Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Khotbah Idulfitri, Prof Rozihan: “Takwa Level Tinggi Itu Dermawan”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Khotbah Idulfitri, Prof Rozihan: “Takwa Level Tinggi Itu Dermawan”

Lebaran bukan garis finish ibadah, tapi justru start baru. Di momen Idulfitri 2026 ini, pesan yang nyantol bukan cuma soal maaf-maafan, tapi juga soal isi dompet yang katanya jangan pelit buat berbagi.

T. Budianto
Last updated: Maret 20, 2026 12:36 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SHALAT IDULFITRI: Ribuan jamaah melaksanakan shalat Idulfitri 1447 H di halaman RS Roemani Muhammadiyah, Semarang, Jumat (20/3/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Suasana khidmat terasa di halaman parkir Rumah Sakit Roemani Semarang, Jumat (20/3/2026). Ribuan jamaah memadati lokasi sejak pagi buat melaksanakan Shalat Idulfitri.

Di tengah momen sakral itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Prof Rozihan menyampaikan pesan yang cukup “nendang”: jangan berhenti berbagi cuma karena Ramadan sudah selesai.

Baca juga: Muhammadiyah Gelar Puluhan Titik Shalat Idulfitri di Semarang, Ini Lokasinya

Menurutnya, banyak orang masih nganggep ibadah itu cuma soal ritual, shalat, puasa, selesai. Padahal, kata dia, level takwa justru kelihatan dari seberapa peduli kita ke orang lain. “Indikator puasa kita diterima itu simpel: takwa kita naik atau enggak,” ujarnya.

Ia menyinggung konsep Al-Atqa, level takwa tertinggi yang bukan diukur dari seberapa rajin ibadah sunnah, tapi dari keikhlasan dalam berbagi. Bahkan, ia nyebut istilah Jawa yang relate banget: nyah-nyoh, alias ringan tangan bantu orang lain.

Paket Komplit

Lebih jauh, ia mengingatkan kalau dalam Alquran, perintah shalat hampir selalu “ditemenin” sama zakat dan infak. Artinya, spiritual dan sosial itu paket komplit, nggak bisa dipisah. “Shalat jalan, tapi pelit? Ya belum lengkap,” kira-kira begitu garis besarnya.

Sementara itu, panitia pelaksana, Slamet Widodo menyebut, jumlah jemaah yang hadir mencapai sekitar 3.000 orang dari berbagai wilayah sekitar. Meski digelar di area rumah sakit, kegiatan tetap berjalan tertib.

Baca juga: Baru, Prediksi Idul Fitri 2026 NU, Muhammadiyah, dan Lembaga Pemerintah 

Akses ambulans dan pasien juga tetap aman karena panitia sudah menyiapkan jalur khusus. Jadi ibadah tetap jalan, pelayanan kesehatan juga nggak keganggu.

Lebaran emang identik sama baju baru, opor, dan THR. Tapi kalau kata Prof Rozihan, upgrade terbesar justru bukan di outfit, melainkan di level kepedulian. Soalnya, percuma hati sudah “fitri”, kalau dompet masih “mode hemat ekstrem”. (tebe)

You Might Also Like

Siwo Award 2025, Panas Sejak Awal

Cek Pos Mudik, Kapolrestabes Semarang: Polisi Harus Terasa, Bukan Sekadar Ada

Jateng Mau Jadi Rumah Besar Investasi

Viral Mahasiswa UMY Tangkap Intel Polisi Menyusup, Polda DIY Sampaikan Pengakuan Ini

Stok Hewan Kurban di Jateng Aman

TAGGED:headlinemuhammadiyah jatengRS Roemanishalat idulfitri 1447
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Muhammadiyah Gelar Puluhan Titik Shalat Idulfitri di Semarang, Ini Lokasinya
Next Article Lebaran, Sepuluh Puskesmas di Semarang Tetap Standby

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)

Abah Khan Kiai Cabul Semarang Janjikan Surga, Bikin Santri Korban Takut Melawan

Jack Brown Perkuat Lini Tengah Mahesa Jenar

SIDANG TPPU--Jaksa penuntut umum menjelaskan alasan batal hadirkan eks Pangdam Widi Prasetijono dalam sidang TPPU di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/6/2026). (bae)

Widi Eks-Ajudan Jokowi Masih Bertaji? Jampidmil Belum Berani Hadirkan Mantan Pangdam ke Sidang

KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)

Abah Khan Pakai Kaus ‘Ngopeni-Nglakoni’ saat Diserahkan, Kiai Semarang Cabuli Santri

SIDANG KORUPSI--Majelis hakim menyidangkan terdakwa korupsi Sudewo, Bupati Pati nonaktif, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/6/2026). (bae)

KPK Balik Serang Sudewo, Sebut Eksepsi Bupati Pati Nonaktif Salah Kamar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Korupsi Rp237 Miliar BUMD Cilacap, Penyidikan Rampung, Siap Gas ke Persidangan!

Agustus 28, 2025
Info

Waspadai Kelelahan Otot saat MOBA

Juni 7, 2026
Bos Sritex, Iwan Setiawan menunduk sambil menangis saat membaca pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/4/2026). (bae)
Hukum

Bos Sritex Merengek di Depan Hakim Tipikor, Nangis Minta Dibebaskan

April 27, 2026
Bupati Temanggung Agus Setyawan (Agus Gondrong) melihat lukisan Hadratussyaikh Hasyim Asyari, saat Harlah 100 tahun NU di Temanggung.
Info

Peringati 1 Abad NU, Bupati Temanggung Dukung Kiai Subchi Jadi Pahlawan Nasional

Januari 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Khotbah Idulfitri, Prof Rozihan: “Takwa Level Tinggi Itu Dermawan”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?