Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Peradi SAI Semarang Sorot Potensi Kericuhan Aksi May Day, Singgung Risiko Salah Tangkap
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Peradi SAI Semarang Sorot Potensi Kericuhan Aksi May Day, Singgung Risiko Salah Tangkap

R. Izra
Last updated: April 30, 2026 3:53 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ketua DPC Peradi SAI Semarang, Luhut Sagala (tengah) saat diskusi publik di kantor Bacaaja.co.
Ketua DPC Peradi SAI Semarang, Luhut Sagala (tengah) saat diskusi publik di kantor Bacaaja.co.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, potensi kericuhan dalam aksi massa kembali menjadi perhatian. Ketua Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala, menilai risiko konflik kerap muncul bukan dari peserta utama, melainkan dari pihak luar yang menyusup ke dalam barisan aksi.

“Sering kali yang memicu kerusuhan itu bukan peserta inti, tapi ada kelompok lain yang ikut masuk dan memprovokasi,” ujarnya dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS”, Rabu (29/04/2026).

Menurutnya, situasi di lapangan menjadi semakin sulit dikendalikan ketika massa sudah bercampur dan aparat tidak bisa membedakan mana peserta aksi yang sah dan mana yang berniat membuat kekacauan.

Bacaaja: Jelang May Day, Buruh Jateng Angkat Suara: Upah Belum Layak, Outsourcing Makin Ngeri
Bacaaja: Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

Dalam kondisi seperti itu, tindakan penegakan hukum berpotensi terjadi secara cepat, bahkan dalam situasi yang tidak ideal.

“Kalau situasi sudah tidak terkendali, aparat akan mengambil tindakan. Di situ risiko salah tangkap atau benturan bisa saja terjadi,” jelasnya.

Luhut juga menyoroti masih banyak peserta aksi yang belum memahami aturan dasar dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Padahal, prosedur seperti pemberitahuan kepada kepolisian dan batas waktu aksi sudah diatur secara jelas.

Ia menilai, pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat menjadi pintu masuk persoalan hukum yang sebenarnya bisa dihindari.

“Banyak yang merasa cukup turun ke jalan, padahal ada aturan yang harus dipatuhi. Kalau dilanggar, itu bisa berujung pidana,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kericuhan kerap terjadi setelah massa utama membubarkan diri, terutama pada malam hari. Pada fase inilah, kelompok-kelompok tidak teridentifikasi sering mengambil alih situasi.

“Biasanya setelah jam aksi selesai, justru mulai rawan. Ini yang harus diantisipasi,” katanya.

Meski demikian, Luhut menegaskan bahwa dalam kondisi apa pun, setiap warga negara tetap memiliki hak hukum, termasuk ketika berhadapan dengan aparat.

Ia menekankan bahwa peserta aksi yang ditangkap tetap berhak mendapatkan pendampingan hukum, bahkan jika tidak memiliki kemampuan untuk membayar advokat.

“Negara wajib menjamin itu. Tidak boleh ada yang diperiksa tanpa diberi tahu haknya untuk didampingi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak, baik peserta aksi maupun aparat, dapat lebih siap dalam menghadapi momentum Hari Buruh Internasional agar tidak berujung pada konflik yang merugikan semua pihak.

“Jangan sampai niat menyampaikan aspirasi justru berubah jadi persoalan hukum,” pungkasnya. (dul)

You Might Also Like

Kesaksian BKD dan Sekretaris Bappeda Semarang Ringankan Mbak Ita Mantan Wali Kota

Saat Hutan Jadi Tempat Pulang, Cara Jepang Redakan Penat

Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Cimol Bojot, Jajanan Viral dari Garut yang Bikin Lidah Nggak Berhenti Ngunyah

Wajib Waspada! Bedain Batuk Biasa dengan Gejala Awal Kanker Paru Biar Nggak Kecolongan

TAGGED:aksi may daybacaajaburuhMay Dayperadi sai semarangsalah tangkaptitik kumpul 2 sks
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nggak Cuma Nimbang Bayi, Posyandu Sekarang Ikut Ngurus Warga
Next Article PSIS Siap Ganggu Mimpi PSS di Sleman

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). (Instagram @presidenrepublikindonesia)
Unik

BPI Danantara Disuntik Modal Asing 10 Miliar USD, Rosan: dari Bank Luar Negeri

Juli 2, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani
Unik

Puan Dorong Polri Wujudkan Rasa Aman dan Keadilan Sosial Bagi Rakyat

Juli 1, 2025
Bupati Klaten Mas Hamenang saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Klaten. Foto: dok/humas
Unik

Mas Hamenang Minta DMI Klaten Makmurkan Masjid dan Membina Umat

Juni 18, 2025
Ilustrasi sound horeg. Bahtsul Masail Ponpes Besuk Pasuruan menyatakan sound horeg haram.
Unik

Sound Horeg Haram! Fatwa Bahtsul Masail Pondok Besuk Pasuruan yang Didukung MUI

Juli 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Peradi SAI Semarang Sorot Potensi Kericuhan Aksi May Day, Singgung Risiko Salah Tangkap
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?