Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng

Di tengah hiruk-pikuk kota dan rutinitas harian, ada satu momen yang mengingatkan bahwa budaya bukan cuma warisan, tapi juga cara orang-orang tetap saling terhubung. Tahun ini, perayaan Cap Go Meh tingkat Jateng bakal digelar di Semarang, tepatnya di kawasan Manyaran, Minggu (15/3/2026). Bukan cuma soal lampion dan barongsai, tapi juga tentang merayakan keberagaman yang hidup berdampingan.

T. Budianto
Last updated: Maret 14, 2026 8:39 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
AUDIENSI GEMA SADHANA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menerima audiensi DPD Gema Sadhana Jawa Tengah di ruang kerjanya, Jumat (13/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Ketua DPD Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto mengatakan perayaan Cap Go Meh 2026 dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas komunitas sekaligus simbol persatuan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (13/3/2026).  Menurut Hocking, acara tersebut akan melibatkan berbagai komunitas dari seluruh Jawa Tengah, mulai dari pengurus kelenteng hingga vihara Tri Dharma.

“Kami mengundang seluruh pengurus kelenteng dan vihara Tri Dharma se-Jawa Tengah, serta paguyuban suku marga Tionghoa di Jawa Tengah. Harapannya acara ini menjadi simbol persatuan dan harmoni Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Meriah! Solo Pamer Barongsai sampai Dramatari Jawa di Festival Imlek Nasional

Ia menambahkan, perayaan Cap Go Meh tahun ini membawa semangat harmoni budaya Nusantara serta mempererat hubungan antar komunitas agama dan budaya di wilayah tersebut. Menariknya, kegiatan ini menjadi kali pertama Cap Go Meh diselenggarakan pada level provinsi oleh Gema Sadhana.

Karena itu, pihak panitia juga berharap kehadiran Gubernur Jateng untuk ikut meramaikan acara tersebut. Menanggapi undangan itu, Ahmad Luthfi langsung merespons santai namun tegas. “Oke, saya datang. Apalagi yang perlu Pemprov dukung?” kata Luthfi.

Potensi Budaya

Dalam pertemuan tersebut, Gema Sadhana juga menyampaikan potensi budaya lain yang ada di Jawa Tengah, salah satunya keberadaan kelenteng bersejarah di wilayah Welahan, Kabupaten Jepara.

Kelenteng tersebut disebut telah berdiri sekitar 400 tahun dan dikenal sebagai tempat pengobatan tradisional. Bahkan, menurut cerita masyarakat setempat, pahlawan nasional RA Kartini pernah berobat di tempat itu saat masih kecil. Mendengar cerita tersebut, Gubernur Luthfi meminta agar lokasi tersebut segera diusulkan menjadi cagar budaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng, Hanung Triyono menegaskan pihaknya siap mendukung kegiatan budaya lintas komunitas seperti perayaan Cap Go Meh.

Baca juga: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Menurutnya, keberadaan berbagai komunitas budaya dan aliran kepercayaan merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Jawa Tengah yang harus terus dirawat. “Ke depan akan kami optimalkan dari sisi kebudayaan. Kalau bisa berkelanjutan, kegiatan seperti ini bisa dimasukkan dalam agenda tahunan,” katanya.

Di negeri yang sering ribut soal perbedaan, acara seperti Cap Go Meh justru mengingatkan hal sederhana: kadang yang dibutuhkan bukan debat panjang soal toleransi, cukup duduk bareng, makan bareng, nonton barongsai bareng… dan sadar kalau perbedaan itu ternyata nggak seseram yang sering dibayangkan. (tebe)

You Might Also Like

Mainan Anak Buatan Kendal Tembus Pasar Amerika

Luthfi Ikut Ngegas di Jogja Marathon 2026

Saleh Minta Koperasi Merah Putih Jadi “Warung Besar” Produk Desa

Jateng Nggak Kaleng-Kaleng: 43 Medali Dibawa Pulang dari Thailand

Petani Tebu Blora Tak Mau Panennya Berakhir Jadi Cerita

TAGGED:cap go mehgema sadhanapemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tangkapan layar dari CCTV memperlihatkan genangan air menutupi jalan di Banyumanik, Kota Semarang, Sabtu (14/03/2026). (ist) Semarang Diguyur Hujan Lebat, Banyumanik Diterjang Banjir
Next Article Menteri HAM, Natalius Pigai. Pegawai Kementrian HAM, Gugat Menteri Pigai, Nah Loh…..

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bukan Soal Agama, Ini Alasan Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji

Wamenhaj Buka Peluang Warga Non-Muslim Terlibat dalam Pelayanan Haji

SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

MA Batalkan Suket, Budi Arie Projo Tegaskan Gibran Gak akan Mundur

Kalah di Perak, Kota Semarang Harus Puas Jadi Runner-up Xiangqi Porprov 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pengunjung antusias melihat hewan baru di Semarang zoo Selasa (23/12/2025). (dul)
Plesir

Kesaksian Pengunjung Semarang Zoo: Makin Rapi, Satwa Tampak Lebih Sehat

Januari 26, 2026
Pengendara motor berhenti di depan pintu masuk wisata air hangat Nglimut, Rabu (14/22026). (dul)
Plesir

Menengok Nglimut di Kendal, Tempat Favorit Warga Rehat Sejenak dari Penatnya Aktivitas

Februari 9, 2026
Info

Kursi Komisioner KI Jateng Dibuka

Agustus 11, 2026
Pendidikan

Gus Yasin: Madrasah Jangan Cuma Ajar Ilmu, Tapi Bentengi Iman Anak

Juli 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?