Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang

Ambisi Kranggan tak hanya jadi sekada wisata sejarah dan kuliner di Semarang. Lebih dari itu, Kranggan ingin menjadi ruang kreatif yang hidup, tempat bertemunya budaya, seni, komunitas, hingga generasi muda.

R. Izra
Last updated: Juni 12, 2026 12:28 pm
By R. Izra
5 Min Read
Share
MELANGITKAN DOA - Seorang perempuan menyalakan dan menaruh dupa setelah berdoa di sebuah klenteng di kawasan Pecinan, Semarang. (dul)
MELANGITKAN DOA - Seorang perempuan menyalakan dan menaruh dupa setelah berdoa di sebuah klenteng di kawasan Pecinan, Semarang. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Siapa sangka kawasan Kranggan di jantung Pecinan Semarang kini sedang menyiapkan gebrakan besar untuk dunia pariwisata. Tak hanya mempercantik kawasan lewat mural warna-warni, Kranggan juga membidik event berskala internasional yang berpotensi menghadirkan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara.

Contents
Tembok Kranggan Bakal Disulap Jadi Galeri Seni RaksasaFestival Mooncake Naik Kelas, Bidik Peserta Asia Tenggara

Saat ini, Kranggan tengah berproses menjadi Desa Wisata (Deswita). Namun ambisinya tak berhenti sebagai destinasi sejarah atau wisata kuliner semata. Warga dan pengelola kawasan ingin menjadikan Kranggan sebagai ruang kreatif yang hidup, tempat bertemunya budaya, seni, komunitas, hingga generasi muda.

Ketua Pokdarwis Kranggan, Hengky Hidayat Pranadya, mengatakan berbagai agenda sudah disiapkan sepanjang 2026 untuk memperkenalkan potensi Kranggan ke khalayak yang lebih luas.

Bacaaja: Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata
Bacaaja: Waroeng Semawis Comeback! Kuliner Malam Pecinan Semarang Bikin Wali Kota Ikut Jajan

Agenda pertama bakal dimulai pada 2 Juli 2026. Sebanyak 80 mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang akan turun langsung menjelajahi Kranggan untuk membuat konten kreatif.

Mahasiswa dari UIN Walisongo, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Dian Nuswantoro, hingga kampus lainnya akan diajak mengeksplorasi berbagai sudut kawasan tanpa batasan tema.

Mulai dari kuliner legendaris, sejarah Pecinan, aktivitas Pasar Gang Baru, hingga kisah unik warga setempat bisa menjadi bahan konten yang mereka angkat.

“Tujuannya sederhana, supaya semakin banyak orang mengenal Kranggan. Sekarang zamannya media sosial. Kalau orang belum pernah datang ke sini, minimal mereka bisa melihat dulu lewat konten kreatif yang dibuat teman-teman mahasiswa,” kata Hengky, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, promosi melalui media sosial menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperkenalkan potensi wisata kepada generasi muda. Bahkan, sebuah konten menarik bisa menjangkau ribuan orang hanya dalam hitungan jam.

Tembok Kranggan Bakal Disulap Jadi Galeri Seni Raksasa

Tak berhenti di bulan Juli, Kranggan juga menyiapkan agenda yang tak kalah menarik pada Agustus mendatang.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, Pokdarwis Kranggan akan menggelar Festival Mural yang melibatkan mahasiswa dan pelajar dari berbagai sekolah maupun perguruan tinggi.

Sebanyak 21 bidang tembok telah disiapkan sebagai kanvas raksasa bagi para peserta.

Tembok-tembok yang sebelumnya terlihat biasa akan disulap menjadi karya seni penuh warna. Namun bukan mural sembarangan, karena seluruh karya nantinya akan melalui proses kurasi agar tetap selaras dengan tema budaya dan identitas kawasan.

Menurut Hengky, festival ini bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menciptakan ikatan emosional antara peserta dengan Kranggan.

“Bayangkan sepuluh tahun lagi mereka datang ke sini. Mereka bisa bilang ke temannya, ‘Saya pernah menggambar di sini’. Itu jadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.

Menariknya, untuk peserta dari kalangan pelajar SMA dan SMK, tema yang diangkat akan lebih banyak menampilkan tokoh budaya dan pewayangan yang sudah dikenal masyarakat.

