Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru

Jateng punya 899 desa wisata, tetapi Forum Komunikasi Desa Wisata menilai belum semuanya benar-benar hidup. Target menambah 1.000 desa wisata baru tahun ini pun dinilai perlu dibarengi pembenahan pengelolaan, kolaborasi antardaerah, hingga strategi promosi agar desa wisata tak sekadar bertambah di atas kertas.

T. Budianto
Last updated: September 27, 2026 9:52 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
BIMTEK DESA WISATA: Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah Aris Widianto memberikan pelatihan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Tata Kelola Desa Wisata di Kabupaten Banjarnegara, baru-baru ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA– Jateng punya modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis desa. Saat ini tercatat ada 899 desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah, dengan potensi mulai dari alam, budaya, religi hingga wisata buatan.

Pemprov bahkan menargetkan perintisan 1.000 desa wisata baru pada tahun ini. Namun, target tersebut dinilai perlu dibarengi strategi agar desa wisata yang baru tumbuh tidak sekadar menjadi tambahan daftar, tetapi benar-benar mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Jateng, Aris Widianto menyatakan, pihaknya siap mendukung program tersebut. Meski begitu, ia mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah dalam pengelolaan desa wisata yang sudah ada.

“Sebenarnya kondisi di lapangan saat ini kalau boleh dibilang sedang surut, karena dari 899 desa wisata, paling hanya sekian persen yang hidup. Ini perlu sentuhan supaya 1.000 desa wisata ini bisa belajar dari desa wisata yang lama,” tutur Aris seusai mengisi Bimbingan Teknis Tata Kelola Desa Wisata di Desa Kaliajir, Purwanegara, Banjarnegara, belum lama ini.

Baca juga: Blankspot Jadi Hotspot: Internet Gratis Pemprov Jateng Bikin Desa Wisata Makin Hits

Menurut Aris, desa wisata baru sebaiknya tidak dibentuk untuk saling berebut wisatawan. Sebaliknya, desa-desa tersebut perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang saling melengkapi. “Kami berharap mereka tidak menjadi kompetitor baru, tapi menjadi kolaborator dari desa wisata lainnya,” ujarnya.

Salah satu strategi yang dinilai penting adalah memperkuat kolaborasi antardaerah. Potensi wisata di sejumlah desa dapat dikemas dalam satu kawasan atau jalur perjalanan sehingga wisatawan tidak hanya berhenti di satu lokasi.

Konsep integrasi tersebut dapat dikembangkan melalui kawasan aglomerasi pariwisata. Forum Komunikasi Desa Wisata Jateg juga telah menginisiasi pendampingan di kawasan pantai utara maupun pantai selatan. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan tata kelola desa wisata.

Jadi Kunci

Dua aspek itu dinilai menjadi kunci karena masih ada pengelola yang menjadikan desa wisata sebagai pekerjaan sampingan. Akibatnya, pengelolaan destinasi belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kita harus bisa menciptakan formula sistem pengelolaan desa wisata yang profesional. Kami di Forum Komunikasi Desa Wisata sudah menyusun kurikulum tersebut, yang semoga bisa ditularkan kepada teman-teman di desa-desa wisata yang baru berdiri,” kata Aris.

Pengembangan desa wisata juga tidak bisa hanya mengandalkan pengelola dan pemerintah. Kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata mulai didorong, termasuk agen perjalanan dan sektor perhotelan.

Aris menyebut sejumlah pengelola desa wisata telah melakukan bundling dengan industri perhotelan. Bahkan, beberapa hotel ikut memberikan pembinaan kepada pengelola, terutama dalam pengelolaan homestay.

Baca juga: Jateng Targetkan 1.000 Desa Wisata + 1.000 Kreator di 2027

“Beberapa teman-teman pengelola desa wisata sudah berkolaborasi, melakukan bundling dengan industri perhotelan. Beberapa hotel juga sudah ikut melakukan pembinaan, terkait dengan pengelolaan homestay, ada juga pelatihan merapihkan kasur, dan sebagainya,” tuturnya.

Kolaborasi semacam itu dinilai bisa membantu desa wisata meningkatkan standar pelayanan. Sebab, wisatawan tidak hanya mencari pemandangan atau atraksi, tetapi juga pengalaman dan kenyamanan selama berada di destinasi.

Menurut Aris, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan desa wisata di Jawa Tengah sebenarnya memiliki modal untuk menyambut wisatawan. Tantangannya kini adalah bagaimana membuat potensi tersebut lebih dikenal.

Aris menilai, promosi menjadi pekerjaan berikutnya yang tidak kalah penting, terutama bagi desa wisata yang baru merintis. Pemerintah dapat membantu mempertemukan pengelola desa wisata dengan pelaku industri pariwisata melalui kegiatan table top business-to-business (B2B) meeting. Dengan cara itu, desa wisata bisa langsung memperkenalkan paket wisata kepada agen perjalanan maupun pelaku usaha pariwisata.

Selain itu, dukungan untuk kegiatan family trip juga dinilai bisa menjadi cara untuk memperkenalkan destinasi baru kepada calon wisatawan. Dengan begitu, target 1.000 desa wisata baru tidak berhenti pada persoalan angka. Desa-desa tersebut diharapkan bisa saling terhubung, memiliki tata kelola yang lebih profesional, serta mempunyai akses promosi dan pasar.

Sebab, menambah jumlah desa wisata relatif mudah dihitung. Tantangan sebenarnya adalah membuat desa wisata tersebut tetap hidup setelah seremoni peresmian selesai. (tebe)

You Might Also Like

Kelakuan Sudewo, Simpanan Tumpukan Dolar di Rumah Tak Dicantumkan dalam LHKPN

Prabowo Mau Setop PLTD dan Putus Ketergantungan BBM

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Ngeri, Kasus HIV di Jateng Sampe 40 Ribu

Peringatan 21 Tahun Hari Damai Aceh Rusuh, JK Singgung Ketidakpuasan Rakyat

TAGGED:desa wisatadisbudpar jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dispora Dorong Cabor Mandiri, Tak Semua Kejuaraan Bisa Dibiayai APBD
Next Article Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru

Dispora Dorong Cabor Mandiri, Tak Semua Kejuaraan Bisa Dibiayai APBD

PSIS Siap Tempur di Bantul

Sate Kambing Nangkring di Posisi 4 Dunia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Rumah apung untuk Mak Jah, penjaga kelestarian mangrove di Desa Bedono, Sayung, Demak.
Tumbuh

Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung

April 25, 2026
KPK pinjam uang ke bank untuk dipamerin saat jumpa pers ungkap kasus.
Hukum

Lucunya KPK, Pinjam Bank Rp 300 Miliar untuk ‘Flexing’ Jumpa Pers

November 21, 2025
SAKSI SIDANG--Camat Margorejo, Kabupaten Pati, Priyono Arief Fandillah (batik hijau pojok kanan) bersaksi di sidang korupsi terdakwa Sudewo, Rabu (15/7/2026). (bae)
Hukum

Camat Margorejo Kelabakan Dicecar KPK soal Mahar Perangkat Desa

Juli 15, 2026
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Hukum

BREAKING NEWS: Giliran Bupati Cilacap Kena OTT KPK

Maret 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?