Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bisnis Baru, Titip Nyekar Online Jadi Tren, Jasa Ini Bikin Haru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Bisnis Baru, Titip Nyekar Online Jadi Tren, Jasa Ini Bikin Haru

Lewat jasa ini, ia merasa bisa menjadi perpanjangan tangan bagi mereka yang tidak bisa hadir langsung. Sentuhan kecil seperti membersihkan dan menabur bunga jadi bentuk perhatian yang berarti.

Nugroho P.
Last updated: Maret 30, 2026 2:31 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi jastip nyekar dan mendoakan.
SHARE

BACAAJA, SIDOARJO – Layanan unik lagi ramai dibicarakan di media sosial. Bukan soal makanan atau belanja, tapi jasa yang menyentuh sisi emosional: titip nyekar sekaligus merawat makam orang tercinta.

Sosok di balik layanan ini adalah Laifa, perempuan 27 tahun yang mendadak viral karena ide sederhana tapi bermakna. Ia menawarkan jasa membersihkan makam sekaligus mengirim doa bagi keluarga yang terhalang jarak.

Berawal dari Satu Pesan, Berujung Jadi Peluang Baru

Semua bermula dari sebuah pesan di media sosial. Seseorang yang tinggal di luar Jawa meminta bantuan untuk membersihkan makam ibunya di Sidoarjo.

Permintaan itu langsung ditanggapi serius. Keesokan harinya, Laifa berangkat dari Surabaya menuju Waru dengan perlengkapan sederhana seperti sapu lidi, kain lap, hingga bunga tabur.

Perjalanan pagi itu jadi langkah awal dari sesuatu yang ternyata berkembang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

Ritual Sederhana yang Penuh Makna

Sesampainya di lokasi makam, Laifa mulai bekerja. Ia menyapu daun kering, mencabut rumput liar, hingga membersihkan nisan yang sempat tertutup tanah.

Setelah itu, bunga warna-warni ditaburkan dan air disiramkan. Suasana makam yang semula tampak sunyi berubah jadi lebih terawat, seolah baru saja dikunjungi keluarga.

Tak lupa, doa dipanjatkan sesuai keyakinan. Semua proses didokumentasikan lewat foto dan dikirim ke pemesan sebagai bukti sekaligus pengobat rindu.

Dari Iseng di Medsos, Jadi Jasa yang Diminati

Ide membuka jasa ini muncul saat bulan Ramadhan 2026. Laifa terinspirasi dari konten di media sosial yang menampilkan layanan serupa.

Awalnya, ia membuka jasa lewat platform online dengan tarif sekitar Rp50 ribu untuk sekali kunjungan. Responnya ternyata di luar dugaan, banyak yang tertarik menggunakan jasa tersebut.

Meski sempat menuai pro dan kontra, terutama soal tambahan layanan doa, ia akhirnya memilih fokus pada pembersihan dan perawatan makam.

Orderan Datang, Bahkan Sampai Luar Kota

Seiring viralnya layanan ini, permintaan mulai berdatangan. Nggak cuma dari Surabaya dan Sidoarjo, tapi juga dari luar kota yang penasaran dengan konsep ini.

Bahkan, ada yang tertarik meniru ide tersebut di wilayah lain seperti Jabodetabek. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan “jembatan rindu” seperti ini cukup besar.

Saat ini, Laifa membatasi area layanan maksimal sekitar 10 kilometer dari tempat tinggalnya agar tetap bisa dijalankan di sela pekerjaan utamanya.

Latar Belakang Pribadi yang Bikin Cerita Ini Makin Dalam

Di balik ide ini, ternyata ada cerita personal yang kuat. Laifa pernah merasakan sulitnya datang ke makam sang ayah yang berada jauh di Lampung.

Saat ayahnya meninggal, ia bahkan tidak sempat hadir di pemakaman karena kendala perjalanan. Sejak saat itu, rasa rindu hanya bisa terobati lewat foto yang dikirim keluarga.

Pengalaman itulah yang akhirnya mendorongnya membantu orang lain yang mengalami hal serupa.

Lebih dari Sekadar Jasa, Ini Soal Rasa dan Kenangan

Bagi Laifa, makam bukan sekadar tempat. Ia melihatnya sebagai “rumah terakhir” yang tetap perlu dirawat dan dihargai.

Lewat jasa ini, ia merasa bisa menjadi perpanjangan tangan bagi mereka yang tidak bisa hadir langsung. Sentuhan kecil seperti membersihkan dan menabur bunga jadi bentuk perhatian yang berarti.

Fenomena ini pun menunjukkan bahwa di tengah dunia digital, kebutuhan emosional tetap punya tempat. Bahkan, bisa jadi peluang baru yang nggak terpikirkan sebelumnya. (*)

You Might Also Like

Ada yang Beda! Pulang Haji Jemaah Sulawesi Selatan Pakainnya Warna Warni Banget

Prabowo Singgung Anak Jenderal yang Tidak Sopan ke Guru: Suruh Menghadap Saya

Gunung Semeru Meletus Lagi Pagi Ini, Langit Lumajang Berubah

Jualan Cilok di Negeri Ginseng, Eh..Viral Banget

Ngebut Lawan Arah, Calya Hitam Bikin Geger

TAGGED:bisnis barujastipmendoakannyekartren baruunik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Beli Jual Emas Nggak Sesederhana Itu, Ada Pajaknya Juga
Next Article Lari Trail Berujung Duka, Peserta Tumbang di Sentul

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Soto Sangka, Warung Tua yang Masih Ngangenin

Benarkah Kantor Bikin Wajah Cepat Tua?

Makam Elite Etruria 2.700 Tahun Terkuak

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Ketika Warga Lebih Percaya Damkar daripada Polisi, Ada Apa? 

November 25, 2025
Viral

Thailand Berduka Lima Belas Hari, Putri Sulung Raja Meninggal Dunia

Juni 12, 2026
ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
Viral

Isu BBM Bogor Tercampur Air, Setelah Dicek Hasilnya Cuma Begini…

November 15, 2025
Viral

Wacana Kereta Kilat Pajajaran KDM Picu Tanya di Tengah Padatnya Moda

Desember 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bisnis Baru, Titip Nyekar Online Jadi Tren, Jasa Ini Bikin Haru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?