Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lagi, KPK Panggil Tujuh ASN Pemkab Pekalongan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Lagi, KPK Panggil Tujuh ASN Pemkab Pekalongan

Kasus korupsi di Kabupaten Pekalongan makin panas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak dengan memanggil tujuh ASN, dan ceritanya mulai kelihatan makin dalam, bukan sekadar kasus biasa.

T. Budianto
Last updated: April 14, 2026 8:07 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
ROMPI TAHANAN: Petugas membawa Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq yang mengenakan rompi tahanan KPK menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, awal Maret lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, PEKALONGAN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap tujuh aparatur sipil negara (ASN) dari Pemkab Pekalongan, Selasa (14/4/2026). Lokasinya pun bukan di kantor KPK, tapi di Polres Pekalongan Kota.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo memastikan, pemeriksaan ini masih bagian dari pengembangan kasus yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq.

Baca juga: Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: Saya Pedangdut, Bukan Birokrat

Tujuh ASN yang dipanggil antara lain Rendika Yoga, Kasih Ismoyo Adhi, Utini, Ibnu Imam Fahrudin, Pradita Eko Sukresno, Nur Febrianto, dan Argo Yudha Ismoyo. Mereka diperiksa untuk mendalami alur proyek dan dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut.

Nggak cuma pemanggilan saksi, KPK juga sebelumnya sudah menyita sejumlah kendaraan dari beberapa lokasi, mulai dari rumah dinas bupati hingga kawasan Cibubur. Daftarnya lumayan “wah”: dari Wuling Air EV sampai Toyota Vellfire.

Penerima Manfaat

Di balik itu, terkuak juga soal perusahaan bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) yang didirikan keluarga Fadia. KPK menduga, Fadia Arafiq berperan sebagai penerima manfaat alias beneficial owner dari perusahaan tersebut.

Yang bikin makin serius, perusahaan ini disebut-sebut berisi tim sukses Fadia dan diduga “diarahkan” untuk memenangkan proyek di berbagai perangkat daerah.

Dalam kurun 2023-2026, perusahaan ini disebut meraup sekitar Rp46 miliar. Duit itu kemudian mengalir ke sejumlah pihak, termasuk keluarga Fadia dan pihak terkait lainnya.

Baca juga: Berompi Oranye, Fadia Bantah Terjerat OTT: “Demi Allah, Enggak Ada Serupiah pun”

KPK juga mengungkap, pada 2025 saja PT RNB mendapatkan proyek outsourcing di 17 perangkat daerah, tiga rumah sakit daerah, dan satu kecamatan. Atas kasus ini, Fadia dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, yang ancamannya nggak main-main.

Dari luar kelihatan proyek biasa, dari dalam ternyata “proyek keluarga”. Di negeri yang katanya transparan, kadang yang paling rapi justru… pembagian hasilnya. (tebe)

You Might Also Like

Kemplang Pajak Rp5,2 Miliar, Direktur Perusahaan Solar di Semarang Ditahan Kejaksaan

BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?

Gubernur: Kecamatan Harus Berdaya, Jangan Cuma Jadi Kantor Stempel

Iming ASN Tanpa Tes, Warga Gresik Tertipu Ratusan Juta

Sudewo Pengin Jadi Bupati Pati Lagi, Minta Doa Pendukung

TAGGED:fadia arafiqheadlineKPKpemkab pekalongan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Anak Curhat ke AI, Bukan ke Ortu: Pemprov Geber Program Berbasis Keluarga
Next Article KORBAN - Ilustrasi korban pelecehan seksual dibungkam. 16 Mahasiswa FH UI Terlibat Pelecehan Seksual, DPR: Alarm Penting Calon Penegak Hukum

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PKL SIMPANG LIMA - Pembeli sedang membeli dagangan di lapak PKL Simpang Lima Semarang, turut Jalan Ahmad Yani, Senin (31/8/2026). (dul)

Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi

AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026).

Heboh! Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk saat Diresmikan Bupati

Portal Malioboro Bikin Lansia Kesusahan Melintas

Kondisi lapak pedagang di kawasan Simpang Lima Semarang yang masih sepi pembeli, Senin (31/8/2026). (dul)

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

Presiden Prabowo Subianto. (ist)

Rating Prabowo Jeblok, Gerindra Sentil Bakom RI Pimpinan Qodari: Rp1,9 Triliun Buat Apa?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), gak lagi pensiun dari politik dan jadi rakyat biasa. Ia kini ngaku siap mati-matian keliling Indonesia demi menangkan PSI.
Politik

Katanya Mau Jadi Rakyat Biasa, Jokowi: Saya Siap Keliling Kecamatan Menangkan PSI

Februari 1, 2026
Ekonomi

Buyer Furnitur Dunia Diajak ‘Tur Pabrik’, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Maret 7, 2026
Viral

Stop Ngabuburit di Rel! KAI Daop 4 Semarang: Itu Zona Merah

Februari 26, 2026
GUGAT PERUSAHAAN--Kuasa hukum 5 karyawan Suara Merdeka sedang mendaftarkan gugatan di pengadilan, Jumat (10/7/2026). (bae)
Info

Lima Karyawan Ajak Duel Bos Suara Merdeka di Pengadilan, Gegara Perkara Ini

Juli 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lagi, KPK Panggil Tujuh ASN Pemkab Pekalongan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?