Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kerusakan Lingkungan di Balik Ancaman Krisis Air, Peneliri: Bukan Lagi Sekadar soal Kemarau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Kerusakan Lingkungan di Balik Ancaman Krisis Air, Peneliri: Bukan Lagi Sekadar soal Kemarau

Persoalan krisis air bersih bukan karena kemarau semata, akar persoalannya justru pada kerusakan lingkungan yang terus berlangsung akibat aktivitas manusia.

R. Izra
Last updated: Juli 3, 2026 7:46 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi krisis air bersih saat kekeringan melanda. Peneliti menyebut, kekeringan bukan karena kemarau semata, melainkan karena rusaknya lingkungan oleh ulah manusia.
Ilustrasi krisis air bersih saat kekeringan melanda. Peneliti menyebut, kekeringan bukan karena kemarau semata, melainkan karena rusaknya lingkungan oleh ulah manusia.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Krisis air bersih bukan cuma soal kemarau panjang. Ada hal lain yang lebih laten: bahaya kerusakan lingkungan.

Ancaman krisis air yang mulai dirasakan di berbagai daerah dinilai tidak lagi bisa semata-mata disalahkan pada musim kemarau. Peneliti Yayasan Amerta Air Indonesia, Bagas Yusuf Kausan, menegaskan akar persoalan justru berada pada kerusakan lingkungan yang terus berlangsung akibat aktivitas manusia.

Menurut Bagas, anggapan bahwa kekeringan hanya dipicu minimnya curah hujan sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Ia mengacu pada laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebut kekeringan kini lebih banyak dipicu oleh ulah manusia dibanding faktor alam.

Bacaaja: Kemarau Datang, BPBD Kabupaten Semarang Siagakan 750 Ribu Liter Air Bersih
Bacaaja: Empat Daerah Ini Paling Rawan Kekeringan saat Kemarau di Jateng, Mana Saja?

“Sekarang masalah kekeringan air itu jauh lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia ketimbang oleh pergantian musim,” kata Bagas, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan seperti degradasi lahan, menurunnya cadangan air tanah, hingga dampak perubahan iklim telah mengubah pola krisis air menjadi persoalan yang bersifat struktural.

Akibatnya, musim kemarau kini hanya menjadi pemicu yang mempercepat krisis, bukan lagi penyebab utamanya.

“Kekurangan curah hujan atau musim kemarau panjang itu sebenarnya hanya merupakan satu faktor dan bahkan sekarang sudah bukan jadi faktor utama,” ujarnya.

Bagas menjelaskan, rusaknya kawasan resapan membuat tanah kehilangan kemampuan menyimpan air. Ketika cadangan air tanah terus menyusut, wilayah-wilayah tertentu menjadi jauh lebih rentan mengalami kekeringan setiap memasuki musim kemarau.

Situasi tersebut semakin diperparah oleh perubahan iklim yang membuat pola hujan sulit diprediksi. Daerah yang sebelumnya relatif aman kini lebih cepat terdampak krisis air karena daya dukung lingkungannya terus melemah.

Meski begitu, Bagas mengingatkan istilah “aktivitas manusia” tidak boleh dimaknai sebagai kesalahan seluruh masyarakat secara merata. Menurutnya, kerusakan lingkungan dalam skala besar umumnya berkaitan dengan pihak-pihak yang memiliki modal dan kewenangan besar dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Dengan kata lain, penyebab krisis air bukan sekadar soal cuaca, melainkan juga konsekuensi dari tata kelola lingkungan yang selama ini gagal menjaga keseimbangan alam. Tanpa upaya serius memulihkan kawasan resapan dan mengendalikan eksploitasi lingkungan, ancaman krisis air diperkirakan akan terus membesar meski musim hujan kembali datang. (dul)

You Might Also Like

Pemprov: Jumat Boleh WFH, Kecuali Eselon 1 dan 2

KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?

WFH Perlu Indikator Jelas, Pengawasan ASN Jadi Kunci

Agustus Nanti Matahari Rasanya Dekat, Kemarau Datang Lebih Cepat

Piala Dunia Jadi Momentum TVRI Bangkit, Blank Spot Siap Dikejar

TAGGED:kemaraukerusakan lingkungankrisis air bersih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dana UMKM Diduga Tertahan Rp3 Triliun, Andhika Satya Desak DPR Panggil TikTok
Next Article KEKECEWAAN - Sejumlah awak media menaruh id card dan peralatan liputan di lantai sebagai bentuk protes dan kekecewaan setelah dilarang meliput Menkeu Purbaya di Muladi Dome Undip, Jumat (3/7/2026). (dul) Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis)

7.315 Pekerja Jateng Kena PHK, DPRD: Jangan Cuma Dicatat, Harus Dicarikan Solusi!

Koordinator Abjat Presidium Jateng, Aulia Hakim menyampaikan keterangan di sela aksi demontrasi di kantor Gubernur Jateng, Kamis (1/10/2026). (dul)

Buruh Minta UMK Naik 10 Persen, Abjat: Upah Masih di Bawah KHL

Lapas Purwodadi Buka-bukaan Soal Layanan Kunjungan

Jaga Lisan, Karena Satu Kata Bisa Berujung Dosa

TPA Jatibarang Terbakar, Pemprov Bentuk Tim Gabungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

ilustrasi kereta api
Fokus

Jakarta Semarang Makin Dekat, Kereta Jadi Andalan Banyak Orang

Juni 12, 2026
WISATA SPEEDBOAT - Pengunjung Waduk Jatibarang, Semarang, swafoto di dermaga wisata speedboat. (dul)
Fokus

Sudah Ada Sejak 2015, Wisata Speedboat di Semarang Ternyata Banyak yang Belum Tahu

Mei 30, 2026
MAIN PADEL--Elsa dan rekannya sedang bermain padel di Gets Coutrs Semarang. (bae)
Fokus

Fomo Berujung Hobi, Padel Makin Digemari Anak Muda Semarang

Agustus 7, 2026
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar. (bae)
Fokus

Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?

April 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kerusakan Lingkungan di Balik Ancaman Krisis Air, Peneliri: Bukan Lagi Sekadar soal Kemarau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?