Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Teater Belum Mati di Semarang, Keraton Siluman Bikin Penonton Ketawa Sampai Sakit Perut
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Teater Belum Mati di Semarang, Keraton Siluman Bikin Penonton Ketawa Sampai Sakit Perut

R. Izra
Last updated: Mei 25, 2026 8:23 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul)
TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Gedung Balairung Universitas PGRI Semarang mendadak penuh suara tawa, Sabtu (23/5/2026) malam. Pementasan Keraton Siluman garapan Teater Gemati sukses bikin penonton ngakak hampir tanpa jeda dari awal sampai akhir pertunjukan.

Beda dari teater yang identik dengan dialog serius dan berat, Keraton Siluman justru tampil liar, santai, dan penuh celetukan receh yang dekat banget sama kehidupan sehari-hari. Sindiran sosial tetap ada, tapi dibungkus lewat lawakan yang bikin suasana cair.

Kehadiran komedian senior seperti Jarwo Kwat dan Denny Chandra jadi magnet utama malam itu. Chemistry para pemain di atas panggung terasa dapet banget sampai beberapa penonton masih ketawa meski adegan sudah pindah.

Bacaaja: Gladi Resik Keraton Siluman, Jarwo Kwat Akui Main Teater Lebih Ribet tapi Lebih Seru
Bacaaja: Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

Meski penuh komedi, pertunjukan ini ternyata punya misi yang cukup serius: bikin masyarakat balik tertarik sama dunia teater.

Denny Chandra bilang, mengenalkan teater ke masyarakat sekarang memang nggak gampang. Karena itu unsur komedi sengaja dimasukkan supaya pertunjukan terasa lebih ringan dan mudah dinikmati semua kalangan.

“Untuk memperkenalkan teater kepada masyarakat itu sangat sulit. Makanya kami kasih unsur komedi supaya orang tertarik nonton, tapi nilai teaternya tetap ada,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, Semarang sebenarnya punya banyak seniman dan komunitas teater yang potensial. Sayangnya, panggung teater sering kalah pamor dibanding konser musik atau hiburan modern lainnya.

“Padahal Semarang ini kota besar dan punya banyak seniman bagus. Sayang kalau teaternya nggak terus dihidupkan,” katanya.

Hal senada disampaikan sutradara Keraton Siluman, Atut Ayam. Ia mengaku konsep kerajaan sengaja dipilih supaya kritik sosial bisa disampaikan lebih santai tanpa terasa menggurui.

“Kami mengkritik tanpa harus menjatuhkan. Makanya kami kemas dalam bentuk kerajaan supaya lebih ringan,” ujarnya.

Sepanjang pertunjukan, penonton nggak cuma disuguhi cerita, tapi juga improvisasi liar dari para pemain. Beberapa dialog spontan bahkan sukses bikin satu gedung pecah ketawa.

Tokoh Patih Serigalau yang dimainkan Jarwo Kwat jadi salah satu karakter paling mencuri perhatian. Celetukan khasnya bikin suasana makin hidup dan absurd.

Jarwo sendiri mengaku menikmati pengalaman tampil di konsep lawak teater seperti itu. Meski baru pertama kali main dalam format tersebut, ia merasa nggak terlalu asing karena sebelumnya sudah sering tampil di seni pertunjukan rakyat seperti ludruk, ketoprak, dan lenong.

“Ada hal-hal yang menggelitik tentang komunikasi antara pemimpin dan bawahannya. Patih ini cuma kasih masukan supaya negerinya lebih baik,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, Ian Bukan Kasela yang memerankan Raja Siluman mengatakan cerita dalam pertunjukan itu lahir dari fenomena sehari-hari yang dekat dengan masyarakat.

“Kadang kebiasaan-kebiasaan di sekitar kita kalau dibawa ke panggung malah jadi lucu,” ujarnya.

Menariknya lagi, komunitas Teater Gemati ternyata diisi orang-orang dari berbagai profesi. Ada yang pekerja kantoran, seniman, sampai yang sudah berkeluarga. Meski sibuk dengan kehidupan masing-masing, mereka tetap kumpul demi satu tujuan: menjaga teater tetap hidup.

Didukung Djarum Foundation lewat program Bakti Budaya, Keraton Siluman jadi bukti kalau teater ternyata masih punya tempat di hati penonton. Asal dikemas dekat dengan realita dan bisa bikin orang terhibur, panggung teater tetap bakal dicari. (dul)

You Might Also Like

Jalur Bumiayu Mulai Pulih, KAI Daop 4 Semarang tetap Buka Peluang Refund Tiket

Kala Napi Perempuan Lenggak-Lenggok di Runway Balik Jeruji

Hari Otda 2026, Pemkot Semarang Sabet Dua Penghargaan

Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026

Luthfi Ajak Warga Minta Langit Lebih Bersahabat

TAGGED:djarum foundationkeraton silumanSemarangteaterupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Fun Walk & Run PSMTI, Taj Yasin: Hidup Sehat Jangan Cuma Wacana
Next Article Biksu Thudong Disambut Hangat di Genuk

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MAKNA KEMERDEKAAN - Bagi PLN Icon Plus, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kontribusi hadirkan solusi teknologi, telekomunikasi, konektivitas, dan layanan digital.

PLN Icon Plus Regional Jawa Bagian Tengah Maknai HUT ke-81 RI: Perkuat Sinergi dan Kontribusi bagi Indonesia

Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri

Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan

ATAS PERMINTAAN APARAT - Bank Mandiri, melalui akun IG resmi mereka menyatakan pemblokiran rekening Supriyono alias Botok, warga Pati, atas permintaan aparat. Namun, Mandiri tak menjelaskan instirusi aparat negara tersebut.

Teguh Pati Pertanyakan Rekening Bank Mandiri Botok Diblokir: Kami Ini Salah Apa?

Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Dari Pembersih Akuarium Jadi Penguasa Sungai, Sapu-Sapu Bikin Resah

April 14, 2026
Daerah

Agustina Siap Bangun Jembatan di Bandarharjo

Januari 12, 2026
Info

Agustusan di Semarang: Ada Layanan Gratis, Diskon Pajak hingga Pesta Rakyat Sepanjang Bulan

Agustus 2, 2026
Kereta cepat Whoosh.
Info

Bandingkan Whoosh vs Haramain, Mana Lebih Worth It?

Oktober 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Teater Belum Mati di Semarang, Keraton Siluman Bikin Penonton Ketawa Sampai Sakit Perut
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?