BACAAJA, JAKARTA – Lebih dari satu abad dicari, sebuah makam kuno di Italia akhirnya berhasil ditemukan. Makam yang berada di kawasan Vulci, utara Roma, itu diperkirakan berusia sekitar 2.700 tahun dan menyimpan jejak kehidupan elite Etruria.
Temuan ini bukan makam biasa. Di dalamnya, arkeolog menemukan senjata, pelat emas dan perunggu, bagian kereta perang, perlengkapan jamuan, perhiasan hingga sepasang sepatu wanita yang tergolong langka.
Yang bikin penemuan ini makin menarik, makam tersebut ternyata sudah lama menjadi incaran penjarah. Meski begitu, sejumlah artefak penting masih bertahan di balik reruntuhan bangunan dan terkubur selama berabad-abad.
Dicari Sejak 1889
Makam yang dijuluki Tomb of the Stone Chamber itu baru digali secara serius pada musim panas 2026. Penggalian dilakukan dalam proyek Return to Vulci yang melibatkan para arkeolog untuk mengungkap kembali peninggalan kota kuno tersebut.
Jejak makam ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak 1889. Saat itu, arkeolog asal Perancis, Stéphane Gsell, menemukan struktur berbentuk lingkaran yang diyakini menandai sebuah gundukan makam Etruria.
Gsell kemudian membuat pemetaan kawasan yang diduga menjadi batas luar makam. Namun, pencarian tidak berlanjut karena keterbatasan waktu dan dana.
Lebih dari 100 tahun kemudian, tim Return to Vulci kembali menggarap kawasan yang dikenal sebagai Gsell tumulus. Mereka akhirnya menemukan ruang makam yang selama ini tersembunyi di balik gundukan tersebut.
Isinya Bikin Status Pemilik Terbaca
Christian Mazet, arkeolog British Museum sekaligus salah satu direktur proyek Return to Vulci, mengatakan tim sangat yakin ruang yang ditemukan merupakan makam yang dicari sejak lama.
Ukuran makam ternyata juga diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan dugaan awal Gsell. Berbagai benda yang ditemukan turut memperkuat dugaan bahwa orang yang dimakamkan memiliki status sosial tinggi.
Senjata, bagian kereta perang, benda berbahan emas, serta keramik berkualitas tinggi menjadi sejumlah petunjuk penting. Temuan tersebut menunjukkan makam dibangun untuk seseorang yang mempunyai kedudukan sangat tinggi dalam masyarakat Etruria.
Ada Sepatu Wanita hingga Peralatan Jamuan
Penggalian terbaru menunjukkan Makam Ruang Batu berasal dari sekitar abad ketujuh sebelum Masehi. Arkeolog menemukan bagian dinding dari tiga ruang makam serta berbagai artefak yang masih terlindungi di bawah reruntuhan atap.
Benda yang ditemukan mencakup pakaian, perhiasan dan sepatu. Salah satu temuan yang cukup mencuri perhatian adalah sepasang sepatu wanita yang tergolong langka.
Artefak menarik lainnya ditemukan di ruang-ruang samping. Salah satunya berupa tripod berbahan perunggu yang dibuat di wilayah yang kini dikenal sebagai Pulau Rhodes, Yunani.
Tim juga menemukan seperangkat perlengkapan jamuan makan dalam kondisi nyaris utuh. Beberapa wadah bahkan masih berada di posisi semula ketika terkubur.
Vulci Pernah Jadi Pusat Etruria
Vulci merupakan salah satu situs penting untuk memahami peradaban Etruria. Kawasan pemakamannya sudah menghasilkan ribuan makam sejak penelitian arkeologi dimulai pada abad ke-19.
Bangsa Etruria merupakan penduduk asli Italia tengah yang pernah menguasai wilayah tersebut selama beberapa abad. Peradaban mereka kemudian mengalami kemunduran sekitar abad keempat sebelum Masehi, seiring makin kuatnya Romawi.
Salah satu tantangan untuk mempelajari Etruria adalah bahasa mereka yang sampai sekarang belum sepenuhnya dipahami. Karena itu, peninggalan berupa makam, benda sehari-hari, senjata, dan artefak lainnya menjadi sumber penting untuk mengetahui kehidupan mereka.
Makam Ruang Batu dibangun ketika Vulci masih berada dalam masa kejayaan. Gundukan makamnya juga diperkirakan jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Bisa Sebesar Makam Raksasa Vulci
Gsell sebelumnya memperkirakan diameter gundukan makam tersebut sekitar 31 meter. Ia kemudian menjulukinya sebagai “Cuccumella baru”, merujuk pada salah satu gundukan makam Etruria terbesar yang telah ditemukan di Vulci.
Sebagai pembanding, Cuccumella memiliki diameter sekitar 70 meter. Namun, penghitungan awal tim Return to Vulci menunjukkan Makam Ruang Batu kemungkinan punya ukuran yang sebanding, bahkan bisa lebih besar.
Mazet menyebut berbagai petunjuk yang ditemukan mengarah pada kesimpulan bahwa makam tersebut termasuk salah satu bangunan pemakaman paling monumental di Vulci.
Untuk menjaga peninggalan berusia ribuan tahun itu, makam beserta gundukannya kini kembali ditutup. Penelitian di kawasan tersebut dijadwalkan dilanjutkan pada 2027. (*)

