Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Benteng Tersembunyi Cilacap Ini Simpan Cerita Gelap Bawah Tanah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Benteng Tersembunyi Cilacap Ini Simpan Cerita Gelap Bawah Tanah

Benteng ini dibangun pada era Hindia Belanda sekitar abad ke-19. Fungsinya dulu sebagai benteng pertahanan untuk mengawasi jalur laut strategis. Lokasinya memang langsung menghadap ke arah perairan selatan.

Nugroho P.
Last updated: Maret 18, 2026 9:28 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi benteng pendem Cilacap.
SHARE

BACAAAJA, CILACAP – Di pesisir selatan Jawa, ada satu tempat yang kelihatannya biasa saja tapi ternyata penuh cerita. Benteng Pendem Cilacap berdiri diam menyimpan sejarah panjang dari masa kolonial. Dari luar tampak sederhana, tapi di dalamnya justru penuh lorong misterius.

Benteng ini dibangun pada era Hindia Belanda sekitar abad ke-19. Fungsinya dulu sebagai benteng pertahanan untuk mengawasi jalur laut strategis. Lokasinya memang langsung menghadap ke arah perairan selatan.

Nama “Pendem” sendiri punya arti unik. Dalam bahasa Jawa, pendem berarti dikubur atau ditimbun. Sesuai namanya, bangunan ini memang sengaja ditutup tanah sebagai kamuflase.

Teknik ini bikin benteng terlihat seperti hilang dari permukaan. Musuh jadi sulit mendeteksi keberadaannya. Sekaligus memberi perlindungan tambahan dari serangan.

Benteng ini berdiri di titik yang cukup strategis. Bentuk daratannya menjorok ke laut seperti lidah. Posisi ini memudahkan pengawasan kapal yang melintas.

Menariknya, kawasan ini menyimpan dua jejak penjajahan. Selain Belanda, Jepang juga sempat memanfaatkan area ini. Jadi, sejarahnya berlapis dalam satu lokasi.

Benteng sempat lama terkubur sebelum akhirnya digali kembali. Proses penggalian dilakukan sekitar tahun 1980-an. Dari situ, banyak struktur lama kembali ditemukan.

Total ada lebih dari 100 bangunan yang terungkap. Setiap bangunan punya karakter berbeda. Ini menunjukkan perbedaan gaya antara Belanda dan Jepang.

Bangunan Belanda umumnya menggunakan batu bata. Warnanya bervariasi dari merah hingga kekuningan. Sementara Jepang lebih banyak memakai beton.

Di dalam benteng, fasilitasnya cukup lengkap. Ada barak tentara, gudang logistik, hingga penjara. Semuanya masih bisa dilihat hingga sekarang.

Penjara di sini punya dinding tebal sekitar 2,5 meter. Terdiri dari beberapa ruangan dengan kapasitas puluhan orang. Gambaran kerasnya masa lalu terasa cukup kuat.

Salah satu bagian paling menarik adalah lorong bawah tanah. Panjangnya sekitar 150 meter dengan beberapa cabang. Lorong ini dulu dipakai untuk mobilitas tentara.

Di dalamnya juga ada ruang meriam. Bahkan terdapat jalur yang mengarah ke laut. Jalur ini digunakan untuk kondisi darurat.

Banyak cerita beredar soal lorong rahasia. Salah satunya disebut tembus ke Nusakambangan. Tapi cerita ini lebih dianggap sebagai mitos.

Dengan luas sekitar 10 hektare, benteng ini kini jadi situs bersejarah. Statusnya sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Artinya, keberadaannya dilindungi negara.

Saat bulan Ramadhan, suasana di sini cenderung sepi. Pengunjung yang datang tidak terlalu banyak. Bahkan kadang bisa dihitung jari.

Namun suasana berubah saat Lebaran tiba. Ribuan orang bisa datang setiap hari. Tempat ini jadi salah satu destinasi favorit.

Pengunjung biasanya datang dari berbagai daerah. Mulai dari warga lokal hingga pemudik dari kota besar. Mereka penasaran dengan suasana unik benteng ini.

Spot foto jadi daya tarik utama. Terowongan gelap dan bangunan tua jadi latar favorit. Kadang juga ada rusa yang muncul di area sekitar.

Pengelolaan benteng dilakukan secara mandiri. Tiket masuknya cukup terjangkau. Perawatan juga dilakukan hati-hati agar struktur tetap asli.

Benteng ini buka setiap hari dari pagi sampai sore. Cocok jadi tempat singgah saat melintas jalur selatan. Sekalian napak tilas sejarah sebelum lanjut perjalanan. (*)

You Might Also Like

Toko Roti Murah di Purwokerto, Ada yang Berdiri Sejak 1898

Sate Kelinci Gunung Lawu Bikin Nagih, Ini Sate Terbaik di Tempat Ini

Dari Kantor Kecamatan ke Kursi Bupati Cilacap, Kini di OTT KPK

Balik Lagi ke Taman Lele, Sekarang Vibesnya Beda Banget

Parkir Candi Arjuna Viral, Dishub Langsung Turun

TAGGED:benteng pendemcilacapwisata
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan?
Next Article Duduk Lama Saat Mudik Bikin Badan Protes, Ini Solusinya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EKSPOR BONEKA--Pejabat Bea Cukai Semarang dan pihak terkait menghadiri pelepasan produk ekspor boneka buatan pabrik di Kabupaten Semarang, Kamis (17/9/2026). (ist)

Boneka Disney dari Kabupaten Semarang Diekspor Perdana ke AS

ALAT PERAGA--Alat peraga praktikum sirkumsisi atau sunat buatan Unwahas. (ist)

Alat Peraga Sunat Karya Unwahas, Bahannya Elastis Mirip Kulit Manusia

KASUS BLN--Penyidik kepolisian melimpahkan ke kejaksaan berkas perkara kasus Koperasi BLN dengan tersangka Nicholas Nyoto Prasetyo. (ist)

Koperasi BLN Punya Tanggungan Rp2,1 Triliun, Minta Anggota Tak Fokus Pidana

Imam Malik dan Adab yang Mengangkat Derajat Ilmu

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Misteri Hilangnya Nusron Wahid setelah OTT KPK Jerat Pejabat ATR/BPN dan 4 Orang Kepercayaan NW

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Ketika Hujan Turun Lagi, Kroya-Bantarsari Mulai Siaga Banjir

November 24, 2025
Plesir

Dari Panggung ke Kera: Cara Semarang Bikin Tradisi Tetap ‘Hidup’

Maret 27, 2026
Plesir

Benteng Pendem Ambarawa: Kini Tak Lagi Sunyi

Januari 26, 2026
MELANGITKAN DOA - Seorang perempuan menyalakan dan menaruh dupa setelah berdoa di sebuah klenteng di kawasan Pecinan, Semarang. (dul)
Plesir

Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang

Juni 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Benteng Tersembunyi Cilacap Ini Simpan Cerita Gelap Bawah Tanah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?