Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: “Saya Pedangdut, Bukan Birokrat”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: “Saya Pedangdut, Bukan Birokrat”

R. Izra
Last updated: Maret 5, 2026 8:28 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
ROMPI TAHANAN: Petugas membawa Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq yang mengenakan rompi tahanan KPK menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, awal Maret lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Drama baru datang dari Gedung Merah Putih. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, disebut mengaku ke penyidik kalau dirinya bukan seorang birokrat yang paham birokrasi dan tetek-bengek aturannya, melainkan berasal dari dunia musik.

Ya, Fadia Arafiq memang pedangdut. Ia lahir dari latar belakang keluarga musisi.

Hal itu diungkap Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu, saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Bacaaja: Fadia Ngaku Bareng Gubernur Saat OTT, Eh Luthfi Bilang: “Lho, Info dari Mana?”
Bacaaja: Berompi Oranye, Fadia Bantah Terjerat OTT: “Demi Allah, Enggak Ada Serupiah pun”

Dalam pemeriksaan mendalam, Fadia menyampaikan bahwa latar belakangnya adalah penyanyi dangdut, bukan birokrat. Publik tentu langsung ingat lagu hits-nya dulu, “Cik Cik Bum Bum”.

Pengakuan itu muncul dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan untuk tahun anggaran 2023–2026.

Namun, menurut KPK, alasan “tidak paham aturan” itu bertentangan dengan prinsip hukum. Sebab, sebagai kepala daerah dua periode, dan sebelumnya juga pernah menjabat Wakil Bupati, seharusnya memahami tata kelola pemerintahan.

Singkatnya: jabatan publik datang dengan tanggung jawab penuh, termasuk paham aturan mainnya.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan awal Maret 2026. KPK mengamankan Fadia beserta ajudan dan beberapa pihak lain di wilayah Jawa Tengah.

Total ada belasan orang yang sempat diamankan, namun pada 4 Maret 2026 KPK menetapkan Fadia sebagai satu-satunya tersangka dalam perkara ini.

Pernyataan “saya pedangdut, bukan birokrat” pun langsung jadi bahan perbincangan. Di satu sisi, itu dianggap sebagai pengakuan jujur soal latar belakang.

Di sisi lain, publik mempertanyakan: bukankah saat sudah jadi pejabat publik, semua aturan tetap wajib dipahami?

Kasusnya kini bergulir. Dan sorotan publik jelas belum akan redup dalam waktu dekat. (*)

You Might Also Like

Bejat! Oknum Anggota LSM di Semarang Diduga Hamili Gadis Autis Tetangganya

UMKM Gedawang Level Up! Mahasiswa Undip Bantu Go Legal & Go Digital

Mantan Rektor UGM Tiba-tiba Cabut Pernyataan soal Ijazah Palsu Jokowi, Ada Apa?

Pertamina Enduro Juara, Popsiwo Runner Up, Klub Megawati ke-3

Mahasiswa Semarang Turun Jalan, Tolak KUHAP: Ini Nginjek-injek HAM

TAGGED:birokratbupati pekalonganfadia arafiqheadlinekorupsipedangdutpengadkuan fadia arafiq
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo Respati Ardi pukul gong sebagai tanda lanching program Jaksa Sayang Anak oleh Kejaksaan Negeri Surakarta, Rabu (4/3/2026). Ikut Launching ‘Jaksa Sayang Anak’ di Solo, Respati: Jangan Ada Lagi Kekerasan Anak
Next Article Dulu Kayak Jalur Offroad, Sekarang Mulus: Warga Sragen Kini Bisa Bernapas Lega

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

Ilustrasi skyquake atau gempa langit.

BMKG Sebut Gempa Langit, Ihwal Dentuman Suara Misterius di Bandung dan Sekitarnya

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Sekda Jateng: Inspektorat Harus Jadi “Alarm Dini” Korupsi

Maret 31, 2026
Wagub Jateng, Gus Yasin (berpeci) bareng Forkopimda meninjau lokasi sumur minyak meledak di Blora, Jumat (22/8/2025). Foto: dok.humas
Unik

Sumur Ilegal di Blora Meledak, Tiga Nyawa Melayang, Baru Ingat Aturan?

Agustus 22, 2025
Info

Parkir Candi Arjuna Viral, Dishub Langsung Turun

Agustus 21, 2026
Pendidikan

942 Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng

Juli 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: “Saya Pedangdut, Bukan Birokrat”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?