Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ramai Angka Triliunan untuk Kaos Kaki, BGN Bilang Faktanya Nggak Segitu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Ramai Angka Triliunan untuk Kaos Kaki, BGN Bilang Faktanya Nggak Segitu

Dadan menegaskan, pengadaan barang itu memang ada dan jadi bagian dari kebutuhan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia memastikan angka yang ramai di publik jauh dari kondisi sebenarnya.

Nugroho P.
Last updated: April 14, 2026 1:03 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
DIPECAT - Presiden Prabowo Subianto memecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN. (ist)
DIPECAT - Presiden Prabowo Subianto memecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Isu anggaran fantastis sempat bikin publik heboh, terutama soal pengadaan barang di program pemerintah. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, akhirnya buka suara untuk meluruskan berbagai kabar yang beredar, mulai dari kaos kaki miliaran hingga alat makan yang disebut-sebut tembus triliunan rupiah.

Dadan menegaskan, pengadaan barang itu memang ada dan jadi bagian dari kebutuhan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia memastikan angka yang ramai di publik jauh dari kondisi sebenarnya.

Menurutnya, informasi yang menyebut pengadaan laptop hingga puluhan ribu unit dan alat makan bernilai Rp4 triliun tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menyebut angka-angka tersebut terlalu dibesar-besarkan.

Penjelasan ini disampaikan untuk meredam spekulasi yang berkembang. Apalagi, isu anggaran besar selalu sensitif dan mudah memicu kecurigaan publik jika tidak dijelaskan secara terbuka.

Dadan kemudian merinci soal pengadaan laptop yang jadi salah satu sorotan. Ia menyebut jumlahnya tidak mencapai 32 ribu unit seperti yang ramai diberitakan.

Sepanjang tahun 2025, pengadaan laptop di lingkungan BGN disebut hanya sekitar 5.000 unit. Jumlah ini disesuaikan dengan kebutuhan kerja, bukan pembelian besar-besaran tanpa perhitungan.

Ia menekankan bahwa setiap pengadaan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Artinya, tidak ada pembelian yang bersifat berlebihan atau sekadar menghabiskan anggaran.

Selain laptop, isu lain yang ramai adalah pengadaan alat makan dengan nilai fantastis. Dadan kembali menegaskan bahwa angka Rp4 triliun tidak benar.

Menurutnya, pengadaan alat makan hanya dilakukan untuk mendukung operasional 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang dibangun melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Total pagu anggaran untuk pengadaan tersebut sekitar Rp215 miliar. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan kabar yang beredar di masyarakat.

Bahkan dari sisi realisasi, penggunaan anggaran disebut tidak sampai melebihi batas yang ditentukan. Hal ini diklaim sebagai bentuk efisiensi dalam pelaksanaan program.

Dadan juga menegaskan bahwa pembangunan SPPG berbasis APBN sudah melalui mekanisme resmi. Semua perencanaan ditetapkan melalui keputusan bersama kementerian terkait.

Dengan demikian, setiap pengadaan barang yang dilakukan sudah memiliki dasar hukum dan perencanaan yang jelas, bukan keputusan sepihak.

Sementara itu, isu kaos kaki senilai miliaran rupiah juga ikut diluruskan. Dadan menyebut pengadaan tersebut bukan berasal dari BGN.

Ia menjelaskan bahwa kaos kaki yang ramai dibahas merupakan bagian dari perlengkapan peserta dalam program pendidikan tertentu, bukan pengadaan operasional lembaganya.

Program yang dimaksud adalah pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau SPPI yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan.

Dengan kata lain, anggaran tersebut berada di luar kewenangan langsung BGN. Hal ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa tidak semua angka yang beredar bisa langsung dikaitkan dengan satu lembaga.

Di tengah derasnya informasi yang beredar, Dadan mengingatkan pentingnya melihat data secara utuh sebelum menarik kesimpulan.

Menurutnya, transparansi tetap jadi komitmen utama, namun publik juga diharapkan tidak langsung percaya pada angka yang belum terverifikasi.

Isu ini jadi pelajaran bahwa di era informasi cepat, kabar bisa dengan mudah membesar tanpa konteks yang jelas.

Kini, setelah klarifikasi disampaikan, perhatian publik kembali tertuju pada bagaimana program MBG dijalankan secara efektif.

Yang jelas, perbedaan antara angka viral dan data resmi menunjukkan pentingnya komunikasi yang terbuka agar tidak terjadi salah persepsi di tengah masyarakat. (*)

You Might Also Like

Gara-Gara Pisang “Fermentasi”, SPPG Lempongsari Disetop

HUT ke-80, Puan Ingatkan TNI: Setia Sama Rakyat, Melek Teknologi

Nama Nyeleneh Lapak Sarapan Tebet Bikin Heboh

Kebebasan Berekspresimu Terancam Dibatasi, Komdigi akan Panggil TikTok dan Meta Buntut Demo di DPR

THR Nunggak Jangan Cuma Teguran, Saatnya Negara Bertindak Lebih

TAGGED:bgndadankaoskaki
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Momen Haru Wisuda MK Berubah Tegang, Anwar Usman “Sang Paman” Tumbang
Next Article WFH Nggak Bisa Buat Semua, Ini Daftar Sektornya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sapi, Ayam, dan Kolam Pancing Bisa Jadi Destinasi, KKN UPGRIS Lirik Potensi Tamansari

Bersolek buat MTQ, PKL Simpang Lima Diminta Geser

Dari Infak Jadi Ambulans, Warga Kalipancur Buktikan Gotong Royong Tak Cuma Jadi Pajangan

Supriyono alias Botok bersama aktivis Pati lainnya mengikuti rapat di DPR.

Dituding Terima Uang Tutup Mulut, AMPB Duga Ada Pihak Sengaja Adu Domba Demonstran dan Ojol

PLN Icon Plus Buka Ruang Belajar Industri bagi Siswa TJKT SMK Nusa Bhakti Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Begini Langkah Pemerintah Ngalahin Drama Cuaca Akhir Tahun

Desember 4, 2025
Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat klarifikasi terkait aksi viralnya di sosial media didampingi istri. Atas aksinya yang tidak menghargai rakyat dan negara, Wahyudin kini dipecat PDI-P dan disiapkan PAW. Foto; istimewa.
Nasional

PDI Perjuangan Pecat Wahyudin Moridu Yang Viral Ngaku Mau “Rampok Uang Negara”

September 21, 2025
Nasional

Isu Kudeta Bikin Gaduh, Pengamat Soroti Pernyataan Pemerintah Sendiri

April 11, 2026
Hukum

Gerobak Pinggir Jalan Hancur, Disikat Mobil MBG Owi Pulang Tinggalkan Anak Masih Balita

Mei 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ramai Angka Triliunan untuk Kaos Kaki, BGN Bilang Faktanya Nggak Segitu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?