Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ada 104 Daerah se-Indonesia yang Naik PBB-nya. Pati Hanya Pemantik
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Ada 104 Daerah se-Indonesia yang Naik PBB-nya. Pati Hanya Pemantik

Kenaikan PBB-P2 terjadi di 104 daerah, sebagian besar diputuskan saat dipimpin Pj Kepala Daerah. Pati jadi sorotan usai demo ricuh dan wacana pemakzulan bupati, disusul kerusuhan di Bone akibat isu kenaikan hingga 300 persen yang ternyata hoaks. Intinya, sosialisasi minim, komunikasi buruk, dan narasi liar di medsos. Isu pemakzulan presiden ikut bergulir, tapi secara hukum masih jauh dari kemungkinan nyata.

baniabbasy
Last updated: Agustus 20, 2025 5:07 pm
By baniabbasy
4 Min Read
Share
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Foto: dok
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Foto: dok
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sebenarnya terjadi di 104 daerah se-Indonesia. 20 daerah diantaranya, kenaikannya lebih dari 100 persen. Kebijakan kenaikan ini, 95 persen terjadi di masa jabatan kepala daerah dipegang Penjabat (Pj).

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 itu bukan dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan efisiensi anggaran sendiri baru diluncurkan presiden pada awal 2025.

“Dari 104 daerah yang mengalami kenaikan PBB, hanya tiga di antaranya yang baru menetapkan kebijakan tersebut di tahun 2025. Sisanya sudah lebih dulu diputuskan, termasuk ada yang dirumuskan oleh penjabat kepala daerah,” ujar Bima Arya di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Wamendagri juga menanggapi munculnya protes keras masyarakat di sejumlah daerah –termasuk Pati, Jawa Tengah dan Bone- terhadap kenaikan PBB tersebut. Menurut Bima, demo besar penolakan kenaikan PBB yang terjadi lantaran minimnya sosialisasi dan ketidakcermatan pemerintah daerah setempat dalam mengukur kemampuan masyarakat.

Seperti yang terjadi di Pati Jawa Tengah pada 13 Agustus 2025, kemudian disusul Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada 19-20 Agustus 2025. Narasinya sederhana: warga marah karena pajak disebut naik sampai ratusan persen.

Bukannya meredam, Bupati Sudewo justru bikin video “ngegas” yang memantik amarah. Hasilnya? Kantor pemerintahan digeruduk, DPRD langsung pasang mode serius dengan membentuk Pansus Hak Angket  buat membuka jalan pemakzulan. Pati pun jadi headline nasional: “daerah pertama ricuh gara-gara PBB.”

Tak butuh waktu lama, pola yang sama muncul di Bone, Sulawesi Selatan, warga turun ke jalan pada 19–20 Agustus, bentrok pecah, aparat dan Satpol PP terluka. Lagi-lagi, narasi “naik 300 persen” telanjur viral. Bedanya, Pemkab Bone buru-buru klarifikasi: angka itu hoaks. Faktanya, kenaikan hanya sekitar 65 persen. Tapi nasi sudah jadi bubur, demo terlanjur rusuh.

Kalau dilihat, baik Pati maupun Bone punya benang merah. Pertama isu PBB naik besar-besaran, lalu komunikasi yang dilakukan pemerintah daerah buruk, dibumbui berita-berita di media sosial, dan terakhir terjadi kerusuhan, sampai isu bergulir menjadi pemakzulan kepala daerah.

Menuju Pemakzulan Presiden?

Sebagian besar kebijakan itu ternyata lahir di masa kepemimpinan Pj Kepala Daerah. Sebagaimana diketahui, Pj kepala daerah untuk Gubernur diangkat langsung oleh Presiden lewat usulan Mendagri. Sementara Pj Bupati atau Walikota, diangkat oleh Mendagri dengan pertimbangan dari Gubernur dan konsultasi DPRD.

Artinya? Ketika Pj bikin kebijakan kontroversial, gampang banget diasosiasikan sebagai “pesanan pusat.” Padahal secara hukum, Pj memang punya kewenangan penuh setara kepala daerah definitif.

Maslahnya, Pj tidak dipilih rakyat, sehingga legitimasinya tipis. Begitu ada kebijakan nggak populer, publik langsung nyinyir: “Wajar, ini titipan Jakarta!” Nah, sentimen kayak gini yang gampang dipakai buat mobilisasi massa.

Dari Pati ke Bone, dari isu pajak ke narasi politik. Belakangan muncul isu liar, kisruh PBB ini sengaja digoreng buat menuju target yang lebih besar, yaitu pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.

Tapi secara konstitusional, itu hampir mustahil dalam jangka pendek. Jalurnya panjang: DPR ke Mahkamah Konstitusi dan MPR. Harus ada tuduhan berat semacam pengkhianatan negara atau korupsi besar. Sementara yang konkret saat ini baru di level pemakzulan kepala daerah. Jadi, isu pemakzulan presiden masih lebih ke propaganda politik ketimbang realitas hukum.

Jadi Pati hanya menjadi pemantik, Bone menyusul kemudian, dan masih ada potensi di daerah-daerah lain yang juga terjadi kenaikan PBB-P2. Kalau akhirnya menjadi titik awal kerusuhan dan menjadi isu pemakzulan presiden, masih jauh panggang dari api. (*)

Baca yang penting! Yang penting Baca Aja!

You Might Also Like

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

Walhi: Banjir Itu Bukan Takdir

Peradi SAI Kota Semarang Sosialisasikan Nama dan Logo Baru

Satu Tahun Agustina-Iswar: Saatnya Melompat Lebih Tinggi

MTQ Nasional, Pemprov Siapkan 306 Nakes

TAGGED:ancaman kerusuhan nasionalbima arya wamendagridemo pati rusuhheadlinePBB naik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Iskandar, dukun pengganda uang asal Pemalang kembali beraksi. Dia kembali digelandang polisi setelah membunuh kliennya, pasutri asal Pemalang. Foto: Bae Dukun Iskandar Comeback: Duit Nggak Nambah, Korban Bertambah
Next Article Dukun Iskandar Kambuh Lagi: Pasutri di Pemalang Jadi Korban Kopi Beracun

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Arnendo (menunduk) didampingi kuasa hukumnya saat berada di kantor polisi menanyakan tindak lanjut laporan kasus penganiayaan. (ist)
Hukum

Mahasiswa Undip Korban Pengeroyokan Diduga Pelaku Pelecehan Seksual, Begini Sikap Kampus

Maret 7, 2026
Ilustrasi penumpang bersiap naik gerbong kereta api di Stasin Tawang Semarang.
Info

Stasiun Tawang Lagi Ramai-Ramainya: 42 Ribu Orang Pilih Pergi Naik KA

Desember 30, 2025
Daerah

Dukungan Meluas, Bantuan Besar Mengalir dari Yayasan Yudhoyono untuk Pandanarum Bangkit

November 22, 2025
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Politik

Gus Yahya Tolak Mundur, Rapat Alim Ulama: Gak Ada Pemakzulan

November 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ada 104 Daerah se-Indonesia yang Naik PBB-nya. Pati Hanya Pemantik
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?