Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan

R. Izra
Last updated: Mei 1, 2026 8:10 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Buruh dan mahasiswa menggelar aksi May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)
Buruh dan mahasiswa menggelar aksi May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Aksi May Day di depan Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (1/5/2026) menyoroti berbagai isu. Massa dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jateng juga membawa tuntutan besar soal upah layak bagi pekerja.

Pengurus KASBI Jateng, Nur Laila, menegaskan buruh di Jawa Tengah membutuhkan standar upah yang benar-benar mencukupi kebutuhan hidup, bukan sekadar angka formal dari pemerintah.

“Ini tuntutan kami supaya upah layak bisa direalisasikan,” ujarnya.

Bacaaja: Demo May Day Semarang, Buruh Perempuan Tuntut Fasilitas Daycare hingga Cuti Haid
Bacaaja: Jelang May Day, Buruh Jateng Angkat Suara: Upah Belum Layak, Outsourcing Makin Ngeri

Menurutnya, perhitungan upah layak seharusnya mengacu pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Dari hitungan tersebut, angka yang muncul jauh di atas upah minimum yang berlaku saat ini.

“Kalau sesuai hitungan KHL, untuk buruh lajang itu Rp9 juta. Kalau yang sudah punya satu anak itu sekitar Rp12 juta,” tegasnya.

Ia menilai, angka upah yang selama ini ditetapkan pemerintah tidak mencerminkan kondisi riel di lapangan. Buruh disebut hanya mendapat sebagian kecil dari kebutuhan hidup yang sebenarnya.

“Itu bukan hitungan riel, tapi angka kebijakan yang sangat merugikan kami. UMR Semarang sekarang saja tidak bisa ditabung,” katanya.

Nur Laila juga menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus terjadi. Kondisi ini membuat buruh, terutama ibu rumah tangga, harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan keluarga dengan penghasilan terbatas.

“Kebutuhan di Kota Semarang makin melonjak. Kita harus pintar mengatur, tapi tetap saja berat dengan upah minim,” keluhnya.

Ia menilai Jawa Tengah selama ini dijadikan kawasan upah murah dibanding daerah lain seperti Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa Timur. Padahal, biaya hidup dinilai tidak jauh berbeda.

“Kenapa harus ada disparitas upah? Harga bahan pokok hampir sama, biaya hidup juga mirip. Harusnya ada upah layak nasional, minimal upah minimum nasional,” tandasnya. (bae)

You Might Also Like

Mauro Zijlstra, Harapan Baru Garuda dari Belanda

Bekali Kader PKK untuk Lebih Dekat dengan Warga, PKK Jateng Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan di Banjarnegara

Nataru Bikin Bandara Ahmad Yani Full Senyum

Kasus Ponpes Pati: Baru 1 Korban Lapor, Lainnya Masih Diam atau Dipaksa Diam?

COO PSIS: Enam Poin Harga Mati

TAGGED:buruhheadlinekasbikasbi jatengKHLKongres Aliansi Serikat Buruh Indonesiaupah layak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sejumlah kendaraan melintasi portal yang dipasang di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang. Portal BSB Ambruk, Solusi Setengah Matang? Pengendara: Niatnya Aman, Malah Bikin Rawan!
Next Article Buruh peserta aksi May Day turut melarisi dagangan pedagang kaki lima di lokasi aksi, Jl Pahlawan, Kota Semarang, Jum'at (1/5/2026). (dul) Cerita Pedagang Kecil Raup Cuan di Sela Aksi May Day: Saling Support

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi aksi penganiayaan.

Tiga Tahun Hilang Kabar, Perempuan Bandung Muncul Terluka Parah

Ratusan Calon Dokter Mentok Ujian, Kampus Ikut Disorot

Kontainer Numpuk Bukan Bea Cukai, Importir Malah Santai Dulu

Kereen, Maling Buat Surat Permohonan Maaf, Eh Dimaafkan

Semangkuk Jenang dan Cerita Lama Ramaikan Suro Triwindu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau lokasi kebakaran di Jalan Pesanggrahan Raya, Kelurahan Mlatibaru, Kota Semarang, Jumat (25/7) sore.
Unik

Agustina Janjikan Rp40 Juta untuk Bangun Ulang Rumah Korban Kebakaran Tewaskan 5 Orang

Juli 26, 2025
Olahraga

Musorprov KONI Jateng Dimajukan ke Oktober, Biar Nggak Ketabrak Aturan Baru

Agustus 29, 2025
Ilustrasi masyarakat adat sedang berada di hutan.
Tumbuh

Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan

Oktober 17, 2025
Sepak Bola

Media Vietnam Takjub Lihat Aksi Jens Raven, Bintang Muda Indonesia Cetak 6 Gol ke Gawang Brunei

Juli 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?