Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Langkah Dua Raja, Duka Satu Keraton yang Menyatu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Langkah Dua Raja, Duka Satu Keraton yang Menyatu

Paku Alam X lebih dulu tiba di area keraton dan sempat menunggu di ruang transit sebelum Sri Sultan HB X datang. Suasana di Bangsal Parasdya terasa khidmat, aroma kemenyan dan doa mengiringi langkah dua raja yang membawa pesan penghormatan dan persaudaraan.

Nugroho P.
Last updated: November 4, 2025 5:53 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X tiba di hari yang sama, Selasa (4/11/2025), menandai momen langka ketika dua simbol kerajaan Mataram bersatu dalam duka.
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA – Suasana haru menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat dua tokoh penting dari Yogyakarta datang memberi penghormatan terakhir untuk mendiang Paku Buwono XIII.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X tiba di hari yang sama, Selasa (4/11/2025), menandai momen langka ketika dua simbol kerajaan Mataram bersatu dalam duka.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga besar Keraton Solo, termasuk adik almarhum PB XIII, KGPH Dipokusumo, yang tampak berusaha tegar di tengah suasana kehilangan.

Paku Alam X lebih dulu tiba di area keraton dan sempat menunggu di ruang transit sebelum Sri Sultan HB X datang. Suasana di Bangsal Parasdya terasa khidmat, aroma kemenyan dan doa mengiringi langkah dua raja yang membawa pesan penghormatan dan persaudaraan.

Keduanya berdoa di depan jenazah PB XIII, tanpa banyak kata, hanya ketenangan yang berbicara. Dalam diam itu, seolah sejarah Mataram kembali menyatu lewat duka.

Setelah berdoa, Sri Sultan HB X dan Paku Alam X berpamitan. Waktu menunjukkan pukul 12.18 WIB, namun suasana masih terasa berat, seperti enggan beranjak dari masa lalu yang sarat kenangan.

“Saya menyampaikan duka cita, semoga semuanya berjalan lancar,” ujar Sri Sultan HB X dengan nada tenang sebelum meninggalkan keraton.

Sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, ia juga mendoakan agar Solo tetap aman dan proses regenerasi kepemimpinan berjalan baik tanpa gejolak.

“Karena bagaimanapun kami bagian dari yang harus menjaga tradisi, baik yang di Surakarta maupun Yogyakarta,” katanya lagi, menegaskan makna kebersamaan dua keraton yang sering disangka berjarak.

Sri Sultan juga berharap agar keraton tetap langgeng, menjadi bagian dari republik, dan terus relevan di tengah perubahan zaman. “Harapannya sama, bagaimana kita bisa mengurus dengan langgeng, menjadi bagian dari republik. Aman-aman saja, nyaman-nyaman saja semuanya,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, tapi menggambarkan keinginan besar: menjaga budaya tanpa kehilangan arah modernitas.

Tentang sosok PB XIII sendiri, Sri Sultan memilih tak banyak berkomentar. Ia hanya mengaku mengenal, meski tak sedekat yang mungkin dibayangkan publik.

“Dalam arti bergaul dan sebagainya kan relatif dan jarang. Kami tidak berani memberikan pemikiran,” ucapnya singkat.

Meski begitu, komunikasi antar-keraton tetap berjalan, hanya saja sering terjadi di balik layar, tanpa sorotan publik.

“Sebetulnya relatif, sama beliau-beliau saya kenal. Anak-anak saya juga ada komunikasi, tidak tertutup,” ungkap Sri Sultan.

Ia menambahkan bahwa momentum kebersamaan antar-keraton tidak selalu mudah ditemukan karena kesibukan dan jadwal kegiatan adat yang sering bersamaan.

“Kalau upacara waktunya bersamaan, jadi momentum itu tidak mudah ditemukan. Tapi kalau komunikasi, tetap dilakukan,” katanya.

Kedekatan dua keraton besar ini memang lebih sering dirasakan dalam simbol dan nilai budaya ketimbang pertemuan formal.

Namun kehadiran dua raja hari itu menjadi bukti bahwa warisan leluhur masih hidup, tidak lekang dimakan zaman.

Langkah mereka di pelataran keraton bukan sekadar kunjungan, tapi juga perwujudan hormat pada sejarah yang sama-sama mereka jaga.

Dalam duka yang sama, dua kerajaan serumpun itu kembali memperlihatkan makna harmoni: bahwa darah Mataram tetap mengalir, sekalipun dalam diam dan perbedaan arah zaman.

Dari Yogyakarta hingga Surakarta, dari Sultan hingga Sunan, hari itu duka menjadi jembatan yang menghubungkan dua masa—masa lalu yang penuh kejayaan, dan masa kini yang terus belajar menjaga warisan. (*)

You Might Also Like

Bak Film Aksi, Brankas Bank Jerman Dibobol Tanpa Jejak

Kelapa Utuh di Menu MBG, SPPG Gresik Disetop

Viral! Intel Buntuti Anies di Warung Makan Karanganyar, Eh Malah Diajak Foto Bareng

Film Pesta Babi Ramai Dicekal, Malah Bikin Publik Makin Kepo

Fenomena Curhat ke AI, Psikolog Ingatkan Risiko Ketergantungan

TAGGED:Paku Buwono XIII.raja jogjasri sultan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cinta Berujung Tragedi: Dosen Cantik Tewas di Tangan Polisi Muda
Next Article Candaan yang Kebablasan, Saat Tawa Pandji Bikin Luka Toraja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAK BERJARAK - Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong) ngobrol akrab bersama warga pada Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

PESTA BUAH--Gajah Sumatera di Semarang Zoo bernama Zella menyantap tumpengan buah saat Hari Gajah Sedunia. (ist)

Hari Gajah Sedunia, Zella Semarang Zoo Pesta Tumpengan Buah

PENGUKUHAN PASKIBRAKA--Anggota Paskibraka 2026 memberi hormat kepada Wali Kota Semarang saat acara pengukuhan di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Rabu (12/8/2026). (ist)

27 Paskibraka Semarang Dikukuhkan, Agustina Minta Jadi Agen Anti-Bullying

DUTA BACA--Duta Baca Semarang menerima penghargaan yang digelar dalam acara yang digekar di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026). (ist)

4 Duta Baca Semarang Terpilih, Ada Siswa SD hingga Mahasiswa

Ideologi Angka dan Realitas Sebagian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

GERUDUK PELAKU‐-Ribuan mahasiswa Unnes menggeruduk terduga pelaku pelecehan seksual yang diamankan di pos satpam. (Akun X @hllwywthr).
Viral

Mahasiswa Unnes Diduga Lakukan Pelecehan Seksual: Digerudug Massa, Kampus Buka Suara

Juni 18, 2026
Viral

Seminggu Lagi Nikah, Eh Takdir Berkata Lain

Juni 2, 2026
Viral

Amerika Seret Maduro saat di Ranjang, Caracas Geger Tengah Malam

Januari 4, 2026
Viral

Ternyata Ki Anom Suroto Lantunkan Suluk Sebelum Pulang

Oktober 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Langkah Dua Raja, Duka Satu Keraton yang Menyatu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?