Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral, Bisik Indigo Warnai Kisah Longsor di Cibeunying Cilacap
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Viral, Bisik Indigo Warnai Kisah Longsor di Cibeunying Cilacap

Nugroho P.
Last updated: November 20, 2025 7:17 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Rival Altaf
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Cerita dari balik reruntuhan Cibeunying makin ramai dibahas setelah sosok Rival Altaf muncul sebagai sorotan. Di tengah kerja keras tim SAR, remaja 16 tahun ini ikut mondar-mandir memberi petunjuk tentang titik-titik yang menurutnya ada korban tertimbun. Gayanya santai, tapi ucapannya bikin banyak relawan berhenti sejenak mendengarkan.

Rival disebut-sebut sebagai anak indigo, istilah yang melekat pada anak dengan intuisi tajam dan kemampuan melihat hal-hal yang tak kasatmata. Menurut warga, ia sering bicara soal aura, firasat, bahkan kejadian yang belum terjadi. Ceritanya pun kemudian viral setelah sebuah akun TikTok mengunggah momen ketika ia menyebut adanya korban hamil yang tertimbun.

Saat ditemui di Dusun Cibuyut—wilayah yang paling parah terdampak longsor—Rival mengaku sudah “merasakan” titik korban sejak hari pertama pencarian dimulai. Dengan polos ia menceritakan detik-detik saat menunjukkan lokasi saat itu. Katanya, ia hanya mengikuti rasa yang muncul begitu saja.

“Pertama itu di bawah bambu. Ada ibu hamil sama dua anaknya. Saya bilang ke Basarnas,” ujarnya santai.

Menurut ceritanya, longsor terjadi begitu cepat sampai rumah-rumah di jalur tertentu langsung hilang ditelan material tebal. Rival juga menyinggung kondisi spiritual desa yang disebutnya memang sedang “kurang bagus” sebelum bencana melanda. Ia tidak merinci, hanya menyebut ada “sesuatu” yang mengganggu keseimbangan.

Isu sedekah bumi yang tahun ini disebut warga tidak berjalan seperti biasanya ikut mencuat di tengah obrolan. Rival pun tak menampik bahwa para warga memang ramai membahasnya. Baginya, itu bagian dari keresahan yang sama-sama dirasakan warga sebelum longsor terjadi.

“Soal kesurupan itu bener. Sudah dikasih tahu,” katanya ketika menyinggung kejadian petugas SAR yang hilang kendali beberapa hari sebelumnya.

Ia juga mewanti-wanti agar pemukiman di Cibuyut tidak terlalu dipadati bangunan. Bukan hanya soal struktur tanah, tapi juga soal “izin” dari alam. Menurutnya, tanah yang padat tanpa akar kuat membuat wilayah itu lebih rentan digeser material dari atas.

Meski begitu, Rival selalu mengakhiri ceritanya dengan nada optimis: semua korban pasti akan ditemukan. Ia menyebut proses lama karena ketebalan tanah akibat longsor yang menggulung dari atas bukit.

Remaja itu memang tidak ikut menggali, tapi ia berdiri mengamati, lalu menunjuk titik-titik yang menurutnya “terasa berbeda”. Ia juga menyebut sejak awal sudah memperkirakan jumlah korban di dua titik berbeda, total tujuh orang.

Di lokasi pengungsian, kisah Rival menjadi bahan obrolan yang tidak kalah ramai dari suara alat berat yang terus bekerja. Namun otoritas tetap berpegang pada prosedur SAR yang terukur, sementara cerita Rival hanya dianggap sebagai bagian dari dinamika sosial masyarakat yang sedang berduka.

Di tengah kisah-kisah itu, tim gabungan kembali menemukan dua korban pada Rabu siang. Nina Puspita ditemukan pukul 11.03, disusul Januar Kian Abdulah pada pukul 12.22. Artinya, tiga korban masih dalam pencarian: dua warga Dusun Tarukahan dan satu warga Dusun Cibuyut.

BPBD Jateng menyebut ada 823 personil gabungan, 20 ekskavator, 17 alkon, dan sembilan anjing pelacak yang dikerahkan. Sementara jumlah pengungsi masih di atas seribu orang, tersebar di beberapa titik seperti balai desa, MTs, masjid, koperasi desa, hingga rumah warga lain yang aman dari zona merah.

Di sisi lain, Pemkab Cilacap menyiapkan lahan relokasi seluas 3,9 hektare di Desa Jenang, sekitar dua kilometer dari lokasi bencana. Lahan itu disebut mampu menampung hingga 300 rumah, dan saat ini sekitar 296 kepala keluarga sudah terdata sebagai calon penghuni.

Di tengah upaya besar menangani bencana, kisah Rival tetap jadi bagian unik dari wajah Cibeunying hari ini: tentang bagaimana bencana bukan hanya soal tanah dan bangunan yang runtuh, tetapi juga tentang keyakinan, kebiasaan, dan cara masyarakat memaknai tragedi. (*)

You Might Also Like

Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi

Duh! Viral Nih, Mahasiswi UNS Penerima KIP Ketahuan Malamnya Dugem

Melaju di Abu Semeru, Sepasang Nyawa Hampir Terbang

Viral! Intel Buntuti Anies di Warung Makan Karanganyar, Eh Malah Diajak Foto Bareng

Pemerintah Rasa Ormas? Pemkot Salatiga Ider Proposal Bantuan Dana untuk Perayaan HUT Kota

TAGGED:cilacapindigolongsorRival Altaf
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wagub Jihan Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah
Next Article Luncuran awan panas erupsi Gunung Semeru. Melaju di Abu Semeru, Sepasang Nyawa Hampir Terbang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Menguat Desakan Mundur yang Menerpa Menteri Kehutanan

Desember 5, 2025
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras datangi rumah penjual es gabus, Suderajat alias Ajat, ngasih motor dan modal. Ajat viral setelah dianiaya aparat yang menudingnya menjual pangan berbahaya.
Viral

Setelah Viral Ngaku Dianiaya Aparat, Ajat si Penjual Es Gabus Didatangi Polisi dan Dikasih Motor

Januari 28, 2026
Viral

Viral Banget Bencana Hidrometeorologi, Apa Itu?

November 28, 2025
Viral

Susu Gratis Malah Nongol di Rak Minimarket, Kok Bisa?

April 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral, Bisik Indigo Warnai Kisah Longsor di Cibeunying Cilacap
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?