Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata

R. Izra
Last updated: Januari 26, 2026 7:56 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Pengunjung taman lele yang sedang berfoto di tulisan I LOVE TAMAN LELE. Rabu (24/12/2025). (dul)
Pengunjung taman lele yang sedang berfoto di tulisan I LOVE TAMAN LELE. Rabu (24/12/2025). (dul)
SHARE

SEMARANG, BACAAJA – Nama Taman Lele yang melekat pada salah satu destinasi wisata legendaris di Kota Semarang ternyata bukan sekadar penamaan biasa.

Di baliknya, tersimpan kisah sejarah panjang yang berakar dari cerita perang, perdamaian, hingga penyebaran Islam di tanah Jawa.

Kepala UPTD Kampung Wisata Taman Lele, Sugianto, menjelaskan bahwa penyebutan “Taman Lele” berawal dari kisah Raden Ayu Retno Dumilah, tokoh bangsawan keturunan Pangeran Timur I dari Madiun.

Bacaaja: Kesaksian Pengunjung Semarang Zoo: Makin Rapi, Satwa Tampak Lebih Sehat
Bacaaja: Jelang Nataru, Pantai Tirang Perkuat Keamanan dan Penataan Area

Dalam sejarahnya, wilayah Madiun atau Purbaya pernah menjadi sasaran ekspansi Kerajaan Islam Demak.

“Serangan pertama dan kedua gagal. Baru yang ketiga dipimpin Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir,” ujar Sugianto saat ditemui di kawasan Taman Lele.

Perang antara Joko Tingkir dan Raden Ayu Retno Dumilah kala itu tak berujung kemenangan. Justru rakyat yang menjadi korban.

Banyak perempuan kehilangan suami, anak-anak kehilangan orang tua. Kondisi itulah yang membuat Raden Adipura memilih berdamai demi menghentikan penderitaan rakyat.

Usai berdamai, Raden Adipura diajak ke Demak dan bertemu dengan Kanjeng Sunan Kalijaga. Dari pertemuan itulah ia mendalami Islam dan kemudian berniat menyebarkannya ke wilayah Bantul dan Imogiri.

Dalam perjalanan dari Demak menuju Bantul, Raden Adipura singgah untuk salat Asar di sekitar Sendang Nyi Tokosan. Saat mengambil air wudu, muncul fenomena aneh: ikan lele tanpa kepala dan duri, yang tetap hidup dan diikuti lele lainnya.

“Beliau lalu mengucap, ‘Sok yen ono rejaning jaman, tanah iki tak jenengi Taman Lele’,’” tutur Sugianto.

Seiring waktu, kawasan itu dikenal sebagai Taman Lele dan mulai dikembangkan sebagai tempat wisata sejak era 1980-an.

Namun, perjalanan tak selalu mulus. Saat Sugianto dilantik sebagai Kepala UPTD pada 13 September 2018, kondisi Taman Lele masih terpuruk.

“Belum ada kolam renang, panggung, masih mangkrak. Tapi Pak Wali waktu itu menegaskan, Taman Lele ini legend, tidak boleh hilang,” katanya.

Sejak saat itu, pembenahan dilakukan bertahap hingga kini Taman Lele menjelma sebagai Kampung Wisata yang hidup kembali, tanpa meninggalkan akar sejarahnya. (dul)

You Might Also Like

Sate Kelinci Gunung Lawu Bikin Nagih, Ini Sate Terbaik di Tempat Ini

Perut Gadis Autis Makin Besar, Pria yang Diduga Menghamili Menghilang

Lahan Vihara Buddha Jayanti Semarang Mau Diserobot, Umat Deg-degan!

Pengacara Korban Endus Aroma Tuntutan Ringan untuk AKBP Basuki, Kasus Dosen Untag Tewas

Terdampak Asap TPA Jatibarang, SDN Ngaliyan 4 Masih Belajar Daring

TAGGED:joko tingkirsejarah taman lele semarangSemarangtaman lele
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jelang Nataru, Pantai Tirang Perkuat Keamanan dan Penataan Area
Next Article Puan: Natalan Tetap Hangat, Rayakan Tahun Baru Jangan Berlebihan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gowes Sambil Menikmati Hidden Gem Kaki Lawu, 600 Pesepeda Serbu Tour de Surakarta 2026

Mendagri Bongkar Celah Calo Haji, Biometrik Jadi Andalan

Kompolnas Sentil Polres Cilegon, 19 Siswa Kena Gas Air Mata

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, DPR Soroti Disiplin TNI

Ketuk Pintu Langit, 550 Orang Minta Hujan di Banjarnegara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Masyarakat antusias mengikuti tradisi gebyuran dan basah-basahan di Bustaman, Minggu (15/02/2026). (LPM Missi UIN Walisongo)
Unik

Serunya Tradisi Gebyuran Bustaman, Ada Makna Sakral di Balik Aksi Saling Coret-Saling Siram

Februari 15, 2026
Aipda Robig (berprci), polisi penembak siswa, menyalami ayah korban penembakan, dalam sidang di PN Semarang, Selasa (6/5/2025).
Hukum

Akhirnya Polda Jateng Akui Robig Positif Narkoba: Dicek saat Kondisinya Labil

April 24, 2026
Info

Tragis! Terobos Palang, Pemotor dan Siswa SD di Semarang Tewas Tersambar Kereta

Juli 20, 2026
TAGIH MAKAM--Suhadi, ahli waris keluarga KGPH Soetodjo Harjonagoro, mempertanyakam makam leluhirnya yang diduga ditimbun mal Semarang, Selasa (9/6/2026). (bae)
Info

Suhadi Pertanyakan Makam Leluhur yang Diduga Tertimbun Mal Semarang

Juni 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?