BACAAJA, WONOSOBO – Nama bayi laki-laki asal Wonosobo, Muhammad MBG Subianto, mendadak ramai dibahas di media sosial. Nama yang terinspirasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu memancing beragam komentar, mulai dari yang memuji hingga yang menyindir.
Meski menjadi bahan perbincangan warganet, sang ibu, Yuharni, mengaku tidak terlalu memusingkan berbagai respons tersebut. Baginya, setiap orang berhak memiliki pendapat masing-masing.
“Yang baik saya balas, yang jelek tidak saya balas. Sudah biasa, manusia tidak ada yang sempurna,” ujar Yuharni, Selasa (14/7/2026).
Ia mengaku sama sekali tidak menyangka nama anak ketiganya bakal viral. Awalnya, ia dan suami hanya ingin memberikan nama yang punya cerita dan makna khusus bagi keluarga.
Yuharni menjelaskan, singkatan MBG dipilih sebagai ungkapan rasa syukur setelah dirinya memperoleh pekerjaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kesempatan itu datang setelah sebelumnya ia sempat kehilangan pekerjaan akibat perusahaan tempatnya bekerja tutup.
Menurutnya, pekerjaan baru tersebut membantu kondisi ekonomi keluarga kembali membaik. Karena itulah, nama MBG dianggap sebagai pengingat atas masa sulit yang berhasil dilewati.
Selain menyematkan singkatan MBG, pasangan ini juga menambahkan nama Subianto yang terinspirasi dari Presiden Prabowo Subianto. Keputusan itu, kata Yuharni, sudah dibicarakan bersama suaminya sebelum sang buah hati lahir.
Sejak kisahnya viral, rumah keluarga Yuharni pun semakin ramai didatangi warga yang penasaran. Bahkan, anak-anak di sekitar kampung sering mencari bayi tersebut sepulang mengaji.
“Anak-anak sering tanya, ‘MBG mana, MBG mana?'” katanya sambil tersenyum.
Menariknya, panggilan MBG kini lebih akrab digunakan warga dibanding nama lengkap sang bayi. Sebutan itu bahkan sudah melekat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Muhammad MBG Subianto lahir pada Jumat, 10 Juli 2026, melalui persalinan normal. Saat lahir, berat badannya mencapai 3.060 gram dengan panjang 50 sentimeter.
Saat ini, keluarga masih mengurus dokumen administrasi seperti akta kelahiran. Sementara acara syukuran pemberian nama akan digelar setelah memasuki tradisi tujuh harian.
Terlepas dari pro dan kontra yang bermunculan di media sosial, Yuharni berharap nama yang diberikan menjadi doa baik bagi putranya. Ia ingin sang anak tumbuh sehat, berakhlak baik, dan kelak menjadi kebanggaan keluarga. (*)

