Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Ratusan siswa SMAN 6 Semarang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Selasa (11/8/2026). Tes daring tersebut menjadi cara siswa mengukur kemampuan berbahasa Indonesia sekaligus mengenali kesiapan mereka menghadapi kebutuhan akademik di jenjang berikutnya.

T. Budianto
Last updated: Agustus 11, 2026 3:15 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
TES UKBI: Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Ratusan Siswa SMAN 6 Semarang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di sekolah. Tes tersebut untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia.

Para siswa berkumpul di ruangan. Mereka mengerjakan soal yang ia akses secara daring, ada yang menggunakan telepon genggam, tablet, dan perangkat elektronik yang tersedia.

Suasana ujian terlihat cukup tenang. Para siswa fokus pada layar perangkat masing-masing untuk menyelesaikan soal UKBI. Meski mengikuti ujian secara bersama-sama, bukan berarti mereka bisa dengan mudah melihat jawaban teman. UKBI menggunakan sistem adaptif. Artinya, soal yang diterima setiap peserta bisa berbeda.

Baca juga: Bahasa Ibu Pelan-pelan Hilang Sejak Digeser Bahasa Indonesia di Sekolah, Dampaknya Terasa!

Bukan hanya isi soal yang berbeda. Jumlah soal, karakteristik soal, hingga waktu pengerjaannya juga dapat disesuaikan dengan sistem. Pelaksanaan UKBI tersebut didampingi dan diawasi pihak sekolah bersama Tim Kerja Pembinaan Balai Bahasa Provinsi Jateng.

Salah satu siswa kelas XII, Bernadetta Casilia Tirsya Anggraini, menyebut proses ujiannya berjalan lancar. Namun, ia merasa ada beberapa bagian yang cukup sulit.

“Prosesnya berjalan dengan lancar dan jujur soalnya cukup sulit bagi saya,” kata Tirsya saat dimintai keterangan usai tes, Selasa (11/8/2026). Meski menemukan soal yang sulit, Tirsya mengaku puas dengan hasil yang diperolehnya.

Bagi Tirsya, UKBI bukan cuma soal mendapatkan nilai. Ia berharap tes tersebut bisa membantunya mengetahui kemampuan berbahasa Indonesia yang dimiliki. “Semoga adanya UKBI ini, saya bisa mengukur sejauh mana saya berbahasa Indonesia dan semoga bisa bermanfaat untuk ke depannya,” katanya.

Kemampuan Bahasa

Tim Kerja Pembinaan Balai Bahasa Provinsi Jateng, Afritta Dwimartyawati mengatakan, pelaksanaan UKBI di SMAN 6 Semarang menjadi bagian dari upaya mengenalkan UKBI kepada pelajar.

Menurutnya, UKBI penting karena selain mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Indonesia, sertifikat UKBI bisa untuk berbagai kebutuhan pendidikan.

“UKBI ini tidak hanya untuk mengetahui kemahiran berbahasa Indonesia siswa atau pelajar saja tetapi bisa digunakan untuk pemanfaatan praktis,” kata Afritta.

Salah satunya untuk mendukung pengajuan Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sertifikat UKBI juga dapat digunakan sebagai sertifikat pendamping kelulusan di sejumlah perguruan tinggi di Jateng.

Baca juga: Bahasa ala Santri, Ini Deretan Istilah Khas di Pesantren

Untuk pelajar, UKBI juga tidak berbayar. Tes dilakukan secara daring sehingga bisa dimanfaatkan oleh pelajar di berbagai daerah. Afritta menyebut UKBI juga dapat menjadi salah satu cara pelajar meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia sekaligus pemanasan sebelum mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Menariknya, peserta bisa langsung mengetahui skor setelah menyelesaikan seluruh bagian ujian. Penilaian dilakukan oleh sistem, bukan secara manual oleh pengawas.

“Ketika kita sudah selesai mengerjakan tes atau soal itu sudah selesai sampai seksi tiga, otomatis skor akan langsung terlihat oleh peserta uji masing-masing,” jelasnya. Untuk pelajar SMA, standar minimal kemahiran berada pada predikat Madya, dengan skor 482 ke atas.

Dengan begitu, UKBI bagi pelajar bukan sekadar ujian tambahan yang selesai setelah layar ditutup. Tes ini bisa menjadi cermin untuk melihat kemampuan berbahasa sekaligus bekal menghadapi kebutuhan akademik dan pendidikan di jenjang berikutnya. (bae)

You Might Also Like

Sindikat ‘Satgas Perampasan Aset’ Bobol Rekening Dorman Rp 204 Miliar

IHSG Kembali Nyungsep 2,5% setelah Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif

Empat Daerah Ini Paling Rawan Kekeringan saat Kemarau di Jateng, Mana Saja?

Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?

Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau

TAGGED:headlinepemprov jatengsma negeri 6
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying
Next Article Siswa SMPN 22 Surakarta Diajak Jadi Calon Entrepreneur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

TES UKBI--Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (bae)

SMAN 6 Semarang Jadi Sekolah Pertama Gelar UKBI 2026

Siswa SMPN 22 Surakarta Diajak Jadi Calon Entrepreneur

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kondisi banjir rob yang menggenang di sebagian wiayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya. Banjir dan rob ini, terjadi karena selain faktor alam (perubahan iklim) juga karena faktor kesalahan manusia mengelola alam. Foto: ilustrasi banjir Semarang
Sirkular

Perubahan Iklim dan Pemanasan Global Picu Peningkatan Rob di Pesisir. Apa Yang Harus Dilakukan?

Juli 20, 2025
Info

Pengobatan Gratis di Panti Marhaen Kembali Diserbu Warga

Mei 10, 2026
Hukum

263 Napi ‘High Risk’ Dipindah ke Nusakambangan

April 24, 2026
Unik

Lebaran di Balai Kota: Bukan Cuma Salat, Tapi Ajang Ngumpul Tanpa Sekat

Maret 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?