Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bahasa Ibu Pelan-pelan Hilang Sejak Digeser Bahasa Indonesia di Sekolah, Dampaknya Terasa!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Bahasa Ibu Pelan-pelan Hilang Sejak Digeser Bahasa Indonesia di Sekolah, Dampaknya Terasa!

R. Izra
Last updated: Mei 19, 2026 4:32 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
MEMBAHAS DIALEK--Pemerhati bahasa Jawa Semarangan, Hartono Samidjan, menjelaskan ciri khas dialeg Semarang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026). (bae)
MEMBAHAS DIALEK--Pemerhati bahasa Jawa Semarangan, Hartono Samidjan, menjelaskan ciri khas dialeg Semarang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bahasa daerah ternyata bukan hilang karena dilarang. Tapi pelan-pelan ditinggal sendiri, terutama setelah sekolah-sekolah mulai penuh memakai bahasa Indonesia.

Akibatnya, banyak anak sekarang justru lebih fasih bahasa Indonesia dibanding bahasa ibunya sendiri.

“Berkurangnya penutur bahasa daerah di Indonesia itu bukan karena paksaan tapi karena sukarela,” kata pemerhati bahasa asal Semarang, Hartono Samidjan, Kamis (14/5/2026).

Bacaaja: Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an
Bacaaja: Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

Hartono bilang, setelah Indonesia merdeka dulu situasinya masih beda. Anak-anak SD masih belajar memakai bahasa daerah karena dianggap lebih gampang dipahami.

“Setelah kemerdekaan semua sekolah terutama tingkat SD menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, langkah itu juga pernah dianjurkan UNESCO pada era 1950-an. Alasannya sederhana, anak kecil lebih cepat nangkep pelajaran kalau pakai bahasa sehari-hari di rumah.

“UNESCO memang menganjurkan agar bahasa pengantar di dunia pendidikan itu menggunakan bahasa ibu,” katanya.

Tapi situasi Indonesia waktu itu lagi sibuk menguatkan persatuan nasional. Semangat Sumpah Pemuda yang mengusung satu bahasa Indonesia akhirnya ikut memengaruhi dunia pendidikan. Pelan-pelan bahasa daerah mulai dikurangi di sekolah.

“Sekitar tahun 1950 atau 1953 itu ada kebijakan bahasa daerah hanya dipakai sampai kelas 3,” ujar Hartono.

Lalu sekitar tahun 1975, aturan makin kencang. Semua sekolah dari SD sampai perguruan tinggi wajib memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

“Semua jenjang pendidikan harus wajib menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia,” katanya.

Hartono sendiri masih sempat merasakan sekolah memakai bahasa Jawa waktu kecil. Dari TK sampai kelas 3 SD, guru-gurunya masih mengajar pakai bahasa daerah.

Karena terbiasa sejak kecil, Hartono mengaku sampai sekarang masih hafal lagu dan tembang Jawa yang dulu sering dinyanyikan di sekolah.

Tapi begitu masuk kelas 4 SD, suasananya langsung berubah. Bahasa Indonesia mulai dipakai penuh di kelas.

Menurut Hartono, dampaknya sekarang makin terasa. Banyak orang tua yang lahir era 1970-an akhirnya membiasakan anak-anaknya ngobrol pakai bahasa Indonesia di rumah. Bahasa daerah pun makin jarang diwariskan.

“Bahasa ibu anak-anak dari orang tua yang lahir tahun 70-an itu berbahasa Indonesia semua,” imbuhnya. (bae)

You Might Also Like

Setiawan HK vs Imam Nuryanto, Sah Jadi Kandidat Ketua PWI Jateng 2025-2030

Lulusan Kampus dan Gen Z Nyumbang Pengangguran Paling Banyak pada 2025

Semarang Night Carnival 2026 ‘Chaos’: Diguyur Hujan Deras, Diiringi Banjir, Warga Kasih Sindiran Menohok

Ega Raka Out !

“Selamat Jalan, Om Bambang”: Dari Kudus, Kenangan dan Jejak Besar yang Nggak Ikut Pergi

TAGGED:bahasa daerahbahasa indonesiadialek semaranganhartono samidjanheadlinepemerhati bahasaUNESCO
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KECANTIKAN BUKAN SULAP - Praktisi kecantikan dari Immoderma Aesthetics and Wellness Clinic, dr Teddy August, menegaskan bikin glowing wajah yang sehat gak bisa dilakukan secara instan. (dul) Glowing Instan Bisa Berujung Petaka, dr. Teddy: Gak Segampang Itu, Kecantikan Bukan Sulap
Next Article Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Huntara Disiapkan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEKECEWAAN - Sejumlah awak media menaruh id card dan peralatan liputan di lantai sebagai bentuk protes dan kekecewaan setelah dilarang meliput Menkeu Purbaya di Muladi Dome Undip, Jumat (3/7/2026). (dul)

Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip

Ilustrasi krisis air bersih saat kekeringan melanda. Peneliti menyebut, kekeringan bukan karena kemarau semata, melainkan karena rusaknya lingkungan oleh ulah manusia.

Kerusakan Lingkungan di Balik Ancaman Krisis Air, Peneliri: Bukan Lagi Sekadar soal Kemarau

Dana UMKM Diduga Tertahan Rp3 Triliun, Andhika Satya Desak DPR Panggil TikTok

Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan

Diduga Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Jalani Pemeriksaan Internal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Cari Nahkoda Baru KONI Jateng, Tim Penjaringan Resmi Start Mesin!

September 3, 2025
Eks pejabat Bank BJB, Dicky Syahbandinata menahan tangis usai divonis bebas di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (7/5/2026). (bae)
Hukum

Eks-Pejabat Bank BJB Nangis Divonis Bebas dalam Kasus Korupsi Sritex

Mei 8, 2026
Hukum

Asyik Joget Dangdut, Motor Dibawa Kabur

Mei 13, 2026
Ekonomi

Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

Januari 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bahasa Ibu Pelan-pelan Hilang Sejak Digeser Bahasa Indonesia di Sekolah, Dampaknya Terasa!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?