BACAAJA, PEMALANG – Kabar mengejutkan datang dari kawasan Pasar Belik, Kabupaten Pemalang, Sabtu (29/8/2026) sore. Ketika aktivitas warga masih berjalan dan langit mulai berubah gelap, api tiba-tiba berkobar dari area pasar.
Asap dan kobaran api terlihat cukup jelas dalam sebuah video berdurasi sekitar 28 detik yang beredar. Sejumlah pedagang pun langsung bergerak cepat, berusaha menjauhkan gerobak dan barang dagangan dari lokasi yang mulai didekati api.
Suasana di sekitar pasar sempat terlihat ramai. Kendaraan masih melintas di jalan, sementara warga dan pedagang berupaya menyelamatkan barang yang dianggap masih bisa diamankan dari kawasan terdampak.
Dalam rekaman tersebut, sumber suara menyebut lokasi api berada di sisi selatan pasar. Informasi lain yang dihimpun menyebut kobaran api diduga berasal dari sisi timur bangunan pasar.
Api disebut cukup cepat merembet dan membakar sejumlah kios serta bangunan yang berada di kawasan pasar. Kondisi ini membuat upaya pemadaman harus dilakukan secepat mungkin agar api tidak menjalar lebih luas.
Bantuan pemadaman juga datang dari Kabupaten Purbalingga. Dua mobil tangki pemadam kebakaran milik BPBD Purbalingga diterjunkan untuk membantu petugas yang menangani kebakaran di Pasar Belik.
Sekretaris BPBD Purbalingga, Aris Mulyanto, mengatakan petugas dari wilayahnya sudah dikirim ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.
“Petugas BPBD Purbalingga sudah diterjunkan ke lokasi kebakaran Pasar Belik untuk membantu memadamkan api,” kata Aris, seperti dikutip dari Serayu News.
Kebakaran kali ini menjadi perhatian karena bukan pertama kalinya Pasar Belik dilanda kejadian serupa. Pasar tersebut sebelumnya pernah mengalami kebakaran besar pada Jumat malam, 22 Maret 2024.
Saat kejadian pada 2024 itu, api menghanguskan 108 kios dan 450 los pedagang. Besarnya dampak kebakaran membuat banyak pedagang harus kehilangan tempat usaha dan sumber penghasilan mereka.
Kini, sekitar dua tahun setelah kejadian tersebut, kebakaran kembali muncul di kawasan Pasar Belik. Bagi pedagang, situasi seperti ini tentu bikin panik karena tempat berjualan dan barang dagangan menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi mereka sehari-hari.
Sejumlah pedagang terlihat berusaha mengamankan gerobak maupun barang dagangan yang masih memungkinkan untuk dipindahkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian jika api semakin meluas.
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah kios atau bangunan yang terdampak kebakaran kali ini. Besaran kerugian juga masih belum diketahui.
Informasi mengenai penyebab pasti kebakaran pun masih menunggu penjelasan dari pihak berwenang. Begitu juga dengan ada atau tidaknya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan api bisa dikendalikan. Kondisi bangunan di sekitar pasar juga menjadi perhatian agar kobaran tidak kembali menjalar.
Kebakaran Pasar Belik ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan yang dipenuhi bangunan dan aktivitas perdagangan. Apalagi, pasar menjadi salah satu titik yang cukup padat dengan keberadaan kios, los, barang dagangan, serta aktivitas warga.
Pedagang dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi diharapkan mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas. Warga juga diminta tidak mendekati area kebakaran jika tidak memiliki kepentingan agar proses pemadaman bisa berjalan lebih lancar.
Perkembangan mengenai kondisi Pasar Belik dan dampak kebakaran masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait. Yang paling penting, api segera benar-benar padam dan kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. (*)

