Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: SD Negeri Sepi Peminat? Pengamat: Terus Berinovasi, Prestasi Bisa Jadi Magnet
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

SD Negeri Sepi Peminat? Pengamat: Terus Berinovasi, Prestasi Bisa Jadi Magnet

R. Izra
Last updated: Juli 20, 2026 10:17 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SAMBUT SISWA: Salah satu guru kelas menyambut tiga siswa baru SDN Purwoyoso 1 Semarang dalam rangkaian MPLS, Senin (13/7/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pengamat pendidikan mengungkap, sekolah sepi peminat bukan berarti berhenti berinovasi. Kata pengamat, inovasi dan prestasi akan menjadi magnet orang tua untuk mendaftarkan anak ke sekolah.

Sepinya jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah negeri pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 bukan berarti sekolah kehilangan daya saing. Justru, kondisi ini dinilai bisa menjadi momentum untuk berbenah dan menghadirkan inovasi agar kembali dilirik masyarakat.

Pengamat pendidikan dari PGRI Kota Semarang, Nur Khoiri, mengatakan sekolah dengan jumlah murid yang sedikit memiliki peluang memberikan pembelajaran yang lebih optimal karena guru dapat mendampingi siswa secara lebih intensif.

Bacaaja: SDN Purwoyoso 1 Cuma Terima 3 Murid Baru, MPLS Tetap Dibikin Serasa Pesta
Bacaaja: Sekolah Dasar Negeri Sepi Peminat, Pengamat Singgung Pergeseran Penduduk

“Kalau muridnya sedikit, sebenarnya guru bisa lebih fokus mendampingi siswa. Ini justru bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan melahirkan lebih banyak prestasi,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Nur Khoiri mencontohkan kondisi SDN Purwoyoso yang tahun ini hanya menerima tiga siswa baru. Menurutnya, persoalan tersebut bukan diselesaikan dengan mengubah kurikulum, melainkan melalui kreativitas sekolah dalam menghadirkan program-program unggulan.

“Kurikulum tidak perlu diubah. Yang harus berubah adalah cara sekolah mengelola potensinya. Kepala sekolah dan guru harus berani membuat inovasi, program unggulan, dan kegiatan yang menarik sehingga masyarakat punya alasan memilih sekolah itu,” katanya.

Ia menilai prestasi menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan masyarakat. Bahkan, orang tua tidak akan keberatan menyekolahkan anaknya lebih jauh jika sekolah tersebut memiliki kualitas dan rekam jejak yang baik.

“Kalau sekolahnya punya prestasi, orang tua bisa saja rela mengantar anaknya lebih jauh. Tapi kalau lokasinya jauh dan tidak ada sesuatu yang membedakan, tentu mereka akan memilih sekolah yang lebih dekat dari rumah,” jelasnya.

Di sisi lain, Nur Khoiri mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang menggandeng sekolah swasta untuk menampung siswa yang belum diterima di sekolah negeri melalui program bantuan pendidikan.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi solusi jangka pendek yang tepat sembari pemerintah menyesuaikan pemerataan fasilitas pendidikan dengan pertumbuhan penduduk di kawasan baru.

“Program kerja sama dengan sekolah swasta ini sudah berjalan dan menurut saya sangat baik. Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri tetap bisa memperoleh pendidikan tanpa terbebani biaya karena mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” katanya.

Ia berharap upaya pemerintah diiringi dengan keseriusan sekolah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Jangan sampai sekolah sudah sepi murid tetapi tidak melakukan terobosan. Kalau tidak ada inovasi dan tidak ada prestasi, sekolah akan semakin ditinggalkan. Sebaliknya, kalau berhasil menciptakan sekolah yang unggul, itu akan menjadi magnet yang membuat masyarakat datang dengan sendirinya,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah perubahan demografi dan persaingan yang semakin ketat, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar sekolah tetap relevan dan menjadi tujuan utama masyarakat. (dul)

You Might Also Like

Gabung PSIS, Syahrian Abimanyu Kirim Pesan untuk Suporter

KH Sholeh Darat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Server SPMB Jateng Dipasang ‘Turbo’, Jamin Nggak Ada Drama Saat Daftar Sekolah

Dialek Semarang yang Kian Tenggelam di Kota Sendiri

Kredit Fiktif Rp5,2 Miliar, Enam Eks Pegawai Bank Pasar Semarang Masuk Bui

TAGGED:headlineinovasipengamat pendidikanprestasisekolah sepi peminatupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article JALAN RUSAK--Petugas memperbaiki kerusakan ruas Jalan Candi Penataran Raya, Kalipancur, Kota Semarang. (ist) Pemkot Semarang Tuding Truk Galian C Jadi Biang Kerok Jalan Kalipancur Cepat Rusak
Next Article RAIH PENGHARGAAN - PLN Icon Plus raih penghargaan Fastest Rising Internet Service Provider pada SBBI Awards 2026 ICONNET Makin Ngebut! PLN Icon Plus Sabet Penghargaan ISP dengan Pertumbuhan Tercepat di SBBI Awards 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENANGKAPAN EKS-NAPITER -- Kolase foto eks-napiter pelaku pembakaran mi babi di Sukoharjo (kiri) dan petugas yang melakukan penangkapan. (ist)

Dua Polisi Terluka saat Tangkap Eks-Napiter Pembakar Warung Mi Babi di Sukoharjo

DEMO BERUJUNG RUSUH - Polisi menangkap peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Selasa (21/10/2026) malam.

Suara Petasan dan Aba-aba Serbu: Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Massa Aksi Dikeroyok Ormas

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf

Maret 12, 2026
Pencipta lagu legendaris 'Darah Juang', John Tobing tutup usia di Yogyakarta.
Info

Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja

Februari 26, 2026
Fokus

Goa Kreo Masih Cantik, Tapi Wisatawannya ke Mana?

Mei 31, 2026
Info

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

September 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: SD Negeri Sepi Peminat? Pengamat: Terus Berinovasi, Prestasi Bisa Jadi Magnet
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?