Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Vakum boleh, gonta-ganti personel pernah, tapi berhenti bermusik? Sepertinya bukan pilihan Tradisigila. Band asal Semarang ini justru kembali dengan energi baru dan sebuah album ketiga yang isinya nyaris penuh dengan urusan cinta.

T. Budianto
Last updated: Agustus 12, 2026 2:54 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
AKSI PANGGUNG- Band asal Semarang, Tradisigila, tampil energik di hadapan penonton dalam sebuah pertunjukan musik. Tradisigila kini kembali aktif berkarya dan merilis album ketiga bertajuk Street Love Memories. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, CANGGU – Ada masa ketika sebuah band memilih menghilang setelah dihantam berbagai persoalan. Tradisigila malah mengambil jalan berbeda: kembali ke studio, meracik lagu, lalu menggeber karya baru.

Band yang kini berbasis di Bali tersebut resmi merilis album ketiganya, Street Love Memories, pada Agustus 2026. Album ini menjadi kelanjutan dari produktivitas mereka setelah kembali aktif pada 2025. Tak tanggung-tanggung, dalam waktu sekitar satu setengah tahun, Tradisigila sudah mengeluarkan tiga album.

“Album pertama kami rilis pada Maret 2025, kemudian album kedua pada Oktober masih di tahun yang sama. Dan Agustus 2026 kami merilis album ketiga,” ujar Fandem Fay, vokalis, gitaris sekaligus founder Tradisigila.

Buat band yang sempat vakum dan mengalami bongkar pasang personel, ritme tersebut jelas bukan pekerjaan santai. Namun, Tradisigila seolah ingin membuktikan bahwa jeda panjang tidak selalu berarti kehilangan arah.

Kadang justru menjadi waktu untuk mengumpulkan tenaga sebelum kembali membuat suara. Kini Tradisigila diperkuat Fandem Fay, Bang Bibir pada bass dan backing vocal, serta Rizal Lala di drum.

Baca juga: 17 Band Tampil di Final Lomba Band Christopherus Music School

Kalau melihat judul albumnya, satu hal langsung terasa: cinta sedang berkuasa di sini. Namun, Tradisigila tidak menerjemahkan cinta sebatas kisah dua orang yang sedang kasmaran.

Cinta di Street Love Memories jauh lebih luas. Ada cinta kepada pasangan, persahabatan, orang tua, kehidupan, sampai cinta yang berujung patah hati. Sepuluh lagu menjadi isi album ini, yakni “Cinta Selamanya”, “Kebanggaan”, “Melangkah Hingga Tua”, “Kuta Malam Ini”, “Bunga Primadona”, “Gadis Nakal”, “Babu I Love You”, “Terkadang Hidup Memuakkan”, “My Father”, dan “Street Love Memories”.

“Beda dengan album sebelumnya, di album ketiga ini lebih variatif,” kata Fandem. Variasi tersebut tidak hanya datang dari musik dan cerita, tetapi juga dari keterlibatan musisi lain. Tradisigila membuka ruang kolaborasi lintas genre untuk memperkaya warna album.

“Ada beberapa kolaborasi dengan musisi lain. Penasaran siapa? Dengarkan saja albumnya yang sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital,” ujarnya.

Sebagian besar lagu merupakan karya Tradisigila. Sementara dua lagu lainnya ditulis oleh Hendy Hen, rekan mereka.

Dengan komposisi tersebut, Street Love Memories sengaja dibuat tidak monoton. Ada cerita manis, ada yang nakal, ada yang romantis, bahkan ada pula yang mengingatkan bahwa hidup kadang memang bikin kepala ingin istirahat sejenak.

Album ketiga ini juga punya cerita perjalanan tersendiri. Proses rekaman dilakukan di Denpasar, Jepara, Semarang, dan Ambarawa. Pengerjaannya berlangsung sekitar satu bulan pada awal 2026.

