BACAAJA, SEMARANG– Pengurus Besar Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (PB Ismapeti) melalui Bidang Sosial Masyarakat (Sosma) menggelar Aksi Gizi di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo, Semarang, baru-baru ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB Ismapeti 2026.
Tak sekadar memberikan bantuan, kegiatan ini juga diisi edukasi tentang pentingnya gizi, senam bersama, hingga pembagian susu kepada para penghuni panti. Panitia dan delegasi Rakernas berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Pendukung Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial Panti PGOT Mardi Utomo, Ratna Widyarini menjelaskan, panti tersebut merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Sosial Provinsi Jateng yang memberikan pelayanan bagi pengemis, gelandangan, dan orang terlantar.
Saat ini, panti memiliki kapasitas 110 orang dengan 97 penerima manfaat. Selain menyediakan tempat tinggal dan makanan, panti juga memberikan layanan kesehatan, pembinaan keagamaan, hingga pelatihan keterampilan seperti menjahit, pembuatan telur asin, pengolahan kompos, dan pertanian.
Baca juga: Rakernas Ismapeti Desak Hilirisasi hingga Harga Unggas Dibikin Stabil
Menurut Ratna, panti juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perguruan tinggi, puskesmas, rumah sakit, hingga berbagai lembaga lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Aksi Gizi yang dinilai memberi manfaat nyata bagi penghuni panti dari berbagai kelompok usia. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Anak-anak mendapatkan edukasi dan asupan gizi untuk mendukung tumbuh kembangnya, sedangkan orang dewasa memperoleh tambahan kalsium untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ratna berharap kolaborasi bersama mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan Rakernas saja, tetapi terus berlanjut melalui berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ratna juga memperkenalkan Pasar Serawung, sebuah program yang menjadi wadah pemasaran hasil karya para penerima manfaat sekaligus melibatkan pelaku UMKM di sekitar panti. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat hubungan panti dengan masyarakat.
Bentuk Komitmen
Sementara itu, Ketua Umum PB Ismapeti, Asra mengatakan, Aksi Gizi merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Menurutnya, tahun ini konsep kegiatan sengaja diubah. Jika sebelumnya pembagian susu dilakukan di persimpangan jalan, kini sasaran dialihkan ke panti sosial agar manfaatnya lebih tepat sasaran.
“PB Ismapeti 2026 bertekad menjadi garda terdepan dalam menyukseskan pemenuhan gizi yang utuh bagi masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini kami memfokuskan perhatian kepada anak-anak usia tumbuh kembang agar pertumbuhan tulang dan tubuh mereka dapat berjalan optimal melalui pemenuhan nutrisi yang baik,” kata Asra.
Ia menilai perubahan konsep tersebut membuat Aksi Gizi tidak lagi sekadar menjadi kegiatan simbolis, tetapi benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Baca juga: Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri
Sekretaris Bidang Sosial Masyarakat PB Ismapeti, Tania mewakili Ketua Bidang Sosial Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, delegasi, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan menjadi pengalaman berharga yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
PB Ismapeti berharap semangat kepedulian sosial dan edukasi kesehatan ini terus berlanjut serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa peternakan di seluruh Indonesia untuk aktif mengambil peran dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat.
Kadang yang dibutuhkan masyarakat bukan seremoni yang ramai, melainkan langkah kecil yang benar-benar sampai ke tujuan. Sebab gizi yang baik tak lahir dari banyaknya spanduk, tetapi dari kepedulian yang tahu harus mengetuk pintu siapa. (tebe)

