BACAAJA, SEMARANG- Ribuan keluarga di wilayah Mangkang, Kota Semarang, sempat dibuat kelabakan gara-gara banjir, Kamis (15/1/2026) malam. Untungnya, sebagian titik mulai surut oada Jumat (16/1/2026) pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto bilang, hujan deras bikin air meluap ke permukiman warga sejak sekitar pukul 18.00 WIB. Banjir merendam Perum Mangkang Indah, Mangkang Kulon, sampai Mangunharjo. Totalnya ada ratusan rumah dengan ribuan jiwa yang terdampak, terutama di kawasan padat penduduk.
Di Perum Mangkang Indah saja, banjir menjangkau RT 01 sampai RT 13 RW 02. Ada sekitar 250 kepala keluarga atau 680 jiwa yang terdampak genangan setinggi 10 sampai 60 sentimeter.
Baca juga: Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang
Sementara di Mangunharjo, banjir menyasar enam RT. Totalnya sekitar 280 KK atau 693 jiwa ikut terdampak, dengan air masuk ke puluhan rumah warga. “Air sempat meluap dari aliran sungai dan masuk ke permukiman warga,” kata Endro saat dikonfirmasi.
Lalin Macet
Dampaknya bukan cuma ke rumah warga. Jalur Pantura Semarang arah barat juga ikut tergenang dan bikin arus lalu lintas macet parah tadi malam. Titik genangan tertinggi terjadi di depan Universitas Terbuka (UT) Mangkang. Air cukup tinggi dan bikin kendaraan mengular panjang.
Beruntung, kondisi sekarang mulai membaik. Endro memastikan air sudah berangsur surut sejak dini hari. “Saat ini genangan sudah turun. Warga masih bertahan di rumah masing-masing, sebagian mengungsi ke rumah saudara,” jelasnya.
Baca juga: BNPB Ngegas Operasi Modifikasi Cuaca, Atasi Banjir Semarang–Grobogan
BPBD Kota Semarang masih siaga di lapangan. Petugas melakukan pemantauan, pendataan dampak, sekaligus evakuasi bila dibutuhkan. Tahap berikutnya, fokus ke pembersihan lumpur sisa banjir. Beberapa akses jalan dan tanggul yang rusak juga bakal segera ditangani.
Banjir mungkin sudah surut, tapi PR-nya belum ikut hanyut. Warga Mangkang cuma berharap, hujan berikutnya nggak lagi datang bareng genangan, apalagi sampai Pantura ikut rebahan. (bae)

