Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jelang May Day, Buruh Jateng Angkat Suara: Upah Belum Layak, Outsourcing Makin Ngeri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jelang May Day, Buruh Jateng Angkat Suara: Upah Belum Layak, Outsourcing Makin Ngeri

R. Izra
Last updated: April 30, 2026 11:54 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang Hari Buruh Internasional, suara buruh di Jawa Tengah kembali menguat. Isu klasik yang belum kelar-kelar, dari upah layak sampai sistem outsourcing—lagi-lagi jadi sorotan utama.

Koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Jawa Tengah, Mulyono, bilang masalah upah masih jadi PR besar tiap tahun.

“Yang paling utama itu soal upah layak. Ini tiap tahun selalu jadi tuntutan karena memang belum ada keseimbangan,” ujarnya dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS”, Rabu (29/04/2026).

Bacaaja: Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun
Bacaaja: Lemparan Batu dan Botol saat Aksi May Day, Berbuah Tuntutan Tiga Bulan Penjara

Nggak cuma soal gaji, praktik outsourcing juga disebut makin bikin resah. Menurut Mulyono, sekarang sistem ini sudah “kelewat batas” karena masuk ke pekerjaan yang sifatnya tetap, bukan lagi sementara.

“Outsourcing sekarang sudah masuk ke pekerjaan yang sifatnya terus-menerus. Ini jelas membahayakan bagi buruh karena tidak ada kepastian kerja,” tegasnya.

Dampaknya? Banyak pekerja hidup dalam ketidakpastian. Sudah kerja lama, tapi status tetap nggak jelas dan minim jaminan masa depan.

Isu lain yang ikut disorot adalah perlindungan buruh saat mengalami kecelakaan kerja. Mulyono menilai, masih banyak pekerja yang belum mendapatkan jaminan hidup yang layak setelah kejadian tersebut.

“Kami ingin pekerja yang mengalami kecelakaan kerja itu dijamin kehidupannya. Jangan sampai setelah tidak bisa bekerja, mereka ditinggalkan begitu saja,” katanya.

Di tengah kondisi ekonomi yang nggak pasti dan dunia kerja yang terus berubah, buruh juga didorong buat adaptasi. Salah satunya dengan punya skill tambahan di luar pekerjaan utama.

Mulai dari pelatihan menjahit, masak, sampai bikin usaha kecil dan koperasi, semua mulai digalakkan sebagai “plan B” buat bertahan.

“Kita dorong kawan-kawan buruh punya usaha sampingan. Ini penting sebagai jaring pengaman kalau terjadi masalah di tempat kerja,” jelasnya.

Meski membawa banyak tuntutan, buruh memastikan peringatan May Day tahun ini tetap berjalan damai. Fokusnya tetap satu: menyuarakan aspirasi tanpa bikin chaos.

“Kita ingin menyampaikan tuntutan dengan baik. Jangan sampai pesan buruh hilang karena kerusuhan,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Upacara HUT RI di Balai Kota Semarang Hadirkan Sosok Istimewa, Siapa?

Gaji Cuma “Nempel” di Kalender

Marc Marquez Tak Terbendung di Mugello, Raih Kemenangan Ke-67 di Kelas MotoGP

Heboh Banget Guru ASN Diberhentikan, Ini Alasannya

PSIS Selamat dari Zona Panas, Rival Kepeleset di Detik Terakhir

TAGGED:apindoburuhjatengMay Daytitik kumpul 2upah buruh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Presiden Kembali Nyeletuk #KaburAjaDulu, Begini Kisah Prabowo Kabur ke Yordania
Next Article Jateng Jadi “Anak Kesayangan” Pusat Soal Halal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nawal Ajak Kaum Perempuan Rawat Lingkungan

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) bersalaman sambil tersenyum usai sidang di Tipikor, Senin (15/6/2026). (bae)

Sudewo Raja Tega? Peras Calon Perangkat Desa di Pati Rp2,49 Miliar

Wawali: Atlet Voli Muda Jangan Cuma Jago Latihan

KUTUK INTOLERANSI BERAGAMA - Pegiat lintas iman dan lintas agama berkumpul di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga Barat, Pleburan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026), menyatakan mengutuk keras kasus intoleransi beragama di Jateng. Dua kasus intoleransi beragama di Jateng terjadi beruntun dengan pola lama yang serupa. (dul)

Kasus Intoleransi Muncul Beruntun di Jateng, Tokoh Lintas Agama Sorot Pola Peristiwa

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) bicara dengan penasihat hukumnya saat sidang di Tipikor, Senin (15/6/2026). (bae)

Ngeri! Sudewo Tak Cuma Terima Gratifikasi Uang, Keris Nogososro Juga Diembat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi artefak Indonesia di Belanda.
Info

Kata Prabowo, Belanda Mau Balikin 30.000 Artefak ke Indonesia

September 29, 2025
Ekonomi

Dari Sawah Jadi Tenaga Jalan, Hadirlah Bensin Bobibos Nusantara!

November 7, 2025
Info

Pemprov-Baznas Salurkan 8.000 Paket Sembako

Maret 14, 2026
Politik

PDIP Masih Keukeuh: Biar Capek ke TPS, yang Penting Rakyat Ikut Milih

Desember 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jelang May Day, Buruh Jateng Angkat Suara: Upah Belum Layak, Outsourcing Makin Ngeri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?