Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal

Warga mungkin sudah nunggu-nunggu, tapi dana Rp25 juta per RT di Semarang belum juga mendarat. Bukan dibatalkan, tapi lagi “ditahan sebentar” karena aturan mainnya masih digodok.

T. Budianto
Last updated: April 20, 2026 5:11 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pencairan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Rp25 juta per RT di Kota Semarang tak kunjung cair.  Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut pencairan harus menunggu aturan Peraturan Wali Kota (Perwal) selesai dulu.

Saat ini, Pemkot sedang ngebut menyusun Perwal tersebut. Targetnya, aturan ini bisa rampung dalam waktu sekitar tiga minggu ke depan. Di tengah pembahasan anggaran BOP RT yang mencapai Rp265,7 miliar di DPRD, Agustina menegaskan bahwa regulasi jadi kunci sebelum dana benar-benar bisa dicairkan ke RT.

Meski begitu, ia memastikan program BOP tetap jalan dan tidak dihentikan. Hanya saja, pencairannya memang harus menunggu payung hukum yang sedang disiapkan.

Baca juga: Kapan Bantuan Operasional RT 2026 Cair? Ini kata Wali Kota Semarang

“Kami hanya perlu menyempurnakan aturan agar lebih fleksibel ke depan,” ujar Agustina dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026). Dia ingin dana BOP RT tidak hanya untuk administrasi, tapi juga bisa dirasakan langsung warga untuk pembenahan lingkungan.

Agustina menegaskan, penyusunan Perwal ini bukan berarti program sebelumnya bermasalah. Justru, ini jadi bentuk respons Pemkot atas masukan warga yang ingin aturan lebih luwes.

Selama ini, ada sejumlah usulan dari masyarakat terkait penggunaan dana BOP. Misalnya, agar dana bisa dipakai untuk kebutuhan pembangunan ringan di lingkungan.

Ujung Tombak

“Kami menyerap masukan. Ada yang ingin dana ini bisa dipakai untuk membeli pasir atau semen untuk perbaikan drainase kecil. Itu sedang kami kaji. Tapi jangan sampai tumpang tindih dengan kewenangan dinas teknis. Yang jelas, esensi program tetap sama: memperkuat RT sebagai ujung tombak,” jelas Agustina.

Menurutnya, fleksibilitas ini penting supaya dana benar-benar bisa menjawab kebutuhan riil warga di lapangan. Namun, tetap harus ada batasan agar tidak berbenturan dengan program dinas lain.

Di sisi lain, Agustina juga menyoroti capaian program BOP sejauh ini. Dengan tingkat serapan mencapai 95,6 persen, ia menilai program ini sudah berjalan cukup baik.

Tak hanya dari sisi angka, manfaatnya juga mulai terlihat di masyarakat. Kegiatan warga makin hidup dan lingkungan perlahan ikut tertata. Karena itu, Pemkot ingin memastikan ke depan program ini makin optimal. Salah satunya lewat penyempurnaan aturan agar penggunaan dana lebih tepat sasaran.

Baca juga: Bantuan Operasional RT Sisa, Fraksi PDIP Buka Suara

Dengan kondisi tersebut, pencairan BOP RT 2026 masih harus bersabar. Pemkot memilih merapikan aturan dulu, baru kemudian dana digelontorkan ke masyarakat.

Dana sudah ada, niat juga jelas, tinggal aturan yang belum selesai ditulis. Kadang, yang bikin lama bukan uangnya, tapi cara supaya uang itu nggak bikin ribet di belakang hari. (bae)

You Might Also Like

Rakyat Kena Prank! Uya Kuya Lolos, Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Cuma Berhenti Sementara!

BRIN: Enam Kota/Kab di Jateng Masuk Daftar Paling Maju di Indonesia

Kacau Nih, Pejabat Klaten Bancakan Duit Sewa Plasa

Banjir Sudah Surut, Trauma Belum: Pemprov Fokus Nenangin Warga

Chaos di Banyumas! Massa Demo Jebol Gerbang Pendopo, Dinding Dicoret-coret

TAGGED:bantuan rtheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Musisi Muda Semarang Kuasai Panggung Christopherus Band & Bass Competition
Next Article Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri

LAUTAN SAMPAH --Gunungan sampah tampak menjulang di kawasan TPA Jatibarang, Semarang. (ist)

85 Investor Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun di Semarang

TAHANAN KASUS KORUPSI - Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijo, ditahan terkait kasus korupsi BUMD Cilacap. Widi menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014. (ist)

Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Khotbah Idulfitri, Prof Rozihan: “Takwa Level Tinggi Itu Dermawan”

Maret 20, 2026
Info

Masuk SIPSS Nggak Bisa Pakai Jalan Pintas

Januari 23, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Bertekad Revans

Januari 30, 2026
Ekonomi

Pemprov Fokus Benahi Jalur Logistik Laut

Mei 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?