Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Iuran BPJS Harus Naik, Negara Nggak Kuat Lagi?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Iuran BPJS Harus Naik, Negara Nggak Kuat Lagi?

Data yang dipaparkan menunjukkan lonjakan signifikan. Tiga tahun lalu biaya jaminan kesehatan nasional masih di angka Rp 158 triliun. Pada 2024 naik jadi Rp 175 triliun, dan di 2025 sudah menyentuh Rp 190 triliun.

Nugroho P.
Last updated: Februari 23, 2026 3:51 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi BPJS Kesehatan
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Isu kenaikan iuran jaminan kesehatan kembali bikin publik pasang telinga. Kali ini, sinyalnya datang langsung dari pemerintah, lengkap dengan angka defisit yang bikin dahi berkerut.

Budi Gunadi Sadikin menyatakan iuran BPJS Kesehatan memang sudah waktunya disesuaikan. Penyebabnya jelas: defisit dana makin melebar dan tak bisa terus ditutup dengan pola lama.

Pada 2025, defisit BPJS Kesehatan dilaporkan menembus lebih dari Rp 20 triliun. Angka itu bukan kecil, apalagi untuk program yang menyangkut jutaan peserta di seluruh Indonesia.

“Artinya apa? Iuran memang harus naik. Enggak mungkin iuran BPJS tidak disesuaikan setiap lima tahun,” kata Budi dalam konferensi pers Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan, ada dua alasan utama kenapa penyesuaian iuran dianggap mendesak. Pertama, biaya layanan kesehatan terus naik tiap tahun karena inflasi. Tanpa penyesuaian, sistem jaminan kesehatan bakal makin berat menanggung beban.

Data yang dipaparkan menunjukkan lonjakan signifikan. Tiga tahun lalu biaya jaminan kesehatan nasional masih di angka Rp 158 triliun. Pada 2024 naik jadi Rp 175 triliun, dan di 2025 sudah menyentuh Rp 190 triliun.

Alasan kedua adalah perluasan akses dan peningkatan kualitas layanan. Semakin banyak masyarakat terlayani, semakin besar pula biaya yang harus dibayarkan BPJS ke fasilitas kesehatan.

Menurut Budi, kalau iuran tak dinaikkan, dalam lima tahun ke depan kemampuan negara membiayai kesehatan masyarakat bisa goyah. Ia bahkan memberi peringatan cukup keras soal keberlanjutan sistem ini.

“Bukan di zaman saya, tapi pada saat menteri sesudah saya. Saya jamin BPJS tidak akan tahan. Pasti dia tidak akan cukup uang untuk bisa menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui kebijakan menaikkan iuran bukan perkara gampang. Faktor politik selalu jadi pertimbangan besar, apalagi kebijakan semacam ini kerap memicu protes publik.

Namun Budi menilai, justru lewat kenaikan iuran yang terukur, sistem bisa jadi lebih adil. Selama ini, ketika iuran stagnan dan tak menutup biaya, kekurangannya ditambal negara lewat subsidi.

Artinya, beban yang seharusnya bisa disesuaikan dengan kemampuan ekonomi peserta, akhirnya ditanggung bersama melalui APBN. Dalam jangka panjang, pola seperti ini dinilai kurang sehat.

Pemerintah pun menyiapkan skema berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Lewat skema ini, peserta dari desil 1–4 akan ditanggung pemerintah pusat.

Sementara desil 5–6 akan menjadi tanggungan pemerintah daerah. Kenaikan iuran terutama diarahkan pada kelompok masyarakat mampu di desil 7–10.

Desil sendiri adalah pembagian statistik yang membagi kelompok masyarakat menjadi sepuluh bagian berdasarkan tingkat ekonomi. Jadi, pendekatannya dibuat lebih terarah, bukan pukul rata.

“Itu sebabnya kenapa kenaikan iuran menjadi instrumen yang lebih adil, yang harus diperjuangkan,” kata Budi.

Wacana ini jelas bakal terus bergulir dan memicu diskusi panjang. Di satu sisi, ada kebutuhan menjaga keberlanjutan sistem kesehatan nasional. Di sisi lain, ada sensitivitas daya beli masyarakat.

Yang pasti, pemerintah sudah memberi sinyal tegas: tanpa penyesuaian, risiko jangka panjangnya bisa lebih berat. Kini, publik tinggal menunggu bagaimana skema finalnya akan benar-benar diterapkan. (*)

You Might Also Like

Langkah Dua Raja, Duka Satu Keraton yang Menyatu

Viral nan Tragis! Mbah Tarman Nikahi Gadis 24 Tahun, Mahar Cek Rp3 Miliar Ternyata Kosong

Viral Surat Minta THR ke Pengusaha, Kades Jampang

Sebelum Viral Nikah Bawa Cek Rp 3 Miliar, Mbah Tarman Ternyata hanya Sopir Bus, Punya Usaha ‘Klenik’ Samurai

Baut Gerak di Sayap Lion Air, Netizen Panik Duluan

TAGGED:BPJS NAIKIURAN BPJSTRIF BPJS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cek Harga, Satgas Saber Pangan Jateng Blusukan ke Pasar Jatingaleh
Next Article Satu Tahun Agustina-Iswar: Sukses Ubah Sampah Jadi Cuan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Forsan Jateng Mau Bikin Pesantren Makin Aman

TIMNAS SPANYOL - Untuk kali pertama dalam sejarah, tak ada pemain Real Madrid sama sekali dalam skuad tim nasional Spanyol.

Pertama dalam Sejarah! Tak Ada Pemain Real Madrid di Timnas Spanyol

Widodo C Putro: Pokoknya Nyerang!

ILUSTRASI pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI). (ist)

Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI

PEDAGANG MENGELUH - Pedagang kecil di Pasar Ngaliyan mengeluhkan mahalnya kedelai impor sebagai harga bahan baku tempe. (dul)

Rakyat Gak Butuh Dolar tapi Ukuran Tempe Jadi Kecil, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Nunggu Kontraksi Seharian, Bayi Al Ghazali Malah Santai Banget Datangnya

Mei 12, 2026
Arief Rosyid bersama Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
Viral

Viral Arief Rosyid soal Bahlil: ‘Jangankan Benar, Salah pun Kita Bela!’

Januari 5, 2026
Viral

Anjing Yogi Viral Mukanya Mirip Manusia Banget Loh

Oktober 28, 2025
Viral

Putri Wali Kota Prabumulih Pindah Sekolah, Publik Tambah Ngotot Soroti Drama yang Terjadi

September 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Iuran BPJS Harus Naik, Negara Nggak Kuat Lagi?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?