BACAAJA, SEMARANG – Lapas Kelas I Semarang memaparkan berbagai program pembinaan warga binaan atau napi kepada FISIP Universitas Diponegoro (Undip) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Pemaparan itu berlangsung saat Lapas Semarang menerima kunjungan program SDGs International Community Service dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Reformasi Birokrasi FISIP Undip, Kamis (27/8/2026).
Rombongan terdiri dari lima dosen dan 15 mahasiswa FISIP Undip. Mereka juga menghadirkan Nick Tobia, Ph.D. dari Ateneo de Manila University, Filipina, yang merupakan Officer UNODC.
Bacaaja: Masuk Lapas, Keluar Bisa Jadi Barber
Bacaaja: Napi Lapas Semarang Belajar Karawitan bersama Dalang Ki Kusni
Sebelum diskusi, rombongan diajak melihat langsung sejumlah unit pembinaan kemandirian warga binaan. Mereka mengunjungi peternakan lele, galeri pembuatan batik, unit produksi bakery hingga peternakan ayam petelur.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Semarang menyalurkan potensi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Program diarahkan sesuai latar belakang dan kemampuan masing-masing warga binaan.
Dalam sesi diskusi, tim FISIP Undip juga menanyakan bagaimana Lapas menentukan program pembinaan untuk warga binaan. Pihak Lapas menjelaskan bahwa pembinaan tidak dilakukan dengan paksaan.
Warga binaan mendapat pengarahan berdasarkan latar belakang dan potensi yang dimiliki. Namun, keikutsertaan dalam program tetap didasarkan pada kesadaran dan kemauan masing-masing.
Pembahasan juga menyentuh penyaluran bakat warga binaan yang memiliki latar belakang atlet bela diri. Lapas memilih kegiatan olahraga yang dinilai lebih aman dari sisi pengamanan, seperti senam bersama, bola voli dan bulu tangkis.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyalurkan energi dan kemampuan fisik warga binaan. Olahraga juga dilakukan untuk menjaga kesehatan serta membantu mengurangi stres selama menjalani masa pembinaan.
Selain program pembinaan, kunjungan tersebut diisi diskusi mengenai reformasi birokrasi, pelayanan publik dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan kerja sama dengan FISIP Undip dan UNODC menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembinaan dan pelayanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Sinergi bersama FISIP Undip dan UNODC memperkuat komitmen kami dalam mengintegrasikan standar pelayanan publik dan pencapaian SDGs tanpa mengesampingkan aspek keamanan,” tegas Ahmad. (bae)

