BACAAJA, SOLO – Talud longsor di kawasan Nusukan bikin waswas warga. Nggak mau berlarut-larut, Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung ke lokasi buat ngecek kondisi di lapangan, Selasa (13/1/2026).
Lokasinya ada di RT 5 RW 24, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Respati datang bareng sejumlah pejabat, mulai dari Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Solo Nico Agus, Kapolsek Banjarsari Kompol Harno, Lurah Nusukan Arik, sampai perwakilan BPBD.
Setibanya di lokasi, Respati nggak cuma lihat-lihat. Ia mengecek langsung kondisi talud yang longsor, mencari tahu penyebabnya, sekaligus melihat dampak yang bisa ditimbulkan kalau dibiarkan terlalu lama.
Bacaaja: Yos Sudarso Mau Jadi Song Wat Road-nya Solo, Arus Lalin Lagi Dirembuk
Bacaaja: Respati: Masing-masing 54 Koperasi Merah Putih di Solo Dapat Suntikan Modal Rp 15 Juta
Dari situ, ia menegaskan penanganan harus dilakukan secara komprehensif, bukan sekadar tambal sulam.
“Kami merespons aduan warga terkait adanya tanah longsor yang cukup mengkhawatirkan. Karena itu, kami bergerak cepat agar tidak menimbulkan korban maupun dampak yang lebih besar,” kata Respati di sela peninjauan.
Respati juga menyoroti kondisi cuaca di awal tahun yang cenderung ekstrem. Curah hujan tinggi dinilai meningkatkan risiko longsor, terutama di kawasan bantaran sungai. Karena itu, ia meminta instansi terkait lebih sigap melakukan mitigasi.
“Dengan kondisi cuaca yang menantang seperti sekarang, mitigasi risiko harus diperkuat, terutama di wilayah-wilayah rawan longsor,” jelasnya.
Nggak cuma soal talud, Respati juga mengingatkan pentingnya peran warga dalam menjaga lingkungan. Dari hasil peninjauan, masih ditemukan sampah yang dibuang ke sungai dan berpotensi menyumbat aliran air.
“Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Sampah ini sering jadi pemicu genangan dan banjir. Kalau sungai tersumbat, dampaknya bisa ke mana-mana,” bebernya.
Di lokasi yang sama, Respati juga menyempatkan berdialog dengan warga. Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari harapan agar lapangan bisa kembali dimanfaatkan, hingga perbaikan infrastruktur jalan di sekitar permukiman.
“Aspirasi warga kami tampung. Ada soal lapangan, ada juga perbaikan jalan yang akan kami selesaikan tahun ini, termasuk di wilayah Cengklik. Intinya, Pemkot akan berupaya cepat agar kebutuhan warga benar-benar terfasilitasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperkimtan Kota Surakarta Nico Agus Putranto memastikan penanganan talud longsor akan segera dilakukan. Saat ini, proses masih dalam tahap asesmen dan koordinasi lintas dinas.
“Berdasarkan asesmen dari BPBD, kami akan menyusun rekomendasi dan berkoordinasi dengan DPUPR. Targetnya, perencanaan selesai hari ini dan pelaksanaan bisa dimulai pekan depan,” jelas Nico.
Pemkot Solo berharap, dengan penanganan yang cepat dan menyeluruh, potensi risiko longsor susulan bisa ditekan, sekaligus memberi rasa aman bagi warga Nusukan. (*)

