Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Luthfi: Jangan Cuma Lulus, Peserta PKN Harus Bawa Terobosan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Luthfi: Jangan Cuma Lulus, Peserta PKN Harus Bawa Terobosan

Ikut pelatihan kepemimpinan lalu pulang hanya membawa sertifikat? Bagi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi itu sudah bukan zamannya.

T. Budianto
Last updated: Agustus 3, 2026 8:39 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
MEMBUKA PKN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Dalam arahannya, Luthfi menegaskan pelatihan kepemimpinan tidak boleh berhenti sebagai formalitas atau sekadar syarat menduduki jabatan. Menurutnya, peserta harus mampu membawa perubahan setelah kembali ke instansi masing-masing.

“Harapannya setelah adanya PKN, dia pulang ke provinsi atau daerahnya bisa merubah daripada birokrasinya, atau mempunyai terobosan ide-ide kreatif, sehingga mereka akan lebih maju,” kata Luthfi.

Pelatihan tersebut diikuti 51 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota di sejumlah daerah Indonesia.

Peserta berasal dari Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Transmigrasi, BIN, Pemprov Jateng, Pemprov Riau, Kota Ambon, Kota Manado, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Rembang, Kabupaten Wonosobo, hingga Kabupaten Jepara.

Baca juga: Wow! Biaya Pelatihan Calon Manajer KDMP Rp45 Juta per Orang, Paling Gede untuk Latsarmil

Menurut Luthfi, keberagaman peserta menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi lintas daerah dan instansi.

Ia juga mengingatkan bahwa memimpin bukan sekadar memahami teori, tetapi bagaimana mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi persoalan di lapangan. “Banyak teori kepemimpinan di tempat kita, tetapi bagaimana kita bisa mendengar, melihat, dan bekerja. Jadi yang paling efektif,” ujarnya.

Di tengah tantangan fiskal dan dinamika geopolitik global, Luthfi menilai seorang pemimpin harus mampu menghadirkan inovasi. Ia menolak pola kepemimpinan yang mengandalkan satu orang sebagai “superman”.

Perkuat Kolaborasi

Sebaliknya, menurutnya, keberhasilan pemerintahan hanya bisa dicapai melalui kerja tim yang solid atau super team dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintah desa.

Sebagai contoh, Luthfi menyebut keberhasilan Jateng mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Pada 2025, produksi gabah Jawa Tengah mencapai sekitar 9,5 juta ton atau berkontribusi hampir 15,6 persen terhadap kebutuhan pangan nasional.

Menurutnya, capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa kerja sama seluruh pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah. Model kolaborasi serupa, lanjutnya, juga dibutuhkan dalam pengembangan sektor pariwisata, ekonomi hijau, hingga penyelesaian berbagai persoalan pembangunan lainnya.

Luthfi berharap seluruh peserta mampu menunjukkan transformasi kepemimpinan setelah menyelesaikan pelatihan. “Karena ini adalah sekolah kepemimpinan, minimal dia harus mempunyai transformasi kepemimpinan. Banyak teori-teori kepemimpinan, tergantung bagaimana mereka nanti bersikap dan bertindak di lapangan,” pungkasnya.

Baca juga: Bupati Amel Tegaskan Komitmen ASN Baru: Bukan Sekadar Status, Tapi Amanah Pelayanan

Sementara itu, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Lembaga Administrasi Negara, Erna Erawati menegaskan, ada tiga kemampuan utama yang harus dimiliki pemimpin masa kini, yakni adaptif, berorientasi pada dampak, dan mampu berkolaborasi.

Menurutnya, masyarakat tidak lagi melihat banyaknya program yang dibuat pemerintah, tetapi lebih menilai apakah persoalan mereka benar-benar selesai.

“Masyarakat sering kali tidak menanyakan berapa banyak programnya. Masyarakat hanya menginginkan masalahnya selesai. Mereka menginginkan kehadiran negara yang benar-benar memiliki dampak atau makna bagi masyarakat,” katanya.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ayodhia GL Kalake, Sekretaris BPSDM Kemendagri Afrijal Dahrin DJ, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan pemerintah daerah.

Di dunia birokrasi, sertifikat memang bisa dipajang di dinding. Tapi yang benar-benar diingat masyarakat bukan bingkainya, melainkan apakah setelah pelatihan, pelayanan ikut berubah atau tetap jalan di tempat. (tebe)

You Might Also Like

Ratusan Siswa di Banyumas Diduga Keracunan Menu MBG, Distribusi Dihentikan Sementara

Jembatan Gantung Pangandaran yang Ambruk saat Diresmikan Dibangun TNI AD, Dandim Minta Maaf

Surat Cinta dari Pemuda Semarang untuk Wali Kota

Gas Melon Mendadak Seret, Pemkab Turun Cek

Polisi Tangkap 7 Pemilik Akun Medsos Diduga Provokasi Demo Ricuh

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepelatihan kepemimpinanpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi banjir yang menghanyutkan kayu gelondongan. Padang Diterjang Banjir Bandang, Kayu Gelondongan Ikut Hanyut ke Permukiman
Next Article Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau TPA Putri Cempo, Senin (11/2/2026). Sampah Soloraya Bikin Investor AS Kepincut

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist)

Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor

Politikus PDIP yang kini menjabat sebagai Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Bupati Afif Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM Wonosobo Melek AI

Sudahkah Pejabat Merasakan Transportasi Publik?

Tangisan Bayi Pecah di Garasi, Ada Pesan Menyentuh

Presiden Prabowo Subianto. (ist)

Prabowo Panggil Bos BI dan Danantara, Bahas Apa?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jatim, roboh.
Info

Tragedi Al Khoziny Menguak Fakta: dari 42.433 Ponpes Cuma 50 yang Punya Izin Bangunan

Oktober 6, 2025
Hukum

Polisi Musnahkan 67 Kilo Bahan Petasan

Februari 21, 2026
Foto dokumentasi pernikahan Pratama Arhan dan Azizah Salsha.
Unik

Diterpa Isu Perselingkuhan, Pratama Arhan Ternyata Sudah Gugat Cerai Anaknya Andre Rosiade

Agustus 25, 2025
DIGUYUR HUJAN: Area TPA Jatibarang Semarang basah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (8/10/2026) malam. (ist)
Info

Kebakaran TPA Jatibarang Gak Padam Diguyur Hujan, Masih Ada 2 Titik Asap

Oktober 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Luthfi: Jangan Cuma Lulus, Peserta PKN Harus Bawa Terobosan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?