Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

R. Izra
Last updated: Agustus 17, 2026 7:42 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)
UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bukan sekadar upacara bendera biasa, emak-emak di Kampung Gang Presiden mengenakan kostum dari daru ulang sampah pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Gang Presiden Puntan, Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Semarang, Senin (17/8/2026), berlangsung meriah sekaligus penuh kejutan.

Sejak pukul 07.00 WIB, lapangan kampung sudah dipadati warga. Namun, bukan sekadar pengibaran bendera, upacara kali ini juga menjadi ajang menunjukkan kreativitas, keberagaman, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Bacaaja: Menteri Kabinet Bayangan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Kendeng
Bacaaja: HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Yang paling mencuri perhatian adalah dominasi perempuan dalam jajaran petugas upacara. Mulai pembawa acara, pasukan pengibar bendera, hingga pembaca UUD 1945, seluruhnya diperankan ibu-ibu dan remaja putri Kampung Puntan.

Keterlibatan perempuan tersebut menjadi simbol bahwa perempuan punya ruang yang sama untuk tampil di ruang publik dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.

Kostum dari sampah plastik jadi sorotan

Tak kalah menarik, warga Kampung Puntan tampil dengan beragam pakaian adat dan kostum profesi dari berbagai daerah di Indonesia. Yang bikin unik, sejumlah warga bahkan memanfaatkan limbah rumah tangga untuk membuat kostum.

Emma Apriliana, warga RT 02/RW 01, misalnya, menyulap bubble wrap bekas pembungkus paket belanja online menjadi outer dan rok bernuansa adat Kalimantan.

Emma mengaku sengaja mengumpulkan bubble wrap yang biasanya langsung dibuang. Dengan keterampilan menjahit dan inspirasi dari media sosial, limbah tersebut kemudian diubah menjadi kostum untuk perayaan 17 Agustus.

“Daripada dibuang, saya kumpulin kemudian saya jahit sendiri, saya eksplor dan saya buat kostum 17-an.”

Kreativitas Emma bahkan mendapat respons dari warga luar kampung. Kostum buatannya sudah ada yang tertarik untuk menyewa setelah ia mengunggahnya melalui status WhatsApp.

Kostum daur ulang juga dikenakan Ratna Wardani. Ia memanfaatkan kemasan deterjen bekas menjadi kostum unik untuk upacara. Ratna membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikannya.

“Daripada bungkus deterjennya dibuang, mending dimanfaatkan untuk kostum 17-an. Siapa tahu bisa jadi inspirasi banyak orang.”

Bukan sekadar gaya, ada pesan persatuan

Bertindak sebagai pembina upacara, tokoh masyarakat Puntan Waimin, S.Pd., mengatakan konsep kegiatan tahun ini mengangkat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan warga untuk menjaga kerukunan.

“Mengisi kemerdekaan bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya menjaga guyub rukun antarwarga, bergotong royong, dan memberikan kontribusi positif untuk masyarakat.”

Penggunaan pakaian adat juga menjadi pesan agar generasi muda tetap mengenal budaya Indonesia di tengah perkembangan teknologi.

Sementara kostum profesi, kata Waimin, mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar menikmati kemerdekaan, tetapi ikut berkontribusi melalui profesi dan kemampuan masing-masing.

Antusiasme warga pun mendapat apresiasi dari Ketua RT 02 Santoso dan Ketua RT 03 Puji Riyanto. Keduanya menilai kekompakan warga menjadi bukti nyata semangat guyub rukun di Kampung Puntan.

Ada Gang Soekarno hingga Gang Jokowi

Kampung Puntan memang punya cerita unik lainnya. Kawasan RT 02 dan RT 03 RW 01 ini dikenal sebagai “Kampung Gang Presiden” karena sejumlah gangnya menggunakan nama para presiden Indonesia.

Ada Gang Soekarno, Gang Soeharto, Gang Habibie, Gang Gus Dur, Gang SBY hingga Gang Jokowi.

Menurut Waimin, penamaan tersebut merupakan bentuk kecintaan warga terhadap para pemimpin bangsa.

Namun, ia berharap nama-nama tersebut juga menjadi pengingat bagi para pemimpin untuk terus memberikan teladan dan bekerja sebaik-baiknya bagi rakyat.

Upacara HUT ke-81 RI di Kampung Puntan akhirnya bukan cuma soal seremoni. Dari emak-emak yang tampil sebagai petugas, kostum dari limbah plastik, pakaian adat Nusantara hingga nama-nama gang para presiden, semuanya berpadu menjadi satu pesan: kemerdekaan bisa dirayakan dengan kreativitas, kerukunan, dan aksi nyata. (*)

You Might Also Like

Dahsyatnya Banjir-Longsor Sibolga, 5 Orang Tewas dan 4 Hilang

Korupsi Pembangunan Masjid Agung Karanganyar, Kontraktor Cuma Dihukum 4 Tahun Penjara

PBNU Tegasin Aliansi yang Laporkan Pandji ke Polisi Bukan Representasi NU

Lawan Irak, Timnas Siap Gaspol! Verdonk & Ole Romeny Diprediksi Starter di Jeddah

Gengs! YLBHI Tegaskan Korban Keracunan MBG Bisa Gugat Pemerintah, Begini Caranya

TAGGED:daur ulang sampah plastikemak-emakkampung gang presidenkostumpuntanSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Rahasia di Balik Harga iPhone yang Selangit

September 24, 2025
Ekonomi

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

Juni 28, 2026
Info

Semarang Makin Pede Jadi Kota Sinema

Juli 24, 2026
Info

Resmi Dilantik, Bupati Amalia Desiana Siap Bawa RAPI Banjarnegara Makin Solid dan Tanggap Bencana

Oktober 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?