Merasa Nyaman

Namun, Denpasar menjadi kota yang paling banyak menyita waktu rekaman. Bukan tanpa alasan. Tradisigila merasa nyaman mengerjakan musik mereka di Pulau Dewata.

Bali sekaligus menjadi tempat tiga personel tersebut melanjutkan perjalanan hidup sebagai anak rantau. “Kami semua bertato dan kami sama-sama anak rantau yang sekarang stay dan berjuang di Pulau Dewata,” tutur Fandem.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi cukup menggambarkan fase baru Tradisigila. Mereka bukan lagi sekadar band yang mencoba kembali setelah vakum. Ada kehidupan baru yang harus dijalani, pekerjaan yang harus diperjuangkan, sekaligus musik yang terus dirawat.

Kehadiran Bang Bibir sebagai personel baru juga membuat energi band terasa lebih segar. Bersama Rizal Lala, ketiganya kini mencoba menjaga Tradisigila tetap hidup sekaligus produktif. Fandem sebagai motor band pun masih berada di garis depan, mengawal arah musik dan perjalanan kelompok tersebut.

Secara visual, tema cinta juga dibawa ke artwork album. Sampul Street Love Memories didominasi warna pink dengan sosok cupid nakal yang membawa simbol cinta.

Baca juga: Teater Belum Mati di Semarang, Keraton Siluman Bikin Penonton Ketawa Sampai Sakit Perut

Sekilas terlihat manis. Tapi melihat judul lagunya, pendengar mungkin akan menemukan bahwa cinta versi Tradisigila tidak selalu berbunga-bunga. Ada “Cinta Selamanya”, tetapi ada pula “Terkadang Hidup Memuakkan”.

Ada “My Father”, yang membawa cinta kepada orang tua, tetapi juga ada cerita tentang hubungan, malam, perempuan, persahabatan, hingga patah hati. Jadi, album ini boleh saja berwarna pink. Tapi isinya tidak melulu manis.

Tradisigila berharap Street Love Memories bisa diterima pendengar dari berbagai kalangan dan menjadi pintu untuk kembali meramaikan perjalanan musik mereka di Indonesia.

Setelah pernah hilang dari radar, mereka kini kembali membawa tiga hal: personel yang lebih solid, energi yang baru, dan sepuluh lagu yang semuanya punya urusan dengan cinta.

Pada akhirnya, Street Love Memories mungkin bukan cuma tentang bagaimana mencintai seseorang. Ini juga tentang mencintai proses, bertahan ketika keadaan tidak ramah, dan tetap membuat musik meski hidup berkali-kali menyuruh berhenti.

Tradisigila sudah kembali. Dan kalau melihat tiga album dalam waktu relatif singkat, sepertinya mereka belum menemukan tombol “pause”. (tebe)

You Might Also Like

Purbaya Digoyang Isu Terima Suap

Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang

Kelakuan Sudewo, Simpanan Tumpukan Dolar di Rumah Tak Dicantumkan dalam LHKPN

Waduh! Polisi Intensif Patroli Siber, Omonganmu Pesan Burjo Lewat WA Pun Kini Bisa Diawasi

Agustina: Revitalisasi Stasiun Tawang Jaga Identitas dan Dongkrak Ekonomi

TAGGED:band semarangkota semarangmusiktradisigila
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar
Next Article Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Capek di Jalan? Terminal Mangkang Siapkan Posko Kesehatan Buat Pemudik

Maret 14, 2026
Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Hukum

KPK Boyong 12 Pejabat Tulungagung ke Surabaya, Kasus OTT Bupati Gatut Masih Gelap

April 11, 2026
Sepak Bola

Belikopi Jadi Sponsor Utama PSIS

Juni 28, 2026
Gedung DPRD Solo luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Solo dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Daerah

Tengah Malam Mencekam! Massa Jarah dan Bakar Gedung DPRD Solo

Agustus 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?