Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dulu Kayak Jalur Offroad, Sekarang Mulus: Warga Sragen Kini Bisa Bernapas Lega
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dulu Kayak Jalur Offroad, Sekarang Mulus: Warga Sragen Kini Bisa Bernapas Lega

Akhirnya mimpi itu jadi kenyataan. Warga di beberapa wilayah Kabupaten Sragen sekarang bisa ngerasain jalan provinsi yang beneran layak dilalui. Jalur yang dulu bikin pengendara geleng-geleng kepala karena rusak, kini berubah mulus. Mobilitas lancar, distribusi hasil panen lebih cepat, dan harapan ekonomi ikut ngebut.

T. Budianto
Last updated: Maret 5, 2026 9:34 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PERESMIAN JALAN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama jajaran Forkompimda Pemkab Sragen menekan tombol tanda diresmikannya ruas jalan Kuwu-Galeh hingga Galeh-Ngrampal di Kabupaten Sragen, Rabu (4/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SRAGEN- Pemprov Jateng terus berbenah soal infrastruktur jalan. Targetnya sederhana tapi krusial: bikin konektivitas antarwilayah makin lancar supaya aktivitas warga dan roda ekonomi ikut bergerak.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, kualitas infrastruktur punya dampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Kalau infrastrukturnya baik, konektivitas wilayah juga meningkat. Bahkan ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” kata Luthfi saat meresmikan peningkatan dan preservasi jalan ruas Kuwu-Galeh hingga Galeh-Ngrampal di Kabupaten Sragen, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Perbaikan Jalan Kaligawe Semarang Dikebut

Menurutnya, pembangunan jalan bukan cuma soal beton dan aspal, tapi tentang membuka akses bagi aktivitas masyarakat. “Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tapi supaya pergerakan orang dan barang bisa berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jalan juga menjadi cara pemerintah membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Secara teknis, proyek peningkatan jalan ruas Kuwu-Galeh memiliki nilai kontrak sekitar Rp8,509 miliar dengan panjang penanganan 0,557 kilometer. Pekerjaannya meliputi perkerasan beton, pelebaran jalan, pelapisan aspal dua lapis, pembangunan drainase hingga pemasangan marka jalan.

Sementara itu, preservasi jalan ruas Galeh-Ngrampal dilakukan sepanjang 1,613 kilometer dengan nilai kontrak Rp11,991 miliar. Pekerjaan meliputi perkerasan beton, pelebaran jalan, overlay aspal hingga pembangunan fasilitas pelengkap jalan.

Jalur Vital

Jalur ini punya posisi strategis karena menjadi alternatif penghubung wilayah Gesi dan Tanon di Kabupaten Sragen dengan Kradenan di Kabupaten Grobogan. Kawasan tersebut dikenal sebagai daerah pertanian dengan komoditas utama seperti padi, jagung, dan tebu.

Tak cuma itu, jalur Galeh-Ngrampal juga menjadi akses menuju Exit Tol Sragen Timur di wilayah Pungkruk. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi hasil pertanian warga diharapkan jadi lebih cepat dan efisien.

Salah satu warga Sragen, Joko Mulyono (53) mengaku perbaikan jalan ini sudah lama dinantikan masyarakat. “Kami berterima kasih atas dibangunnya jalan ruas Kuwu–Galeh sampai Ngrampal ini. Ini seperti mimpi. Dulu orang naik sepeda saja susah lewat sini, sekarang jalannya sudah mulus seperti jalan nasional,” katanya.

Baca juga: Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan prioritas pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

“Terima kasih atas prioritas yang diberikan oleh Bapak Gubernur untuk membangun jalan Kuwu-Galeh sampai Ngrampal. Ini mimpi panjang bagi warga di wilayah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Sragen tahun ini juga mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur daerah. “Tahun ini Kabupaten Sragen mengalokasikan lebih dari Rp80 miliar untuk pembangunan infrastruktur,” kata Sigit.

Buat warga, jalan mulus mungkin terlihat sederhana. Tapi setelah bertahun-tahun melewati jalur yang lebih cocok disebut trek uji nyali kendaraan, aspal baru ini rasanya seperti upgrade kehidupan. Kadang, yang dibutuhkan rakyat memang bukan janji besar, cukup jalan yang nggak bikin shockbreaker menyerah di tengah jalan. (tebe)

You Might Also Like

53 Pohon Tumbang dalam Sehari, Semarang Lagi Nggak Baik-Baik Aja

Ramai Angka Triliunan untuk Kaos Kaki, BGN Bilang Faktanya Nggak Segitu

Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat

Kursi Panas Pati Kini di Tangan Chandra, Wagub: Fokus Kerja, Warga Jangan Kena Imbas

Kasus Laka Kerja Jateng Tembus 32 Ribu

TAGGED:headlinejalan rusakpemkab sragenpemprov jatengpreservasi jalan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: “Saya Pedangdut, Bukan Birokrat”
Next Article Soal Normalisasi Kali Plumbon, Pemkot Tunggu Pemerintah Pusat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pengendara melintas ke arah Jalan Gombel Baru yang dibikin dua arah setelah Jalan Gombel Lama ditutup mulai Senin (20/4/2026). (dul)

Fix, Tambah Macet! Turunan Gombel Lama Resmi Ditutup untuk Perbaikan Jalan

Sambut HUT ke-479 Kota Semarang, Taman Lele Semarang Bersolek

Semarang Zoo Kasih HTM 10 Ribu + Pelajar Masuk Gratis

Ilustrasi mobil diesel dan pesawat terbang. Harga avtur atau BBM untuk pesawat saat ini lebih mahal dari harga solar non-subsidi. (ai)

Avtur Lebih Murah dari Harga Solar, Terbang Jadi Lebih Hemat dari Naik Mobil Diesel?

Fenomena “Trial by Netizen” dan Krisis Etika di Ruang Digital

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

TPA Jatibarang Bakal Disulap Jadi Pembangkit Listrik dari Sampah

Oktober 11, 2025
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Info

Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Desember 22, 2025
Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)
Info

Bikin Geram! Orang Tua Kritik SPPG, Siswa di Lampung Tak Dikasih Jatah MBG Seminggu

Januari 23, 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan versi Kementerian PKPRI. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait, kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, saat peringatan Hari Perumahan Nasional 2025 di Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto: dok.
Daerah

Jateng Nggak Main-Main Soal Rumah, Juara 1 Nasional Bro!

Agustus 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dulu Kayak Jalur Offroad, Sekarang Mulus: Warga Sragen Kini Bisa Bernapas Lega
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?