Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cinta Berujung Tragedi: Dosen Cantik Tewas di Tangan Polisi Muda
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Cinta Berujung Tragedi: Dosen Cantik Tewas di Tangan Polisi Muda

Yang bikin ngeri, Waldi bahkan sempat “berakting” di depan keluarga Erni. Ia ikut berduka, ikut ngobrol, bahkan sempat membalas pesan dari adik korban, Anis.

Nugroho P.
Last updated: November 4, 2025 5:44 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Bripda Waldi Adiyat dan korban Erni Yuniati
SHARE

BACAAJA, BUNGO – Awalnya, semua orang mengira Brigadir muda itu sedang berduka. Wajahnya datar tapi sedih, seolah ikut kehilangan. Ia bahkan sempat menanyakan kabar dengan nada prihatin, seperti teman dekat yang kaget mendengar berita duka.

Tapi di balik ekspresi datar dan empatinya yang palsu, justru tersimpan rahasia paling kelam. Dialah pelaku di balik tewasnya sang dosen cantik, Erni Yuniati — perempuan 37 tahun yang dikenal baik, ramah, dan berpendidikan.

Kasus ini bikin publik Jambi gempar. Erni ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Perumahan Al Kausar, Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo. Waktu kejadian, Sabtu malam (1/11/2025).

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, membenarkan bahwa pelaku pembunuhan itu ternyata seorang anggota Polri. Namanya Bripda Waldi Adiyat, baru 22 tahun, dan bertugas di bagian Propam Polres Tebo.

“Pelaku ini masih muda, belum menikah,” kata AKBP Eko dalam keterangannya. “Hubungan mereka sebelumnya memang dekat.”

Kedekatan itu rupanya jadi awal tragedi. Dari hasil penyelidikan, hubungan asmara mereka sudah berjalan cukup lama. Tapi malam itu, semuanya berubah jadi gelap.

Waldi datang ke rumah Erni setelah mereka sempat makan bareng di Kota Bungo. Sekitar pukul 11.30 malam, keduanya terlihat masuk ke rumah Erni.

“Belum ada percekcokan waktu itu,” kata Eko. “Semuanya masih normal.” Tapi tak lama setelahnya, Erni tak lagi bisa dihubungi.

Keesokan paginya, teman-teman Erni curiga. Pesan dari nomor Erni terasa aneh — gaya bahasanya beda, jawabannya dingin, kayak bukan dia. Dari situ, tanda tanya mulai muncul.

Benar saja. Chat terakhir dari ponsel Erni ternyata dikirim oleh pelaku. Ponsel sudah dikuasai Waldi setelah ia menghabisi korban dan mengambil barang-barangnya.

Yang bikin ngeri, Waldi bahkan sempat “berakting” di depan keluarga Erni. Ia ikut berduka, ikut ngobrol, bahkan sempat membalas pesan dari adik korban, Anis.

“Mbk Erni ndk ada lagi bg,” tulis Anis.
“Maafin ksalahan mbk Erni ya bg.”

Balasan Waldi bikin siapa pun yang baca merinding. “Maksudnya kk?” tulisnya santai.

Anis menjelaskan, “Dirampok bg, udah gg ada bg.”

Dan lagi-lagi, Waldi berpura-pura kaget.
“Seriusan kk?”
“Innalillahiwainalillahi rojiun, turut berduka cita kk. Dak nyangka kami ini kak.”

Anis, yang waktu itu nggak tahu apa-apa, sempat berterima kasih. “Mksh bg,” balasnya polos.

Beberapa jam kemudian, fakta mencengangkan muncul. Orang yang pertama kali dihubungi Anis — orang yang dia kira peduli — ternyata pelaku utama pembunuhan kakaknya.

“Orang pertama yang aku cari, dia yang jadi tersangka,” tulis Anis di media sosial.

Cerita itu langsung viral. Banyak netizen nggak nyangka seorang polisi muda bisa bertindak sekejam itu. Dari hasil penyelidikan, diketahui Waldi melakukan kekerasan seksual sebelum mengakhiri nyawa Erni.

Setelah itu, ia mencuri mobil Honda Jazz dan motor PCX merah milik korban. Semuanya dilakukan dengan tenang, tanpa rasa bersalah.

Yang bikin makin tragis, Waldi nggak spontan. Polisi memastikan tindakannya terencana. “Pelaku sudah mempersiapkan segalanya dengan matang,” ujar Kapolres.

Kasus ini bikin publik sadar bahwa wajah bisa menipu. Orang yang terlihat berduka belum tentu benar-benar kehilangan — bisa jadi justru sedang menutupi dosa terbesar dalam hidupnya.

Di Bungo, nama Erni Yuniati kini disebut dengan nada sedih. Seorang dosen baik yang jadi korban cinta beracun dan kepercayaan yang disalahgunakan.

Sementara itu, Waldi, yang dulu berdiri di sisi hukum, kini justru berada di sisi yang berlawanan: di balik jeruji, menanggung beban dari perbuatannya sendiri.

Dan dari balik semua tragedi ini, ada satu pesan yang masih terngiang di kepala banyak orang — bahwa kejahatan paling kejam kadang datang dengan wajah paling tenang. (*)

You Might Also Like

Gegara Rebutan Air, Warga Sragen Tewas Ditikam Tetangga saat Joging

Dua Dekade Beraksi, Ki Bedil Akhirnya Tumbang Dibekuk Polisi

Demo DPR Polisi Amankan 65 Orang

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

KPK Bongkar Uang Percepatan Haji: Khalid Basalamah Disebut Paling Tahu

TAGGED:dosen cantikpembunuhanpembunuhan dosenpolisi kejampolisi pembunuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gubernur Riau Terjaring OTT, KPK Didesak Nggak Setengah Hati
Next Article Langkah Dua Raja, Duka Satu Keraton yang Menyatu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tak Sekadar Touring, NECI 04 Semarang Bawa Misi Merah Putih ke Astana Giribangun

Pelat Nomor Diakali, Kamera ETLE Dibikin Bingung

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nama Besar Bekasi Tersandung, Ade Kuswara Dijemput KPK, Segini Hartanya

Desember 19, 2025
Hukum

Niat Uji Ilmu Kebal, Pelajar Malah Berakhir Luka Bacok Serius

Juni 23, 2026
TERSANGKA--Tersangka kasus penjualan trenggiling, Eko Oktofian (rompi oranye) diserahkan ke kejaksaan, Selasa (21/7/2026). (ist)
Hukum

Bawa 3 Trenggiling Hidup dan Sisik 20 Kg, Warga Cilacap Ditangkap di Semarang

Juli 21, 2026
Hukum

Dua Sekda Klaten Terseret Korupsi Plasa yang Bikin Negara Rugi Rp6 Miliar

Agustus 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cinta Berujung Tragedi: Dosen Cantik Tewas di Tangan Polisi Muda
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?