Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Soal Agama, Ini Alasan Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Soal Agama, Ini Alasan Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji

Nugroho P.
Last updated: November 2, 2026 6:21 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Peluang warga non-Muslim ikut terlibat dalam pelayanan jemaah haji mulai dibuka Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Gagasan ini bukan untuk mengubah ketentuan ibadah haji, melainkan memperluas ruang kolaborasi sekaligus membawa semangat toleransi ke dalam pelayanan publik.

Contents
Sulawesi Utara Jadi Langkah AwalIbadahnya Khusus, Pelayanannya Bisa Melibatkan Semua

Kementerian menilai urusan melayani jemaah tidak harus selalu dibatasi oleh latar belakang agama petugasnya. Selama tugas yang dijalankan sesuai kebutuhan pelayanan, masyarakat dari berbagai keyakinan punya kesempatan untuk ikut berkontribusi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, Indonesia memiliki kekayaan keberagaman yang seharusnya tercermin dalam berbagai sektor kehidupan. Karena itu, penyelenggaraan haji juga bisa menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi orang untuk saling membantu.

“Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya,” ujar Dahnil mengutip keterangan resmi, Minggu (1/11/2026).

Menurut Dahnil, ada alasan penting di balik gagasan tersebut, yakni membuat toleransi tidak berhenti sebatas ucapan. Nilai kebinekaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan membuka kesempatan bekerja sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai, semangat kemanusiaan dan persaudaraan bisa menjadi jembatan bagi warga yang berbeda agama. Dengan begitu, pelayanan haji tidak hanya menjadi urusan satu kelompok, tetapi juga bisa mendapat dukungan dari berbagai elemen bangsa.

Sulawesi Utara Jadi Langkah Awal

Sebagai tahap awal, Dahnil meminta jajarannya mendorong keterlibatan masyarakat lintas agama di Sulawesi Utara. Daerah ini menjadi salah satu contoh wilayah dengan kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang keyakinan beragam.

Warga Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan kelompok agama lainnya diharapkan bisa ikut mengambil bagian dalam mendukung pelayanan haji di daerah tersebut.

“Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.

Dahnil berharap gagasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi program di satu daerah. Jika berjalan baik, semangat kolaborasi lintas agama itu diharapkan bisa menjadi gambaran pelayanan haji yang lebih inklusif di berbagai wilayah Indonesia.

Ibadahnya Khusus, Pelayanannya Bisa Melibatkan Semua

Dahnil juga menegaskan bahwa pelibatan masyarakat non-Muslim tidak mengubah hakikat ibadah haji. Haji tetap menjadi kewajiban keagamaan yang hanya diperuntukkan bagi umat Islam.

Namun, urusan mendukung dan membantu pelayanan jemaah memiliki ruang yang lebih luas. Masyarakat dari agama lain tetap bisa memberikan kontribusi kemanusiaan sesuai kebutuhan tugas yang tersedia.

Melalui gagasan ini, Kemenhaj ingin menunjukkan bahwa perbedaan agama bukan alasan untuk membatasi kerja sama. Sebaliknya, pelayanan haji diharapkan bisa menjadi salah satu contoh bahwa toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong dapat berjalan beriringan di tengah keberagaman Indonesia. (*)

You Might Also Like

Semua SPPG di Jateng Dicek Kejaksaan, Termasuk yang Dikelola Polri: “Nggak Ada Pilih-Pilih”

Notaris Diawasi, Warga Dapat Kepastian Hukum

Kiai Ashari Pati Buron: Polisi Kemarin Gak Nahan Katanya Kooperatif, Sekarang Sibuk Nyari

Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai

BNN: 50 Nyawa Hilang Tiap Hari Gara-Gara Narkoba

TAGGED:Dahnil Anzar Simanjuntaknon muslimpetugas hajiwamenhaj
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wamenhaj Buka Peluang Warga Non-Muslim Terlibat dalam Pelayanan Haji
Next Article Siapa Sih AKBP Netty Rosdiana? Polwan Berprestasi yang Pilih Mundur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ijazah SMK Belum Cukup, Ini 6 Biang Pengangguran

Siapa Sih AKBP Netty Rosdiana? Polwan Berprestasi yang Pilih Mundur

Bukan Soal Agama, Ini Alasan Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji

Wamenhaj Buka Peluang Warga Non-Muslim Terlibat dalam Pelayanan Haji

SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BBM NAIK: Pengendara motor berhenti di dekat papan informasi harga BBM di SPBU Sampangan. (bae)
Info

Cegah Inflasi Imbas Kenaikan BBM, Saleh Minta Pemda Gercep Lakukan Intervensi

Juni 15, 2026
Kegiatan pelayanan perijinan (investasi) di PTSP Jawa Tengah tetap berjalan lancar dan kondusif, Rabu (3/9/2025), meskipun pasca-dilanda demo. Foto: Bae
DaerahEkonomi

Investasi Jawa Tengah Tetap On Fire! Layanan Perizinan Jalan Terus Meski Demo Melanda

September 3, 2025
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Info

Menag Bikin Pernyataan Mengejutkan saat Muktamar NU Berlangsung, Tiba-tiba Mundur dari Bursa Ketum

Agustus 28, 2026
JALANI HUKUMAN--Warga binaan Lapas Perempuan Semarang beraktivitas di area blok Cut Nyak Dhien. (bae)
Hukum

Bupati Pekalongan Gak Diistimewakan, Fadia Arafiq Dipindah ke Lapas Semarang

Juli 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Soal Agama, Ini Alasan Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?