Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar Minggu (26/4/2026). Acara ini jadi bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, tapi dikemas dengan sentuhan lintas budaya yang makin rame.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bilang tahun ini pawai terasa lebih “niat” karena ada dukungan dari berbagai daerah. Mulai dari PHDI Jepara, PHDI Kendal, sampai kelompok Beleganjur dari Yogyakarta ikut meramaikan.

Baca juga: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

“Selain itu, nanti juga ada penutup berupa sendratari Legenda Rawa Pening di Simpang Lima,” ujarnya. Yang bikin makin menarik, pawai ini nggak cuma soal ogoh-ogoh. Tapi juga jadi “parade keberagaman”.

Dalam satu rute, kamu bisa lihat berbagai elemen budaya tampil bareng, mulai dari rebana, angklung, kuda lumping, leak, barongsai, sampai warak ngendog khas Semarang.

Tiga Besar

Semangat yang diusung juga nggak main-main: Memayu Hayuning Bhawono (membuat dunia lebih harmonis), Memayu Hayuning Sesami (menjaga hubungan antar sesama), dan Memayu Hayuning Diri (introspeksi diri). Semua itu sejalan dengan capaian Semarang yang baru saja masuk tiga besar Kota Paling Toleran versi SETARA Institute tahun 2026.

Ribuan peserta bakal ikut meramaikan pawai yang dimulai pukul 14.00 WIB. Rutenya cukup ikonik: dari Balai Kota lewat Jalan Pemuda, melintasi Tugu Muda, lanjut ke Jalan Pandanaran, dan finish di Simpang Lima.

Baca juga: Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng

Dengan rute di jalan protokol, warga dipastikan bisa nonton dengan lebih leluasa, tinggal pilih spot terbaik buat menikmati “karnaval budaya” ini. Agustina juga ngajak semua warga, baik dari dalam maupun luar kota, buat ikut meramaikan. “Ini momentum buat merayakan keberagaman yang sudah jadi identitas Semarang,” katanya.

Di saat dunia sering ribut soal beda-beda, Semarang malah bikin panggung buat semua perbedaan tampil bareng. Ironisnya, kadang harmoni justru lebih gampang ditemuin di jalanan saat pawai… daripada di kolom komentar. (tebe)

You Might Also Like

BERITA DUKA: Wapres ke-6 Try Sutrisno Meninggal Dunia

Waspadai Kelelahan Otot saat MOBA

Seribu Mangrove, Seribu Harapan: Rotary Club Semarang Bimasena Satukan Komunitas Jaga Pesisir

Bupati Pati Sudewo Nongol di KPK, Ngaku Cuma Datang Tanpa Bawa Berkas

Gratis! 76 Bus Angkutan Balik Bawa Perantau Jateng Kembali ke Ibu Kota

TAGGED:agustina wilujengheadlinepawai ogoh-ogohpemkot semarag
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Misi Kas Hartadi: Selamatkan PSIS!
Next Article 15 Negara Siap Ramaikan Semarang Night Carnival 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Istimewa! Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Tahanan

DEADLINE SATU BULAN - Koordinator Jateng Guyub, Joko Priyanto, saat menyampaikan keterangan kepada awak media di depan Gubernuran, Jum'at (24/7/2026). (dul)

Jateng Guyub Kasih Waktu Sebulan: Aduan Tak Ada Tindak Lanjut, Kami Siapkan Aksi Massa Lebih Besar

TEMUI MASSA - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menemui massa aksi Jateng Guyub, Jumat (24/7/2026). (dul)

Kentongan Menggema di Gubernuran, Jateng Guyub: Tanda Situasi Darurat, Jangan Diabaikan!

AUDIENSI - Perwakilan massa aksi Jateng Guyub mengikuti audiensi dengan Pemprov Jateng, di sela-aksi aksi hari ketiga di Gubernuran, Jumat (24/7/2026). (dul)

Karimunjawa dalam Cengkraman Investor! Jateng Guyub: Hentikan Privatisasi Pulau

HARIMAU ANGGUN--Seekor harimau putih bernama Anggun milik Semarang Zoo mengalami luka terbuka pada leher sebelum dikabarkan mati. (ist)

Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Dugaan Kesalahan Anestesi Mencuat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Indonesia Kuasai Nomor Speed, Raih 2 Emas di Piala Dunia Panjat Tebing Krakow

Juli 7, 2025
Info

Kemenhub RI: 38,7 Juta Pemudik Masuk ke Jateng

Februari 26, 2026
Kepala Disbudpar Kota Semarang
Plesir

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Maret 28, 2026
PDIP lagi pasang formasi “Turtle Defense” di awal, tapi siap berubah jadi “Full Blitz Attack” kalau lawan lengah. Dan kembalinya Hasto itu bukan sekadar ganti Sekjen, tapi langkah pertama buat nyusun “Operation Comeback 2029.”
Politik

Kader Banteng Tetap Serahkan Koin Patungan meski Hasto Sudah Bebas, Untuk Apa?

Agustus 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?