Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Insentif kendaraan listrik dinilai harus menyentuh warga di sekitar tambang dan daerah terpencil, bukan hanya pembeli mobil listrik di perkotaan.

T. Budianto
Last updated: Mei 30, 2026 3:39 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Akademisi Soegijapranata Catholic University (SCU) sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Rencana pemerintah melanjutkan insentif kendaraan listrik kembali menjadi sorotan setelah pengumuman skema terbaru ditunda selama satu bulan.

Di tengah semangat mempercepat transisi energi, muncul dorongan agar kebijakan tersebut tidak hanya menguntungkan masyarakat perkotaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi daerah penghasil bahan baku kendaraan listrik.

Akademisi Teknik Sipil Soegijapranata Catholic University (SCU) sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai, insentif kendaraan listrik perlu diarahkan lebih tepat sasaran.

Menurutnya, daerah penghasil nikel hingga kawasan terpencil yang masih kesulitan akses energi semestinya mendapat perhatian khusus. “Jangan sampai insentif kendaraan listrik hanya jadi pemanis di kota-kota besar. Daerah penghasil nikel juga berhak menikmati manfaat dari industri ini,” ujar Djoko, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Akio Toyoda Klaim Kendaraan Listrik Lebih Kotor dan Tak Ramah Lingkungan, Mengapa?

Ia mencontohkan wilayah seperti Morowali, Weda, dan Konawe yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan nikel untuk industri baterai nasional. Namun di sisi lain, masyarakat di kawasan tersebut masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan fasilitas transportasi hingga masalah kesejahteraan.

Menurut Djoko, pemerintah perlu mulai memprioritaskan pembangunan transportasi umum berbasis kendaraan listrik di wilayah lingkar tambang. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

“Warga di daerah tambang seharusnya jadi pihak pertama yang merasakan manfaat kendaraan listrik, karena sumber daya alamnya diambil dari sana,” katanya.

Distribusi BBM

Tak hanya itu, Djoko juga melihat peluang besar pemanfaatan kendaraan listrik di pulau-pulau kecil yang masih menghadapi persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Kehadiran motor listrik dinilai dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih murah dan efisien bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Ia bahkan mendorong agar insentif tidak hanya difokuskan pada kendaraan pribadi, tetapi juga menyasar motor listrik roda tiga atau kendaraan niaga yang digunakan nelayan, petani, hingga pedagang pasar.

Menurutnya, manfaat ekonomi akan jauh lebih terasa jika kendaraan listrik digunakan untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat kecil. “Kalau dipakai untuk usaha masyarakat kecil tentu dampaknya akan lebih terasa,” ujarnya.

Di sisi lain, Djoko mengingatkan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak boleh berhenti pada pergantian mesin semata. Pemerintah juga perlu memastikan sumber energi yang digunakan benar-benar lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Dipermudah, Nggak Punya KTP Pemilik Lama Tetap Bisa

Ia menyoroti penggunaan kendaraan listrik yang masih bergantung pada pasokan listrik dari pembangkit berbahan bakar batu bara. Menurutnya, kondisi tersebut berisiko membuat tujuan pengurangan emisi menjadi kurang optimal.

“Kalau listriknya masih sepenuhnya dari PLTU batu bara, itu namanya cuma memindahkan emisi,” tegasnya.

Djoko berharap momentum penyusunan skema insentif terbaru dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Bukan hanya mendorong penjualan kendaraan listrik, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dan sosialnya dirasakan masyarakat yang selama ini berada di hulu industri.

Sebab akan terasa janggal jika daerah yang tanahnya digali untuk memasok nikel justru hanya kebagian debu dan lalu lintas truk, sementara manfaat kendaraan listrik melaju mulus di jalan-jalan kota. Kalau transisi energi ingin disebut berkeadilan, maka manfaatnya juga jangan berhenti di parkiran mal dan kawasan elite. (dul)

You Might Also Like

Panser Biru Siap Panaskan Putaran Ketiga

Lepas Keberangkatan Perdana Driver Profesional ke Jepang, JIDS: Butuh 10.000 Tiap Tahun

Oplosan Elpiji Beromzet Miliaran Terbongkar di Semarang

Gedung Koperasi Desa Sudah Jadi, Lah Isinya Masih Misteri Banget

Pasal Penghinaan Presiden-Wapres Hidup Lagi, Hanya Prabowo dan Gibran yang Boleh Lapor

TAGGED:headlinekendaraan listrikscu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Sampai Pesantren Jadi Tempat Takut Pulang
Next Article Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Jangan Sampai Pesantren Jadi Tempat Takut Pulang

DAMPINGI KORBAN--Kuasa hukum korban, Sukarman (kiri) menjelaskam kasus dugaan penganiayaan petinggi HIPMI Jateng. (ist)

Korban Penganiayaan Petinggi HIPMI Jateng Buka Suara di Hadapan Penyidik Polda

TANGANI BANJIR--Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyampaikan strategi tangani banjir rob saat Rembug Pembangunan Jateng di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026). (bae)

Ogah Nanggung Beban Sendirian, Pemkot Semarang Ajak Daerah Lain Kompak Atasi Banjir-Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

JALAN AMBLES - Jalan di Honggowongso, Ngaliyan, Kota Semarang, ambles dengan panjang sekitar 3-4 meter, Jumat (15/5/2026). (dul)
Info

Jalan Honggowongso Ngaliyan Ambles Tengah Malam, Warga Ungkap Fakta Memilukan

Mei 16, 2026
Info

Perjuangan Atikah Nyisihin Separuh Gaji Demi Rumah Impian

Mei 9, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin (1/9/2025). Foto: dok.
Nasional

Puan Maharani Ikut Dialog Bareng Presiden Prabowo dan Tokoh Bangsa, Janji DPR Lebih Buka Diri dan Kerja Bareng Pemerintah

September 3, 2025
Eldea bersama Ruth, seekor anjing labrador pelacak narkotika milik Bea Cukai Jateng-DIY.
Kerjo Aneh-aneh

Cerita Eldea si Pawang Anjing Pelacak Bea Cukai yang Ditakuti Bandar Narkoba

September 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?