Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wamenhaj Buka Peluang Warga Non-Muslim Terlibat dalam Pelayanan Haji
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Wamenhaj Buka Peluang Warga Non-Muslim Terlibat dalam Pelayanan Haji

Nugroho P.
Last updated: November 2, 2026 6:16 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pelayanan jemaah haji Indonesia ke depan berpeluang melibatkan masyarakat lintas agama. Kementerian Haji dan Umrah membuka ruang bagi warga non-Muslim untuk ikut mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan pelayanan jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

Contents
Sulawesi Utara Jadi Contoh Kolaborasi Lintas AgamaIbadah Haji Tetap Khusus Umat Islam

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, pelayanan publik seharusnya tidak dibatasi oleh perbedaan keyakinan. Selama tugas yang diberikan sesuai kebutuhan, masyarakat dari berbagai latar belakang agama bisa bekerja bersama demi memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Gagasan ini sekaligus ingin menunjukkan bahwa keberagaman Indonesia bukan sekadar slogan. Nilai toleransi bisa diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk ketika umat berbeda agama saling membantu dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dahnil menyebut, warga Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, hingga pemeluk agama lainnya berpeluang dilibatkan sebagai bagian dari petugas pendukung pelayanan haji.

“Fokus kita adalah memastikan jamaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya,” ujar Dahnil dalam keterangannya yang dikutip Antara.

Menurutnya, Indonesia punya modal sosial yang kuat untuk membangun kolaborasi semacam ini. Keberagaman agama dan budaya yang hidup di tengah masyarakat justru bisa menjadi kekuatan dalam memberikan pelayanan kepada sesama.

Dahnil menegaskan, toleransi tidak cukup hanya ditunjukkan lewat sikap saling menghormati. Lebih dari itu, nilai kebinekaan perlu diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sulawesi Utara Jadi Contoh Kolaborasi Lintas Agama

Dahnil mencontohkan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang punya kehidupan masyarakat dengan keberagaman agama cukup kuat. Kondisi tersebut dinilai cocok untuk menjadi salah satu tempat penerapan gagasan pelibatan masyarakat lintas agama dalam pelayanan haji.

Ia mengaku sudah meminta jajaran terkait untuk mendorong keterlibatan warga dari berbagai latar belakang keyakinan dalam mendukung pelayanan jemaah haji di wilayah tersebut.

“Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.

Dahnil berharap, langkah tersebut nantinya tidak berhenti sebagai program kerja sama di tingkat daerah. Pelibatan masyarakat lintas agama diharapkan bisa berkembang menjadi praktik kebersamaan yang diterapkan secara lebih luas di seluruh Indonesia.

Ibadah Haji Tetap Khusus Umat Islam

Dahnil memahami bahwa ibadah haji merupakan kewajiban keagamaan yang hanya dijalankan oleh umat Islam. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak berarti seluruh aspek pelayanan dan dukungan kemanusiaan harus dikerjakan oleh orang dengan keyakinan yang sama.

Masyarakat non-Muslim tetap bisa berkontribusi dalam tugas-tugas pendukung sesuai kebutuhan penyelenggaraan haji. Prinsipnya, pelayanan kepada jemaah menjadi kepentingan bersama yang bisa melibatkan siapa saja tanpa memandang latar belakang agama.

Melalui gagasan ini, Kementerian Haji dan Umrah ingin memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling membantu. Justru dari kerja sama tersebut, semangat toleransi dan persatuan diharapkan semakin terasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

You Might Also Like

Pasar Belik Pemalang Lagi-Lagi Dilalap Api

Sistem Voor Bikin Panas! Ceqiu Cup I 2025 Jadi Ajang Adu Mental Pebiliar

Lepas Keberangkatan Perdana Driver Profesional ke Jepang, JIDS: Butuh 10.000 Tiap Tahun

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

TAGGED:hajiheadlinenon muslimpelayanan hajiwamenhaj
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026). PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!
Next Article Bukan Soal Agama, Ini Alasan Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ijazah SMK Belum Cukup, Ini 6 Biang Pengangguran

Siapa Sih AKBP Netty Rosdiana? Polwan Berprestasi yang Pilih Mundur

Bukan Soal Agama, Ini Alasan Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji

Wamenhaj Buka Peluang Warga Non-Muslim Terlibat dalam Pelayanan Haji

SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Lapas Purwodadi Razia Blok Hunian, 20 Orang Jalani Tes Urine

September 22, 2026
Info

Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026

Januari 8, 2026
Info

Silayur Lagi-Lagi Bikin Drama, Pemkot: Sopir Nggak Bisa Modal Nekat

Mei 13, 2026
PEMBURU MOMEN - Sejumlah orang menunggu untuk mengabadikan momen di pinggir Jalan Untung Suropati, Semarang, saat menjelang senja, Selasa (7/7/2026). (dul)
Info

Kisah Street Photographer, Pemburu Momen di Pinggir Jalan Semarang

Juli 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wamenhaj Buka Peluang Warga Non-Muslim Terlibat dalam Pelayanan Haji
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?