Harapannya, Kranggan tidak hanya menjadi kawasan yang estetik untuk berfoto, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan budaya yang kuat.

Festival Mooncake Naik Kelas, Bidik Peserta Asia Tenggara

Namun agenda yang paling dinantikan justru akan berlangsung pada September mendatang.

Semua berawal dari Festival Mooncake yang tahun lalu digelar secara sederhana. Tak disangka, acara tersebut mendapat perhatian luas dan mulai dilirik berbagai pihak.

Kini, festival tersebut berpotensi naik kelas menjadi event internasional.

Pokdarwis Kranggan sedang menyiapkan konsep yang memungkinkan hadirnya pelaku UMKM dan komunitas kuliner dari berbagai negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, hingga negara tetangga lainnya.

Jika terealisasi, pengunjung bisa menikmati beragam makanan khas dari berbagai negara dalam satu kawasan.

“Kalau makanan dari berbagai negara Asia berkumpul di satu tempat, itu akan jadi pengalaman yang menarik. Orang bisa menikmati kuliner sekaligus mengenal budaya negara lain,” jelas Hengky.

Selain menjadi ajang budaya, festival ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal. UMKM Kranggan berpeluang bertemu langsung dengan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Bagi Pokdarwis, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar acara tahunan atau seremonial belaka.

Mereka ingin membangun Kranggan sebagai kawasan wisata yang hidup sepanjang tahun, dengan identitas yang kuat dan pengalaman yang membuat wisatawan ingin kembali datang.

“Kami ingin Kranggan dikenal bukan karena satu acara saja. Kami ingin orang datang, menikmati budayanya, kulinernya, suasananya, lalu kembali lagi. Itu yang sedang kami bangun pelan-pelan,” tutur Hengky.

Dengan kolaborasi antara warga, mahasiswa, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan pemerintah, Kranggan kini tengah menyiapkan transformasi besar.

Dari mural yang menghiasi gang-gang kawasan hingga Festival Mooncake yang berpotensi mendunia, Kranggan sedang membuktikan bahwa sebuah kampung bisa tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan berkat kreativitas dan semangat gotong royong warganya. (dul)

You Might Also Like

Bingung Bukber di Magelang? Tempat Asyik Ini Layak Dicoba

15 Negara Siap Ramaikan Semarang Night Carnival 2026

Bingung Cari Bukber? Ini Spot Asyik Buka Puasa Tegal

Benteng Pendem Ambarawa: Kini Tak Lagi Sunyi

Prambanan Siap Diserbu 35 Ribu Umat!

TAGGED:klentengkrangganpecinan semarangruang kreatifwisata kulinerwisata sejarah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NAIK KERETA--Pengguna layanan kereta api menikmati perjalanan dengan KA Gumarang. (bae) Kereta Api Makin Kekinian, 7 KA New Generation Layani Penumpang Daop Semarang
Next Article Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, FX Sugiyanto. (ist) Kunci Rupiah Mau Bangkit? Guru Besar Undip Bilang MBG dan KDMP Harus Dievaluasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi koruptor.

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, 32 Nama Terduga Viral di Media Sosial

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, FX Sugiyanto. (ist)

Kunci Rupiah Mau Bangkit? Guru Besar Undip Bilang MBG dan KDMP Harus Dievaluasi

MELANGITKAN DOA - Seorang perempuan menyalakan dan menaruh dupa setelah berdoa di sebuah klenteng di kawasan Pecinan, Semarang. (dul)

Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang

NAIK KERETA--Pengguna layanan kereta api menikmati perjalanan dengan KA Gumarang. (bae)

Kereta Api Makin Kekinian, 7 KA New Generation Layani Penumpang Daop Semarang

SPOT WISATA - Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Lumpia. (dul)

Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Seminggu di Lombok: dari Pantai Perawan hingga Puncak Rinjani

Mei 12, 2025
Plesir

Mau Coba Keong Sawah Rebus Rempah? Ini Takjil Legendaris Purwokerto

Maret 13, 2026
Plesir

Dataran Tinggi Dieng Ramai Banget, Wisatawan Serbu Sekali Lagi

Maret 24, 2026
Pekerja sedang membersihkan area hutan di Silayur Park, Semarang.
Plesir

Silayur Park Comeback! Setahun Vakum, Siap Kembali Buka dengan Konsep ‘Hutan Menyala’

April 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?