Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Musisi Muda Semarang Kuasai Panggung Christopherus Band & Bass Competition
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Musisi Muda Semarang Kuasai Panggung Christopherus Band & Bass Competition

Semarang lagi nggak kehabisan energi kreatif. Dua hari penuh, suara gitar, drum, dan dentuman bass ngegas di Uptown Mall, BSB, Mijen. Bukan konser biasa, tapi ajang pembuktian anak-anak muda yang serius ngejar mimpi di dunia musik.

T. Budianto
Last updated: April 20, 2026 4:58 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PENAMPILAN PESERTA: Penampilan salah satu kontestan kompetisi band & bass Christopherus Music School di Uptown Mall, BSB, Semarang, Minggu (19/4/2026). (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ajang band dan bass competition yang digelar Christopherus Music School, 18-19 April 2026, sukses jadi “arena gladi resik” buat musisi muda dari berbagai kota.

Nggak sekadar tampil, mereka datang dengan misi: nunjukin kalau musik bukan cuma hobi, tapi jalan hidup. Setelah melewati seleksi yang lumayan ketat, nama-nama pemenang akhirnya diumumkan.

Di kategori band, Lohjinawi asal Semarang keluar sebagai juara pertama. Disusul Philia dari Surabaya di posisi kedua, dan Sweet Escape (Semarang) di posisi ketiga.

Adapun kategori bass, panggung benar-benar jadi milik Kevin Manuel Eka (Semarang) yang tampil paling solid. Posisi kedua ditempati Hizkia Natanael (Semarang), dan Vanessa Elisabeth (Yogyakarta) di peringkat ketiga. Selain piala dan piagam, mereka juga bawa pulang hadiah uang tunai, lumayan buat nambah modal berkarya.

Baca juga: 17 Band Tampil di Final Lomba Band Christopherus Music School

Ketua Umum Christopherus Music School, Petersen bilang, kalau kompetisi ini nggak cuma soal siapa yang paling jago. Lebih dari itu, ini soal karakter dan arah bermusik. “Yang kita cari bukan cuma skill, tapi juga kualitas dan pesan yang dibawa. Musik itu harus punya identitas,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia, Steve Handoyo. Menurutnya, masih banyak talenta muda yang sebenarnya “gila bagus”, tapi belum nemu panggung yang tepat. “Di sini mereka bukan cuma tampil, tapi juga belajar proses. Dari situ mereka bisa nemuin arah,” katanya.

Seleksi Online

Menariknya, kompetisi ini nggak instan. Semua peserta harus lewat tahap seleksi online dulu. Dari puluhan pendaftar, cuma 15 yang lolos ke panggung final. Penilaian pun detail banget, mulai dari teknik, aransemen, kekompakan, sampai ekspresi di atas panggung.

Para peserta juga ditantang membawakan lagu-lagu populer Indonesia, dari Badai Pasti Berlalu versi Diskoria, Sinaran dari Sheila Majid, Dan milik Sheila on 7, sampai Semut Hitam dari God Bless. Jadi bukan cuma skill, tapi juga interpretasi yang diuji.

Deretan juri yang hadir juga bukan nama sembarangan, seperti Gilang NR, Barry Likumahua, dan Amos Cahyadi. Salah satu juri, Barry Likumahua, bahkan terang-terangan kagum dengan kualitas peserta.

Baca juga: Bukan Sekadar Kompetisi, Christopherus Music School Cari Musisi Berkelas

Menurutnya, event kayak gini penting banget, apalagi di Semarang yang masih kalah ramai dibanding kota musik lain seperti Bandung atau Malang. “Ini platform yang bagus. Anak muda butuh ruang buat nunjukin diri mereka,” katanya.

Barry juga nggak bisa nyembunyiin rasa takjubnya. “Serius, mereka kreatif banget. Di usia segitu, dulu saya belum sampai level itu. Sekarang akses lebih luas, jadi perkembangan mereka juga ngebut,” tambahnya.

Di tengah kota yang kadang lebih sibuk ngurus event seremonial, anak-anak muda ini diam-diam lagi bangun masa depan lewat nada. Tinggal pertanyaannya: kita cuma mau jadi penonton sesekali, atau ikut bikin panggungnya makin hidup? (tebe)

You Might Also Like

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Gereja Blenduk Comeback! Jadi Ikon Kota Lama, Makin Kinclong dan Sarat Makna Toleransi

Tinggal Tiga Laga, PSIS Ditinggal Pelatih

Sidang Chromebook: Angka 85 Persen Jadi Senjata

Dua Tim Reformasi Polri: Inisiatif atau Resistensi terhadap Presiden?

TAGGED:christhoperus music schoolkompetisi bandmusisi muda semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sambut HUT ke-479 Kota Semarang, Taman Lele Semarang Bersolek
Next Article Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kirab KH Sholeh Darat, Agustina: Selama Saya Menjabat, Jalan Terus

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

Nggak Perlu Jauh ke Kota, Tiga Stasiun Pantura Ini “Hidup” Lagi

Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak

Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Artis Onad dan Beby Terseret Kasus, Rumah Elit Jadi TKP

Oktober 31, 2025
Daerah

Longsor Pandanarum Bikin Warga Kocar-Kacir, Ladang Ikut Ambyar, Segini Kerugiannya

November 24, 2025
Info

Lupa Niat Puasa, Siang Masih Bisa Nggak Ya?

Februari 20, 2026
Massa membakar mobil dan kantin kantor Gubernur Jateng, Jumat (29/8/2025).
Daerah

Demo Semarang Ricuh! Mobil dan Kantin di Kantor Gubernur Jateng Dibakar Massa

Agustus 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Musisi Muda Semarang Kuasai Panggung Christopherus Band & Bass Competition
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?