Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

R. Izra
Last updated: April 30, 2026 4:35 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dunia usaha di Jawa Tengah lagi nggak baik-baik aja. Kenaikan harga BBM plus bahan baku yang makin mahal bikin banyak perusahaan mulai ngos-ngosan buat bertahan.

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi, bilang kondisi ini udah mulai ganggu operasional industri di berbagai sektor. Nggak cuma satu-dua, tapi hampir merata.

“Kenaikan ini sangat terasa. BBM naik, bahan baku seperti plastik juga naik hampir 100 persen. Ini langsung memukul operasional perusahaan,” ujarnya dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026), jelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Bacaaja: Mobil Avanza Terbakar setelah Isi BBM di SPBU Silayur, Pasutri Panik Lari Tunggang Langgang
Bacaaja: WFH Jumat di Semarang: Bukan Buat Rebahan, Tapi Biar Hemat BBM

Nggak berhenti di situ, situasi makin ribet gara-gara kondisi geopolitik global yang lagi panas. Jalur distribusi energi dunia ikut terganggu, termasuk Selat Hormuz yang jadi salah satu jalur penting pasokan minyak dunia.

Dampaknya? Perusahaan yang sebelumnya udah deal kontrak sama buyer, sekarang dipaksa nego ulang. Masalahnya, negosiasi ulang ini nggak gampang dan sering kali bikin rugi.

“Kita sudah tutup kontrak dengan buyer, tapi tiba-tiba harga naik. Mau tidak mau harus negosiasi ulang. Itu pun tidak gampang karena masing-masing pihak ingin tetap untung,” jelas Frans.

Masalah lain yang nggak kalah krusial: ketergantungan bahan baku impor. Banyak industri di Jateng masih bergantung dari luar negeri. Jadi begitu kondisi global goyang, langsung kena imbasnya.

“Sebagian besar bahan baku kita masih impor dari luar negeri. Ketika kondisi global terganggu, kita langsung terdampak,” katanya.

Kalau kondisi ini terus berlanjut, bukan nggak mungkin produksi bakal dikurangi. Bahkan, opsi pengurangan jam kerja juga mulai dipertimbangkan.

“Kalau keadaan terus seperti ini, produksi pasti dikurangi. Jam kerja juga bisa berkurang,” ujarnya.

Meski begitu, Frans menegaskan PHK bukan jadi pilihan utama. Soalnya, perusahaan juga mikir panjang—karyawan yang sudah terlatih justru aset penting.

“Karyawan itu sudah kita latih, sudah punya skill. Kalau dilepas, justru kita rugi. Jadi PHK itu bukan pilihan utama,” tegasnya.

Sebagai strategi bertahan, perusahaan sekarang lebih fokus ke efisiensi. Mulai dari hemat energi sampai penggunaan bahan baku yang lebih ketat, semua diatur biar tetap bisa jalan.

Di tengah tekanan ini, dunia usaha berharap pemerintah bisa cepat ambil langkah biar kondisi nggak makin berat.

“Kita harapkan kondisi ini tidak berlarut-larut. Dunia usaha butuh kepastian supaya bisa tetap bertahan,” pungkasnya. (*)

 

You Might Also Like

Pemprov Dorong Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Jateng

Ju-jitsu Panas di Kudus, Ratusan Atlet Unjuk Kemampuan

Agro Wisata Tambi Wonosobo Tembus 60 Besar Wonderful Indonesia Award 2025

Akses Cucukan-Kotesan yang Putus Lima Tahun Kini Nyambung

Sekali Jalan Rp200 Ribu, Risiko Seumur Hidup Bui

TAGGED:apindo jatengbacaajafrans kongiharga bbmheadlineMay DaymaydaySemarangtitik kumpul 2 sks
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina: Kolaborasi Kunci Sukses MBG
Next Article Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basar Yanuarso. Anak Jadi Korban Daycare Jogja, IDAI Bergerak Fokus Pulihkan Trauma & Kawal Kasus

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Separuh Jemaah Haji Indonesia Sudah Mendarat Pulang Bertahap Ke Tanahair

Sekolah Gratis Jateng Makin Luas Ribuan Kursi Siap Menampung Siswa Baru

Libur Sekolah Dimulai Catat Lagi Jadwal Masuk Kelas Pertengahan Juli

Jangan Keburu Percaya Mitos Rambut Sehat Ternyata Begini Faktanya Sekarang

Mau Awet Muda? Liburan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

RAWAT TANAMAN - Petani tembakau di Temanggung merawat tanaman yang menjadi komoditas andalan kabupaten tersebut.
Info

Polemik Revisi PP Kesehatan, Agus Gondrong Harap Keresahan Petani Tembakau Didengar

Juni 10, 2026
Info

Mengenal Warteg, Awalnya untuk Kuli, kini Mendunia

Mei 29, 2026
Jelata Nahdliyin sampaikan tiga permintaan untuk akhiri konflik internal elite PBNU.
Info

Risalah Jelata Nahdliyyin: Ketum PBNU Legowo Mundur Saja, Rais Aam Balikin Tambang ke Negara

Desember 20, 2025
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan api.
Info

BREAKING NEWS: Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, 480 Kios Hangus

April 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?