Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja

R. Izra
Last updated: Mei 2, 2026 10:22 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Perempuan buruh mengangkat poster soal kebebasan berserikat dalam aksi May Day 2026 di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)
Perempuan buruh mengangkat poster soal kebebasan berserikat dalam aksi May Day 2026 di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kondisi pekerja media lagi nggak baik-baik saja. Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen menyebut banyak pekerja menghadapi upah rendah, PHK sepihak, sampai kerja tanpa kepastian.

Di lapangan, relasi kerja dinilai timpang. Perusahaan pegang kendali penuh atas tenaga, waktu, sampai keselamatan pekerja, bikin mereka seperti “terjajah” di tempat kerja sendiri.

Produktivitas dituntut tinggi, kerja harus cepat dan berani. Tapi jaminan kesejahteraan dan perlindungan nggak seimbang, bahkan sering minim.

Bacaaja: Buruh Sorot Tajam Jawaban Gubernur Jateng saat Aksi May Day di Semarang, Ini Poin Pentingnya
Bacaaja: Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan

Akibatnya, pekerja dipaksa menganggap kondisi nggak layak sebagai hal normal. Risiko kerja, tekanan mental, sampai ancaman hukum harus ditanggung sendiri.

Data juga nggak kalah bikin miris. Dewan Pers mencatat ada sekitar 1.200 pekerja media kena PHK sepanjang 2023-2024, dan gelombang itu masih lanjut sampai 2025.

Sementara itu, data Kementerian Ketenagakerjaan menyebut sekitar 24 ribu pekerja dari berbagai sektor kena PHK pada Januari-Mei 2025, termasuk sektor media.

Ketua FSPM Independen, Aisha Shaidra, bilang kondisi ini bukan sekadar masalah sektoral.

“Pekerja media masih berada dalam posisi rentan, baik dari sisi ekonomi maupun perlindungan kerja. Kondisi ini membutuhkan respons kolektif yang lebih kuat,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Nggak cuma soal kesejahteraan, keselamatan jurnalis juga jadi sorotan. Bentuknya macam-macam, dari kekerasan fisik, intimidasi, sampai kriminalisasi. Bahkan, dalam beberapa kasus, pelakunya datang dari aparat negara.

FSPM Independen menilai masalah ini sudah sistemik. Dampaknya bukan cuma ke pekerja, tapi juga ke kebebasan pers dan hak publik atas informasi.

Makanya, di momentum May Day 2026, FSPM ngajak pekerja media buat memperkuat serikat. Mereka menilai berserikat jadi langkah penting buat melawan kondisi yang ada.

Soalnya, jumlah serikat pekerja media masih sangat sedikit. Dari hampir 2.000 perusahaan media, kurang dari 50 yang punya serikat, dan pembentukannya sering dihambat.

“May Day 2026 menjadi penting untuk memperkuat solidaritas pekerja media, memperluas keanggotaan serikat, serta mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil dan berkelanjutan,” tegas Aisha.

FSPM juga membawa sejumlah tuntutan. Mulai dari undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak ke buruh, penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, sampai penghentian PHK massal.

Mereka juga mendesak upah layak nasional, ruang kerja aman, serta penghentian kekerasan dan union busting. Termasuk jaminan kebebasan berserikat bagi pekerja. (bae)

You Might Also Like

Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa

Mudik Aman, Wisata Nyaman: Parakan-Dieng Resmi Mulus

Ternak Sehat, Peternak Sejahtera: Mohammad Saleh Dukung ‘Healing’ Hewan Gratis di Jateng

Ini Cara Komunitas Pariwisata Semarang Bikin Ramadan Makin Manis

Kartini Zaman Now Nggak Cuma Pakai Kebaya, Tapi Berani Ambil Keputusan

TAGGED:buruhheadlinekebebasan berserikatMay DaySemarangserikat pekerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Buruh menyalakan flare dalam aksi May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae) Aksi May Day, PBHI Desak Penghapusan Sistem Kerja Outsourcing yang Rugikan Buruh
Next Article Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul) BREAKING NEWS: Apindo Jateng Berduka, Frans Kongi Meninggal Dunia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

30 Investor dan 75 UMKM Ramaikan CJIBF 2026

Hiburan Makin Ngegas, Tapi Pajak Bikin Deg-degan

Ilustrasi Bus Haryanto alami kecelakaan.

Kronologi Kecelakaan di Tol Tembalang, Bus Haryanto Diduga Potong Jalur Truk Trailer

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)

BREAKING NEWS: Apindo Jateng Berduka, Frans Kongi Meninggal Dunia

Perempuan buruh mengangkat poster soal kebebasan berserikat dalam aksi May Day 2026 di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)

Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Terdakwa Aipda Robig Zaenudin (baju putih) mengikuti sidang pledoi di PN Semarang, Selasa (15/7/2025). (bae)
Unik

Dalih Aipda Robig: Gamma Tewas Bukan karena Saya Tembak, tapi . . .

Juli 15, 2025
Ilustrasi TKI.
Info

Derita Warga Temanggung, 20 Tahun Kerja di Malaysia Gak Digaji

November 24, 2025
EkonomiUnik

Vilantika Vida Rahayu,  Dari Gadis Ndeso ke Pengusaha Feminin Care Nasional Mengikis Stigma Wong Ndeso

November 18, 2025
Opini

Menimbang Keadilan Upah di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

November 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?