BACAAJA, MAKKAH – Suasana ibadah haji di Makkah mendadak diselimuti rasa cemas setelah seorang jemaah asal Indonesia dilaporkan hilang dan belum diketahui keberadaannya hingga sekarang. Jemaah tersebut diketahui bernama Muhammad Firdaus Ahlan yang terakhir terlihat keluar dari hotel tempat menginapnya pada 15 Mei 2026.
Kabar hilangnya Firdaus langsung membuat keluarga dan sesama rombongan panik. Apalagi saat keluar dari hotel, pria itu disebut tidak membawa identitas apa pun. Ia hanya mengenakan pakaian putih dan sarung, lalu berjalan meninggalkan penginapan seorang diri.
Juru bicara Kementerian Haji, Ichsan Marsa, mengatakan pihaknya saat ini masih terus melakukan pencarian intensif di berbagai titik di Makkah. Tim gabungan sudah bergerak sejak laporan diterima dan hingga kini upaya pencarian belum dihentikan.
Firdaus diketahui tergabung dalam Kloter JKG 27 rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol. Ia datang ke Tanah Suci bersama istrinya untuk menjalankan ibadah haji tahun ini. Namun suasana ibadah yang seharusnya penuh kekhusyukan berubah menjadi kepanikan setelah Firdaus tiba-tiba menghilang.
Menurut penjelasan Ichsan, laporan resmi mengenai hilangnya Firdaus masuk melalui aplikasi Kawal Haji pada 16 Mei 2026, sehari setelah ia terakhir terlihat meninggalkan hotel. Sejak saat itu, petugas langsung bergerak melakukan penelusuran.
Rekaman CCTV hotel menjadi salah satu petunjuk awal yang diperiksa tim pencari. Dari hasil pemantauan kamera pengawas, Firdaus terlihat keluar hotel sekitar pukul sembilan pagi. Saat itu kondisi hotel disebut relatif sepi karena sebagian besar jemaah sedang bersiap menunaikan salat Jumat.
Petugas kemudian mencoba melacak arah perjalanan Firdaus setelah keluar hotel. Namun hingga kini keberadaannya masih belum diketahui secara pasti. Tidak adanya identitas yang dibawa juga membuat proses pencarian menjadi lebih sulit.
Untuk mempercepat pencarian, Kemenhaj membentuk beberapa tim khusus. Tim pertama bertugas menyisir area-area yang biasa dipadati jemaah Indonesia, mulai dari hotel-hotel sekitar Makkah hingga kawasan Masjidil Haram.
Sementara tim kedua bergerak menyusuri jalan-jalan di sekitar kota Makkah. Mereka mencoba mencari kemungkinan Firdaus tersesat atau berada di lokasi tertentu yang belum terjangkau informasi.
Tim Perlindungan Jemaah atau Linjam dari Madinah juga ikut diterjunkan membantu pencarian. Upaya ini dilakukan agar area pencarian menjadi lebih luas dan peluang menemukan Firdaus bisa semakin besar.
Selain menyisir kawasan umum, petugas juga melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit di Makkah dan daerah sekitarnya. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Firdaus mengalami gangguan kesehatan atau ditemukan dalam kondisi tertentu tanpa identitas.
Koordinasi dengan aparat keamanan Arab Saudi juga terus dilakukan secara intensif. Pihak kepolisian setempat disebut sudah menerima laporan resmi terkait hilangnya jemaah asal Indonesia tersebut dan ikut membantu proses penelusuran.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama sang istri yang saat ini masih berada di Makkah. Selama proses pencarian berlangsung, pihak Kemenhaj memastikan pendampingan terus diberikan agar keluarga tetap mendapat dukungan penuh.
Sesama jemaah Indonesia di Tanah Suci juga mulai ikut membantu menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri Firdaus. Banyak yang berharap pria tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat dan bisa kembali berkumpul dengan rombongan.
Ichsan mengatakan pihaknya terus mengumpulkan berbagai informasi dari jemaah lain yang mungkin sempat melihat Firdaus setelah keluar hotel. Sekecil apa pun petunjuk yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh tim pencarian.
Kasus jemaah tersesat sebenarnya bukan hal baru saat musim haji berlangsung. Kepadatan manusia dari berbagai negara, kondisi cuaca panas, hingga kelelahan sering membuat jemaah kehilangan arah, terutama jika bepergian sendirian tanpa pendamping.
Karena itu, petugas kembali mengingatkan seluruh jemaah Indonesia agar tidak keluar hotel seorang diri. Membawa identitas dan nomor kontak rombongan juga diminta menjadi kebiasaan wajib selama berada di Tanah Suci.
Imbauan itu kembali ditekankan setelah kasus hilangnya Firdaus menjadi perhatian banyak pihak. Situasi di Makkah yang sangat ramai membuat proses pencarian seseorang bisa menjadi jauh lebih rumit jika minim informasi awal.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, suasana haru dan doa terus mengalir dari sesama jemaah Indonesia. Banyak yang berharap Firdaus hanya tersesat dan segera ditemukan dalam kondisi baik.
Petugas pun memastikan pencarian akan terus dilakukan sampai ada titik terang mengenai keberadaan Firdaus. Semua jalur komunikasi dengan otoritas setempat tetap dibuka demi mempercepat proses pencarian.
Kemenhaj juga mengimbau siapa pun yang melihat atau mengetahui informasi terkait Muhammad Firdaus Ahlan agar segera melapor kepada petugas haji Indonesia. Di tengah jutaan orang yang berkumpul di Tanah Suci, kepedulian sesama jemaah dianggap menjadi hal paling penting untuk membantu satu sama lain. (*)

