Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Pembersih Akuarium Jadi Penguasa Sungai, Sapu-Sapu Bikin Resah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dari Pembersih Akuarium Jadi Penguasa Sungai, Sapu-Sapu Bikin Resah

Fenomena ini jadi menarik karena ikan yang dulu identik sebagai “tukang bersih-bersih” akuarium, sekarang justru berubah jadi ancaman di alam liar. Banyak warga yang awalnya santai melihat keberadaannya, kini mulai khawatir setelah tahu dampak sebenarnya.

Nugroho P.
Last updated: April 14, 2026 12:58 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ikan sapu-sapu.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kemunculan ikan sapu-sapu di sejumlah aliran sungai di Jakarta belakangan ini lagi ramai dibahas. Bukan tanpa alasan, jumlahnya yang makin banyak bikin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai ambil langkah tegas dengan mendorong penangkapan secara masif demi menjaga keseimbangan ekosistem.

Fenomena ini jadi menarik karena ikan yang dulu identik sebagai “tukang bersih-bersih” akuarium, sekarang justru berubah jadi ancaman di alam liar. Banyak warga yang awalnya santai melihat keberadaannya, kini mulai khawatir setelah tahu dampak sebenarnya.

Sapu-sapu sendiri dikenal sebagai ikan yang tahan banting. Dalam kondisi air yang kotor atau minim oksigen sekalipun, ikan ini tetap bisa bertahan hidup. Bahkan, kemampuannya ini jauh di atas rata-rata ikan air tawar lainnya.

Secara ilmiah, ikan dari keluarga Loricariidae punya kemampuan unik, yaitu mengambil oksigen langsung dari udara. Saat kondisi air mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen, ikan ini bisa naik ke permukaan untuk “bernapas”.

Kemampuan adaptasi ini membuatnya sulit dikalahkan di lingkungan ekstrem. Ketika ikan lain mati atau pindah, sapu-sapu justru tetap bertahan dan berkembang biak dengan cepat.

Bukan cuma soal napas, pertahanan tubuhnya juga bikin geleng-geleng kepala. Sapu-sapu dilengkapi pelat keras di bagian tubuhnya yang berfungsi seperti tameng alami dari predator.

Struktur tubuh seperti ini membuatnya tidak mudah dimakan oleh ikan lain. Akibatnya, jumlah predator yang bisa mengontrol populasinya sangat terbatas.

Karena minim ancaman, populasinya pun bisa meledak tanpa hambatan berarti. Inilah yang jadi salah satu alasan kenapa ikan ini sekarang mendominasi banyak sungai.

Masalahnya, dominasi ini bukan tanpa efek samping. Justru di sinilah letak “bahaya” yang mulai disadari banyak pihak.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu punya kebiasaan menggali lubang di tepi sungai. Aktivitas ini bisa memicu erosi dan merusak struktur alami bantaran sungai.

Selain itu, perubahan pada dasar sungai atau ekosistem bentik juga ikut terdampak. Kondisi ini membuat habitat alami ikan lain jadi terganggu.

Tak berhenti di situ, sapu-sapu juga dikenal sebagai pesaing yang agresif dalam mencari makanan. Mereka bisa berebut sumber daya dengan ikan lokal yang seharusnya hidup di habitat tersebut.

Bahkan dalam beberapa kasus, ikan ini juga memakan telur ikan lain. Dampaknya, regenerasi spesies lokal bisa terganggu dan populasinya perlahan menurun.

Kombinasi dari semua faktor ini menjadikan sapu-sapu sebagai ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem perairan.

Tak heran jika pemerintah mulai mengambil langkah cepat. Penangkapan massal dianggap sebagai solusi jangka pendek untuk menekan jumlahnya.

Meski begitu, upaya ini tentu tidak mudah. Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, sapu-sapu bukan jenis ikan yang gampang dikendalikan.

Di sisi lain, fenomena ini juga jadi pelajaran penting soal dampak introduksi spesies ke lingkungan baru. Apa yang awalnya terlihat bermanfaat, bisa berubah jadi masalah besar.

Banyak yang menduga, penyebaran sapu-sapu di sungai terjadi akibat pelepasan dari akuarium ke alam bebas. Kebiasaan ini ternyata punya konsekuensi panjang.

Kini, masyarakat mulai diajak lebih sadar untuk tidak sembarangan melepas ikan peliharaan ke sungai. Langkah kecil ini bisa mencegah masalah serupa di masa depan.

Cerita sapu-sapu ini jadi bukti bahwa keseimbangan alam itu rapuh. Sekali terganggu, dampaknya bisa meluas ke mana-mana.

Dari sekadar penghias akuarium, kini sapu-sapu berubah jadi “penguasa” baru di sungai. Pertanyaannya, apakah kita siap menghadapinya atau justru terlambat menyadarinya? (*)

You Might Also Like

Rekening Pejabat Makin Gendut! Presiden Teken Perpres Kenaikan Gaji Pejabat, ASN, dan TNI-Polri

Ngaliyan Lagi Macet Parah, Perbaikan Jalan Bikin Laju Kendaraan Tersendat

TNI Bakal Bangun 720 Jembatan di Jateng dan DIY

Sidang Polemik Pendidikan Gibran di MK, KPU Akui Tak Lakukan Verifikasi Dokumen Syarat Cawapres ke Diknas

Jangan Bor Gunung Ungaran! Warga Khawatir Air dan Petani Jadi Korban Proyek Geotermal

TAGGED:gangguikan sapu sapu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Beringin Sakti Tak Mau Tumbang Tiba-Tiba Tegak Lagi, Warga Heboh Banget
Next Article Momen Haru Wisuda MK Berubah Tegang, Anwar Usman “Sang Paman” Tumbang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Healing Biar Tenang, Bukan Biar Buang Uang

PROSESI WISUDA: Wisudawan UPGRIS mengikuti pemindahan toga dalam prosesi Wisuda ke-84 di gedung Balairung kampus tersebut, Selasa (13/10/2026). (bae)

Daftar Wisudawan Terbaik Wisuda ke-84 UPGRIS, Ada yang Raih IPK 4,00

November Mulai Basah, Musim Hujan Jateng Bisa 8 Bulan

Demi Challenge Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Lecehkan Al Quran

Jejak Karier Nanang Haryono, Kapolresta Sleman Sehari-Semalam

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (dul)
Info

Seleksi Akpol 2026, Polda Jateng Terapkan One Day Result: Hasil Bisa Langsung Dilihat

April 9, 2026
Harimau Benggala tengah berjalan di kandang area Semarang Zoo. (ist)
Info

Stok Harimau Benggala Menipis, Semarang Zoo Incar Harimau Sumatera

Januari 29, 2026
Ekonomi

Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

Januari 2, 2026
Sepak Bola

Pemenang Babak Play-Off Penentu Ditunggu Tim Bertabur Bintang di Perempat Final Soekarno Cup 2025

Juni 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Pembersih Akuarium Jadi Penguasa Sungai, Sapu-Sapu Bikin Resah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?