Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Momen Haru Wisuda MK Berubah Tegang, Anwar Usman “Sang Paman” Tumbang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Momen Haru Wisuda MK Berubah Tegang, Anwar Usman “Sang Paman” Tumbang

Acara yang digelar sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang itu awalnya berjalan lancar. Para tamu undangan, pejabat, dan pegawai MK mengikuti prosesi dengan penuh khidmat, mengiringi langkah Anwar yang telah mengabdi selama sekitar 15 tahun.

Nugroho P.
Last updated: April 14, 2026 1:00 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Anwar Usman saat prosesi. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Suasana khidmat di Mahkamah Konstitusi mendadak berubah jadi tegang saat acara wisuda purnatugas berlangsung di Jakarta, Senin sore. Di tengah momen yang seharusnya penuh penghormatan, Hakim Konstitusi Anwar Usman justru mengalami kondisi fisik yang menurun hingga akhirnya tumbang.

Acara yang digelar sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang itu awalnya berjalan lancar. Para tamu undangan, pejabat, dan pegawai MK mengikuti prosesi dengan penuh khidmat, mengiringi langkah Anwar yang telah mengabdi selama sekitar 15 tahun.

Namun situasi mulai berubah saat prosesi kirap berlangsung. Anwar tampak berjalan pelan dari aula menuju lobi utama gedung MK, dengan kondisi yang terlihat tidak sekuat biasanya.

Beberapa orang di sekitar mulai menyadari ada yang berbeda. Langkahnya melambat, tubuhnya tampak goyah, dan ia harus dipapah oleh istri serta pegawai yang mendampinginya sepanjang jalur kirap.

Meski tetap berusaha tersenyum dan menyelesaikan prosesi, kondisi fisiknya terlihat semakin menurun. Wajahnya mulai pucat, dan langkahnya makin berat hingga akhirnya perhatian banyak orang tertuju padanya.

Sesampainya di area lobi, beberapa hakim lain langsung sigap membantu menjaga posisinya agar tetap berdiri. Namun situasi tak bisa ditahan lebih lama.

Dalam hitungan detik, Anwar akhirnya tumbang. Suasana yang sebelumnya tenang langsung berubah jadi panik. Pegawai dan petugas segera bergerak cepat untuk membopongnya masuk ke ruang tunggu di gedung utama.

Momen itu membuat banyak orang yang hadir terkejut. Apalagi kejadian berlangsung di tengah acara resmi yang penuh makna.

Tak lama setelah dibawa ke dalam, tim medis internal MK langsung masuk untuk memberikan penanganan. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kondisi Anwar tetap stabil.

Sekretaris Jenderal MK, Heru Setiawan, kemudian memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Ia memastikan bahwa Anwar tidak sampai kehilangan kesadaran.

Menurutnya, kondisi yang dialami lebih karena kelelahan fisik. Gula darah yang turun dan durasi berdiri yang cukup lama disebut menjadi faktor utama.

Heru juga menegaskan bahwa sejak awal acara berlangsung cukup panjang. Wisuda purnabakti itu sendiri dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam kondisi seperti itu, wajar jika tubuh mengalami penurunan stamina, apalagi setelah mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa banyak jeda.

Meski sempat membuat panik, kabar bahwa Anwar masih dalam kondisi sadar sedikit meredakan kekhawatiran para tamu undangan.

Sebelum kejadian tersebut, Anwar sempat menyampaikan sambutan yang cukup kuat dan penuh makna. Ia berbicara soal tantangan menjadi hakim konstitusi.

Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa seorang hakim harus siap menghadapi risiko tidak disukai. Menurutnya, itu adalah konsekuensi dari upaya menegakkan keadilan.

Pesan itu juga ditujukan kepada para penerus dan hakim yang masih aktif bertugas. Ia mengingatkan agar mereka tidak gentar dalam menjalankan tugas.

Ucapan tersebut kini terasa semakin berkesan setelah melihat momen di penghujung acara. Sebuah penutup yang tidak direncanakan, namun meninggalkan kesan mendalam.

Hingga saat kabar ini beredar, Anwar masih berada di ruang tunggu dengan penanganan dari tim medis. Banyak pihak berharap kondisinya segera pulih.

Peristiwa ini jadi pengingat bahwa di balik jabatan dan dedikasi panjang, kondisi fisik tetap punya batas. Bahkan di momen penting sekalipun, tubuh bisa memberi sinyal untuk berhenti sejenak. (*)

You Might Also Like

Uangnya Segunung, Program Makan Gratis Kini Mulai Disorot KPK

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

Cinta Berujung Tragedi: Dosen Cantik Tewas di Tangan Polisi Muda

Ini Negara Hukum Atau Negara Kuasa? Guru Besar UI Kritik Pedas KUHAP Baru

Tuntutan Mati Berubah Lima Tahun, Kisah ABK Fandi Bikin Haru

TAGGED:anwar usmanMKtumbang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Pembersih Akuarium Jadi Penguasa Sungai, Sapu-Sapu Bikin Resah
Next Article Ramai Angka Triliunan untuk Kaos Kaki, BGN Bilang Faktanya Nggak Segitu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Jangan Sampai Pesantren Jadi Tempat Takut Pulang

DAMPINGI KORBAN--Kuasa hukum korban, Sukarman (kiri) menjelaskam kasus dugaan penganiayaan petinggi HIPMI Jateng. (ist)

Korban Penganiayaan Petinggi HIPMI Jateng Buka Suara di Hadapan Penyidik Polda

TANGANI BANJIR--Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyampaikan strategi tangani banjir rob saat Rembug Pembangunan Jateng di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026). (bae)

Ogah Nanggung Beban Sendirian, Pemkot Semarang Ajak Daerah Lain Kompak Atasi Banjir-Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Mei 12, 2026
Tim penyidik sedang memeriksa pelimpahan kasus pengedit konten cabul dengan AI, Kamis (8/1/2026). (bae)
Hukum

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Januari 8, 2026
Hukum

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Kembali Diuji

Maret 15, 2026
Hukum

Sudewo Patok Tarif Calon Perangkat Desa Rp150 Juta, Anak Buahnya Mark-up Jadi Rp225 Juta

Januari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Momen Haru Wisuda MK Berubah Tegang, Anwar Usman “Sang Paman” Tumbang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?